SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 17


__ADS_3

Mungkin Di Lain Kesempatan (1)


🌈🌈🌈🌈🌈


 


Aisakha sudah hampir sampai ke bagian depan aula. Tiba-tiba langkah kakinya berhenti, otomatis Kristo si sekretaris dan empat orang bodyguard yang mengikutinya pun berhenti. Kristo mencoba mensejajarkan posisinya di sebelah tuannya itu. "Ada apa tuan?" Tanya Kristo kemudian.


Tanpa menjawab pertanyaan Kristo, Aisakha langsung memutar badannya menghadap ke arah belakang. Aisakha memperhatikan pintu masuk yang tadi dilaluinya, kosong. Kemudian dia menatap sisi kanan dan kiri aula yang telah dipenuhi seluruh karyawannya. Saat mata Aisakha memandangi mereka, spontan para karyawannya itu membungkuk memberi hormat padanya.


 


Merasa tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan sebelumnya, kembali Kristo bertanya kepada sang majikan. "Ada apa tuan?"


 


Aisakha tidak bisa menjelaskan apa yang tiba-tiba dirasakanya tadi. Jelas-jelas tadi dia merasa mendapat perintah dari hati kecilnya agar segera berbalik badan, melihat ke arah pintu tempat dia berjalan masuk. Tetapi untuk apa? Dia sendiri tidak tahu. Aneh, kenapa? Ada apa? Untuk apa? Mendadak hatinya tidak singkron dengan kepalanya.


 


"Tidak apa-apa, sudah lupakan saja". Perintah Aisakha.


 


"Baik tuan, silahkan tuan". Kristo menunjukkan arah kepada sang majikan untuk kembali melanjutkan langkahnya menuju podium.

__ADS_1


 


Riuh suara tepuk tangan semua manusia yang ada di dalam aula besar tersebut, terlihat antusias dari ratusan pasang mata yang mengarah pada pemilik Sunjaya Company. Mereka benar-benar merasa takjub melihat pemandang indah yang penuh karismatik dari sosok pria muda yang sangat tampan yang tengah berdiri di depan mereka saat ini. Sekarang mereka semua bisa membuktikan kebenaran cerita yang mereka dengar selama ini, bahwa pemilik perusahaan tempat mereka mengabdi selama ini memang sangat luar biasa, muda, berkarisma, berwibawa, dan sangat tampan.


 


Aisakha memulai pidatonya siang itu dengan memperkenalkan diri di depan ratusan karyawannya, kemudian dia menjelaskan sejarah singkat Sunjaya Company hingga kantor cabang yang sekarang menjadi tempat bernaung karyawannya dalam mencari rezeki. Terakhir, Aisakha mengucapkan rasa terima kasihnya dengan tulus dan apresiasi kepada divisi-divisi yang telah sukses menambah pundi keuntungan bagi perusahaannya, tidak lupa ucapan terima kasih Aisakha untuk lembaga penelitian pertanian yang sukses dengan inovasi penelitian mereka selama tiga tahun belakangan ini. Aisakha bahkan meminta kepada Profesor Yandi dan stafnya untuk menemuinya di ruang kerjanya setelah acara ini selesai. Sontak, Wulan, Bowo, Resya dan Anita berpelukan bahagia. Mereka merasa sangat bangga mendapat undagan khusus dari pimpinan tertinggi perusahaan ini. Serasa mimpi, begitu pikir mereka.


 


Setelah acara penyambutan di aula selesai, Aisakha di kawal oleh Kristo dan para bodyguard berjalan menuju ruang kerja sang presdir dilantai tujuh gedung utama. Selang beberapa menit kemudian, profesor Yandi bersama para penelitinya berjalan dengan penuh rasa bangga menuju ruang kerja presdir.


 


"Tuan", sapa Profesor pada Kristo sambil menundukkan kepalanya memberi hormat.


 


 


"Benar tuan, hanya empat orang. Saya minta maaf tuan, satu peneliti saya tiba-tiba harus izin ke Rumah Sakit tadi setelah dia mendapat telepon penting dari keluarganya. Maaf tuan". Profesor menjelaskan.


 


"Kalau begitu anda harus menjelaskan detailnya pada tuan Aisakha nanti". Perintah Kristo pada Profesor. Kristo pun membukakan pintu untuk Profesor Yandi dan stafnya masuk ke ruang kerja Presdir mereka.

__ADS_1


 


Wulan, Bowo, Resya dan Anita tidak percaya dengan apa yang mereka lihat sekarang, setelah mata mereka menjelajah memandangi satu per satu isi ruang kerja tersebut, meraka berani menarik kesimpulan bahwa furniture yang ada di ruang kerja sang presdir bukanlah dari produk sembarangan. Harganya pasti mahal, itu pikir mereka. Mereka sangat kagum dengan selera Aisakha terhadap furniture mewah.


 


"Tuan, Profesor Yandi dan stafnya sudah datang". Kristo memberi tahu pada Aisakha yang terlihat sedang fokus membaca bundelan map biru ditangannya.


 


Aisakha menghentikan aktivitas bacanya, berdiri dan berjalan ke arah Profesor Yandi. Aisakha tanpa sungkan menyalami Profesor dan satu persatu peneliti yang menjadi staf Profesor. "Silahkan Prof, ayo silahkan kalian juga, jangan sungkan". Suara Aisakha ramah pada tamunya.


 


Profesor mengucapkan terima kasih pada Aisakha, kemudian meminta para stafnya untuk duduk di sofa tempat Aisakha telah duduk duluan. Dapat terlihat dengan jelas, tiga staf wanitanya sekarang sedang terpesona pada mahluk tampan yang menjadi pemilik utama perusahaan ini.


 


Aisakha memulai berbicara terlebih dahulu, dan mereka pun mulai berbicara tentang berbagai inovasi hebat lembaga penelitian pertanian yang di pimpin profesor Yandi. Aisakha mengakui inovasi-inovasi tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, bagi para petani di mana pun berada, Aisakah mengapresiasi kinerja Profesor sebagai kepala pada lembaga penelitian miliknya.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2