SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
146


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


Kapal penyeberangan Merak-Bangkaheni berangkat sesuai jam yang di tetapkan. Sosok lelaki muda itu nampak berdiri di bagian luar kapal. Dengan jaket merah dan topi yang sengaja di biarkan turun menutup nyaris separuh wajahnya. Matanya menatap lurus ke depan, seakan jauh memandang hamparan lautan luas. Pikirannya sedang melayang, suasana hatinya sedang senang.


Bagas, si lelaki muda itu. Lelaki yang begitu mencintai Nia, tetapi dengan cara salah dan lebih mengarah pada obsesi salah ini, sedang berpegangan pada besi pembatas di bagian luar kapal. Ada senyum bahagia tergambar di wajahnya.


Bagas sudah beberapa bulan menghilang dari kehidupan Nia, lebih tepatnya setalah Bagas di nyatakan bebas bersyarat. Sebuah surat penurunan pangkat dan pemindah tugasannya membuat Bagas merasa sangat jauh dari Nia. Dari wanita yang menurut keyakinan dirinya, telah Tuhan siapkan hanya untuk dia seorang.


Bagas menjalankan kehidupan biasa, sebagai staf biasa dan hari-hari biasa. Semua sabar Bagas lalui demi bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk menjemput Nia. Bahkah, di balik emosi kesalnya pada Kepala Personalia yang sering mencemeeh dirinya, Bagas masih juga bisa bersabar. Semua demi Nia, Nianya seorang. Wanista yang sekarang telah di rebut Aisakha dari dirinya.


“Sayang, Mas Bagas datang jemput kamu. Kamu jangan takut, sebentar lagi Mas akan bebaskan kamu dari orang kaya sialan itu “. Gumam Bagas yang terdengar terbawa pecahan ombak.


“Aku yang layak buat kamu, Nia. Cinta aku tulus padamu “. Bagas membanggakan diri.


“Aku akan membahagiakan kamu selamanya sayang “. Bagas tersenyum cerah. “ Aku akan membawamu Nia, selamanya hanya ada kita. Kamu dan aku !”


Senyum cerah Bagas masih menghiasi wajahnya, Bagas sangat percaya diri. Semua sudah di susun rapi, kali ini Bagas sudah sangat siap.

__ADS_1


Kepercayaan dirinya jangan di tanya, seberapa besar cintanya pada Nia jangan di ukur lagi. Bagas sangat serius dengan hasrat hatinya memiliki Nia seorang, selamanya. Dan sesuai rencana, akhir bulan Bagas memulai proses penjemputan wanita yang di pujanya.


***************


“Kris, jam berapa kita sampai Jakarta ?” tanya Aisakha setelah duduk di kursi, di dalam pesawat pribadinya. Sebenarnya urusan pekerjaan Aisakha di Singapura sudah selesai. Bahkan, tadi saat Aisakha menelepon Nia pun, sebenarnya dia sedang di dalam mobil hendak ke bandara. Itulah kenapa, Aisakha tidak mau menelepon Nia dengan memanfaatkan aplikasi video. Karena Aisakha ingin memberi kejutan pada Nia. Bilang akan sampai rumah di malam hari, padahal realitanya sekarang sudah mau berangkat.


“Sore tuan, selama-lamanya jam 5 kita sudah sampai di Mall tempat nona dan temannya bersantai “. Kristo menjawab hormat.


“Baguslah, saya ingin menjemput Nia salon itu “. Aisakha memandang keluar jendela.


“Tuan, apakah ada yang mengganggu pikiran anda ?” Kristo duduk di sebelah Aisakha. Tanda sabuk pengaman harus di pasang masih menyala di langit-langit pesawat.


“Malam kemaren tidur saya tidak nyenyak Kris “. Aisakha bersandar, merebahkan punggungnya di sandaran kursi.


“Kris, perasaan saya semenjak kita berangkat enggak enak. Tetapi, saya tidak tahu kenapa. Hanya saja, melihat air mata Nia semalam, saya merasa ada yang tidak beres “.


“Semua baik-baik saja tuan. Nona, semalam itu mungkin hanya terbawa suasana. Ini kali pertama tuan dan nona pisah setelah menikah, berjauhan antar Negara. Mungkin nona hanya kaget saja dengan hal itu “. Spekulasi Kristo.


“Mama apa kabar Kris ?” Aisakha memejamkan mata.

__ADS_1


“Nyonya baik tuan. Masih di Bandung bersama pengurus yayasan Panti Asuhannya. Mungkin 2 hari lagi baru kembali ke Jakarta “.


“Tadi Nia bilang, aku harus jaga diri kalau dia tidak di sisiku “. Suara Aisakha pelan. Sementara Kristo memilih diam.


“Aneh rasanya mendengar Nia bicara seperti itu. Seakan itu sebuah pesan saja “. Suara Aisakha masih pelan seperti tadi. Dan Kristo masih memilih diam.


“Berapa orang yang kau perintahkan untuk menjaga Nia ?” Aisakha membuka matanya, memandangi Kristo.


“selain 2 pengawal pribadi nona, ada 5 orang lagi tuan “. Jawab Kristo cepat. “Dan semua orang-orang terbaik kita.


“Kau tahu ke Mall mana tujuan Nia dan Resya ?” tanya Aisakha kemudian.


“Iya tuan “.


“Bagus, cepat bawa saya menemui istri saya Kristo !” Perintah tegas Aisakha dan anggukan paham Kristo sebagai jawabannya.


Jadilah setelah percakapan itu, Aisakha memilih diam. Memejamkan mata tetapi, tidak tidur. Semakin jauh pesawat mengudara, semakin dekat dirinya pulang kepada Nia. Maka, semakin dalam rasa cemasnya.


Semoga ini hanya bentuk perasaan rindu karena berpisah darimu sayang. Batin Aisakha dalam diamnya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2