SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
123


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


"Jangan lari Mala !" Dafi mengingatkan Kemala yang terlihat sangat terbur-buru. Mereka semua, Kemala, Toni, Ardi, Dafi dan Angga telah sampai pagi ini di Rumah Sakit tempat Edo di rawat di Kota Bengkulu. "Ingat kamu sedang hamil !"


 


"Di mana ruangannya ?" Kemala memelankan langkahnya.


 


"Di lantai 2, kita naik lift saja ya !" Toni mengarahkan Kemala ke sebuah lift.


 


Pintu lift terbuka, mereka telah sampai di lantai 2. Kemala sedikit ragu, tanganya mendadak dingin.


 


"Ayo...jangan takut ! Percayalah Edo akan baik-baik saja ". Ucap Toni seakan bisa membaca isi hati Kemala.


 


Mereka semuapun melangkah menuju kamar rawatan Edo yang kebetulan tidak terlalu jauh dari pintu lift. "Ayo masuk !" Ardi membukakan pintu kamar rawatan Edo untuk Kemala.


 


Kemala terkejut, seketika matanya menjadi berkaca-kaca. Sosok Edo, sang suami terlihat sangat kacau, sangat lemah. Ada banyak alat-alat menempel di dadanya. Ada monitor yang terdengar ribut di sisi ranjangnya. Kemala merasa sangat kasihan.


 


Tidak pernah terbayangkan oleh Kemala akan menjumpai Edo dalam keadaan seperti ini. Tidur dengan wajah pucat yang di sekeliling rahangnya di tutupi rambut halus, Edo seperti sudah sangat lama tidak bercukur. Di bawah mata yang terpejam itu, nampak ada guratan hitam, sepertinya Edo memang telah lama tertidur.


 


Pipi Edo lebih tirus, tulang di lehernya terlihat jelas. Kondisi Edo mengenaskan. Kemala berjalan mendekati ranjang Edo.


 


Air matanya jatuh, Kemala menyentuh pipi Edo. Rasanya teramat sangat kasihan, dia sungguh tidak sampai hati. Jika di bandingkan dengan dirinya, Edo terlihat benar-benar menderita.


 

__ADS_1


"Bagaimana bisa seperti ini ". Kemala memegang tangan Edo. Agak dingin, itu yang dirasakannya.


 


"Apa yang terjadi ?" Tanya Kemala entah pada siapa.


 


"Sabar ya nak ". Papa Rendra, Papanya Edo meletakkan tangannya di bahu Kemala. Menepuk pelan beberapa kali.


 


"Kamu, kamu harus sehat ! Kamu harus sehat lagi !" Kemala menguncang tangan Edo. Semua yang menyaksikan merasa sangat iba.


 


"Kamu dengar aku, Do ? Kamu harus sadar ! Buka matamu. Lihat aku, aku wanita yang kamu tidak sukai ada di sini ! Lihat aku, isterimu ini datang !" Kemala masih menguncang tangan Edo.


 


"Aku mohon, buka matamu !" Air mata menyertai suara Kemala. "Aku dan anakmu datang Do ! Aku hamil Do, aku hamil !" Kemala meletakkan tangan Edo di perut datarnya.


 


 


"Bangun...... !" Kemala setengah berteriak. "Aku bilang bangun !"


 


"Kalau kamu enggak mau bangun, aku akan mengugurkannya ! Kamu dengar ? Aku akan membuat dia pergi selamanya !" Kemala masih setengah berteriak.


 


"Mala, Mala....", papa mertua Kemala ini agak terperanjat mendengar rencana Kemala. "Sabar nak, kamu jangan ngegabah. Itu buah cinta kalian, itu anak Edo, itu cucu Papa ".


 


 "Tapi dia tidak diinginkan ayahnya. Papa lihat, Edo bahkan tidak membuka matanya ! Padahal aku sudah memohon-mohon ". Kemala mulai putus asa.


 


"Percayalah...Edo mendengarkanmu, Mala. Sekarang dia pasti sedang mencari jalan pulang untuk kembali. Sabar Mala, papa mohon ! Sabar ". Papa memeluk Kemala yang semakin deras menjatuhkan air matanya. "Sabar ya nak !"

__ADS_1


 


 


******************


 


Di saat semua sahabat Nia sedang menatap Iba adegan Kemala yang sudah sangat tidak berdaya. Sosok lelaki muda yang masih bekerja di perusahaan milik Aisakha di Kota Lampung Selatan, pagi ini sedang memulai aktivitasnya.


 


Seperti biasa, motor matik bekas yang jauh dari gaya hidup glamornya dulu, sekarang menemaninya untuk sampai ke tempat kerja. Meskipun tidak mencerminkan dirinya yang dulu, tetapi lelaki muda ini tidak punya pilihan lain.


 


Sepintas, dirinya melihat mobil mewah yang sama seperti punya dulu. Bukan mobil dengan harga fantastis, hanya di kisaran angkat 200 juta saja. Tetapi sangat menunjang gaya mudanya, sangat sesuai dengan posisi jabatannya kala itu.


 


Dalam hati, lelaki muda ini hanya bisa menarik nafas dalam.


 


Putaran hidupnya terasa kejam, sekarang dirinya jatuh ke jurang rendah hanya sebagai seorang staf biasa. Meskipun pengacaranya berhasil membuat masa hukumannya berkurang, negarapun menerima jaminan untuk kebebasannya. Tetapi rasanya semua tidak sebanding.


 


Dia harus merelakan rumah minimalis dan mobil kebanggaanya di jual. Semua demi membuat dirinya bebas. Dan tidak sampai di situ, setelah dirinya kembali ke kantor lamanya. Atasan langsungnya malah memberi surat sakti yang berisi penurunan jabatan dan pemindahan tugas dirinya.


 


Lengkap sudah, miskin dan menjadi staf biasa. Bahkan tidak bisa melihat wajah wanita pujaannya lagi. Yang dengan begitu kejamnya, telah di nikahi oleh Aisakha.


 


Entah bagaimana caranya lelaki muda ini menjelaskan seberapa besar kebenciannya pada Aisakha, yang jelas tekadnya sudah bulat. Dia akan merebut kembali cintanya dari lelaki pemganggu bernama Aisakha itu. Dan kalau gagal, maka tidak ada siapapun yang boleh memiliki Nia. Lelaki ini lebih rela kalau Nia mati, dari pada melihat Aisakha yang menjadi suami Nia.


 


Semua sudah bulat, persiapannya tinggal menuju akhir. Lewat bulan depan, semua akan menjadi nyata. Pilihannya haya 2, Nia menjadi miliknya. Atau Nia meninggakan dunia ini selamannya, tiada satu orangpun yang bisa memiliki Nia.


 

__ADS_1


 


__ADS_2