
🌈🌈🌈🌈🌈
Pendaratan pesawat pribadi Aisakha berjalan mulus, lanjut ke perjalanan darat selama 2 jam dari Gorontalo menuju Kabupaten Boalemo. Aisakha memastikan Nia nyaman dan menikmati perjalanan bulan madu mereka. Sampai sejauh ini semua berjalan lancar, Aisakha mengakui kehebatan sekretarisnya dalam mempersiapkan segala sesuatu untuk dirinya dan Nia.
“Nanti siapa yang akan menemani Nia melakukan kegiatan di sana ?” Tanya Aisakha sambil terus mengusap rambut panjang Nia, Nia sedang tertidur lelap dalam pangkuannya.
“Ada Rahayu, tuan. Staf di bagian humas cabang. Dia bisa di percaya “. Kristo menyakinkan sang tuan.
“Kau juga sih Kris, coba kalau kamu itu sudah punya pacar. Kan Nia gak sendiri di sana, dan aku pun lebih tenang meninggalkan Nia sama pacarmu “. Aiskaha terdengar kesal.
“Mau bagaimana lagi tuan. Saya tidak seberuntung tuan “. Kristo hanya bisa menghela nafas berat. “Saya sampai sekarang belum menemukan wanita yang tulus mencintai saya tuan. Berat rasanya “.
“Kalau itu aku bisa paham, akupun kalau tidak pernah bertemu Nia, mungkin juga senasib sama kamu “. Ada gelak kecil di bibir Aisakha.
“Nona memang luar bisa tuan “. Puji Kristo.
“Ya..aku bersyukur memiliki dia. Aku bersyukur dia memilihku “. Aisakha masih mengusap-usap rambut Nia sambil memandangi wajah Nia lama. “Aku sangat bersyukur Kris “.
***************
Perjalanan darat selesai, selanjutnya perjalanan laut selama 25 menit akan di tempuh pasangan yang ingin berbulan madu ini. Sebuah kapal telah menanti rombongan Aiskaha di dermaga, kapal terbaik yang langsung di turunkan pengelola resort untuk lelaki milyader itu.
Nia terlihat sangat terpesona. Sepanjang laju kapal dirinya terlihat sibuk memperhatikan sekeliling, matanya liar ke sana ke mari, pemandangan laut menuju lokasi mereka menginap luar biasa indah.
“Sayang, ini kita mau nginap di mana ?” Nia masih tidak sadar apa arti perjalanan dirinya bersama Aisakha. “Kenapa kita mengarah ke laut luas itu ?” Tunjuk Nia jauh ke depan.
“Kejutan, kamu pasti akan suka “. Aisakha menjawab Nia yang terlihat sangat senang itu.
“Indah sekali sayang “. Puji Nia mendekat ke arah Aisakha yang duduk tenang. “Apakah kamu sering ke sini ?”
“Emmm, tidak. Aku hanya satu kali ke sini sebelumnya “. Jawab Aisakha saat Nia sudah duduk di sebelahnya.
“Sama siapa ?” Suara Nia penub selidik.
“Ya sama orang dong, isteriku “. Jawab Aisakha asal.
__ADS_1
“Iya aku tahu sama orang, sama manusiakan ?” Nia mengangkat kedua bahunya. “Tapi siapa ? Wanita ya ? Siapa ? Ngapain ?” Nia memicingkan matanya, memberi tatapan serius pada Aiskaha.
“Kenapa memangnya kalau sama wanita ?” Aisakha terlihat santai.
“Ihhhhh, kamu “. Nia kesal, berdiri dan bermaksud meninggalkan Aisakha menjauh. Tetapi niatnya gagal, Aisakha lebih cepat mengapai tangan Nia. Menarik wanita berambut panjang itu dalam pelukannya.
“Kamu cemburu ?” Aisakha memaksa Nia melihat pada mata birunya.
“Bodo “. Jawab Nia kesal. “Lepasin aku, ngapain peluk-peluk. Sana pergi sama wanita itu, sana !” Nia mencoba melepakan pelukan Aisakha dari tubuhnya.
“Eittt, isteriku ini kalau marah terlihat sangat mengemaskan. Membuat aku ingin memakannya sekarang “. Kepala Aisakha sudah tertunduk di dada Nia.
“Astaga “. Seru Nia kaget dengan ulah sang suami. “Sayang, kami ngapain ? Nanti di lihat orang loh ! Sudah, hentikan !” Nia memegang kepala Aiskaha, memaksan lelaki itu menyudahi kegiatannya di sana.
“Kamu sih, ngapain goda aku ?” Tanya Aisakha tanpa dosa.
“Aku goda kamu ? Yang ada itu aku marah sama kamu “. Sekarang Nia kembali teringat pokok persoalan awal tadi, sebelum kepala Aisakha menjelajah bagian dadanya.
“Tukan...goda lagi. Padahal aku sudah berusaha menguatkan diri loh “, Aisakha bersiap kembali mendekatkan kepalanya ke bagian dada Nia.
“Dengar ya isteriku !” Aisakha membatalkan niatnya bermain di dada Nia.
“Suamimu ini dulu memang pernah ke sini, bersama seorang wanita “. Aisakha melihat ada ekspresi kecewa di mata Nia. “cantik, dan aku sangat sayang padanya “. Sampai di sini, Aisakha melihat betapa hancur hati isterinya itu.
Aisakha tersenyum lucu, “Aku ke sini waktu itu sama Mama. Aku sengaja bawa Mama untuk beristirahat dari kebisingan Ibu Kota. Aku pengen mama merilekskan diri dengan suasana di sini “. Sekarang Aisakha melihat mata isterinya sudah kembali berbinar bahagia.
“Jadi masih mau cemburu nih ?” Goda Aisakha.
Nia menggelengkan kepalanya cepat. Ada rasa senang di dalam hatinya. “Makasih ya sayang “. Ucap Nia sambil mencium pipi kanan Aisakha.
***************
Aisakha mengantar Nia masuk ke dalam bungalow mereka. Sebuah hunian dengan konsep eco resort , dengan cottage yang terbuat dari kayu beratapkan sirap dan jerami. Sebuah hunian yang bernuasa pedesaan tetapi, di tengah lautan. Aisakha dan Nia menempati cottage dengan satu kamar, lengkap dengan teras, ruang keluarga dan kolam renang pribadi.
“Sayang, sayang... “. Nia terdengar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. “Lihat, coba lihat. Kita seperti ada di Pulau Cinta saja. Seperti di televisi itu loh, yang ada di luar Negeri. Tempat para arti bulan muda “.
__ADS_1
“Isteriku ini, apakah suka ?” Aisakha membawa Nia ke teras penginapan mereka.
“Iya..aku suka banget. Ini cantik sekali, Pulau ini indah “. Puji Nia takjub.
“Ini namanya Pulau Cinta. Coba kamu perhatikan bentuk susunan semua bangunan di sini ! Lihat lekukan jembatan penghubung itu “. Tunjuk Aiskaha ke segala arah jembatan.
“Itu membentuk gambar love, gambar hati “. Nia merasa tidak percaya. “Dan, dan itu “. Nia menunjuk ke arah daratan yang terlihat pasir putihnya tepat di tengah-tegah jembatan penghubung. “Itu juga sepertinya berbentuk hati “.
“Benar sayang. Kita sekarang ada di Pulau Cintanya Gorontalo. Pulau yang biasa di jadikan tempat bulan madu oleh para pasangan baru “. Aisakha memandangi Nia.
“Jadi, jadi kita sedang bulan madu ya ?” Nia tampak tidak percaya. “Bukannya kamu ke sini buat kerja ?”
“Aku kerjanya sebentar kok. Nanti aku akan tinggal kamu di sini bersama seorang staf wanita dari cabang di sini ! Namanya Rahayu, dia akan menjaga kamu selama aku menyelesaikan urusanku. Hanya sebentar saja, paling lama 4 jam. Setelah itu aku akan segera kembali padamu “. Aisakha mencium punggung tangan Nia yang di genggamnya.
“Kan bukan bulan madu “. Nia kecewa.
“Hey “. Aisakha mengangkat dagu Nia. Mata mereka saling bertatapan.
“Kita bulan madu kok isteriku tercinta. Aku hanya pergi sebentar dan setelah itu, aku akan kembali untuk mengurung kamu di ranjang selama 3 hari ke depan”. Aisakha melihat Nia tergangga.
“Ti, Tiga hari ?” Tanya Nia tidak percaya. Pikirannya langsung membayangkan apa saja aktivitas yang akan di lakukan Aisakha pada tubuhnya selama 3 hari ke depan.
Astaga, biasa gak bangun aku di buatmu Mas. Batin Nia merasa merinding sendiri dengan khayalannya .
“Iya, 3 hari nyonya Aisakha. Karena kali ini aku harus memastikan Sakha junior akan benar-benar ada di sini “. Aisakha membelai perut Nia, membuat Nia terpekik pelan.
“Jadi, selama aku tinggal kamu manfaatkan semua fasilitas di sini untuk membuat dirinya senyaman mungkin. Karena aku akan membuatmu berteriak terus memanggil namaku mulai nanti malam “. Aisakha mengedipkan matanya, sengaja menjahili Nia.
“Mu, mulai malam ini ?” Nia terlihat gugup. Isi kepalanya sudah ke mana-mana setelah mendengar perkataan Aisakha tadi.
“Iya, mulai malam ini !” Bisik Aisakha sambil mengigit pelan telinga kanan Nia.
Ga, gawat ini. Bisa remuk badanku. Batin Nia sambil mengigit bibir bawahnya dan memejamkan mata.
__ADS_1