SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
95


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


Satu hari menjelang pernikahan. Semua sedang sibuk, lalu lalang dikediaman Bibi Ros sangat jelas. Sedari pagi semua giat dengan aktivitas masing-masing. Tidak ada yang tidak menikmati suasana persiapan pernikahan Nia, bahkan si kecil Alex tampan pun juga ikut dalam kehebohan pagi ini. Sepertinya Alex tahu kalau Bunda Nia tersayangnya sedang berbahagia, hingga tanpa ragu Alex pun menikmati suasana rumah bersama yang lain.


 


Belum lagi jarum jam menunjukkan pukul 9 pagi, Bibi Ros sudah di boyong calon Mama mertua Nia pergi. Kedua wanita paruh baya ini akan melihat hasil akhir persiapan pernikahan Nia dan Aisakha. Pernikahan termegah yang mungkin pernah ada di Kota Bengkulu, akan menjadi hari bersejarah bagai pasangan muda ini. Stasiun televisi nasional berbondong-bondiong menyiarkan pernikahan akbar seorang milyader muda yang sangat jarang tampil ke publik, tetapi memiliki sepak terjang paling mumpuni di dunia bisnis. Rasanya seluruh masyarakat negeri ini terlalu penasaran, siapakan sebenarnya sosok wanita hebat yang berhasil menaklukkan hati raja di raja dari dunia usaha itu ? Tidak hanya itu saja, pernikaha Nia dan Aisakha pun menjadi trending topik di media sosial, semua beradu tanding ingin menebak siapakan wanita beruntung yang akan dikaruniakan cinta oleh lelaki bermata biru ini.


 


Aula gedung Sekolah Tinggi di bidang kesehatan di daerah Padang Harapan menjadi tempat penyelenggaraan ikatan suci antara Nia dan Aisakha akan berlangsung. Sebuah gedung yang pada dasarnya memang sudah indah ini di sulap menjadi mininya singga sana raja dan ratu ala negeri dongeng. Ada ratusan bunga segar yang mungkin Nia sendiri sebagai ratu di esok hari tidak mengenal satu persatu namanya, ada aula dansa khusus yang telah di tata apik, ada aneka kuliner daerah hingga mancanegara yang terjamin mutu olahannya.  Yang jelas semua indah, sangat megah dan sangat berkesan bagi seluruh mata yang memandang. Bibi Ros dan Mama Aisakha, mereka meneliti tiap sudut hingga jengkal terkecil, agar tidak ada satu pun celah yang bisa membuat kebahagiaan Nia dan Aisakha berkurang besok hari.


 


Bagaimana dengan sepasang sejoli yang kurang dari 24 jam lagi akan berubah status menjadi suami dan isteri itu ?


 


Kita mulai dengan Nia. Setelah nyaris 5 hari terombang ambing dalam perasaan masa lalunya, akhirnya Nia memiliki sebuah keputusan. Keputusan final yang sangat kuat di hatinya, semua sudah dipikirkannya, semua sudah diyakininya. Nia mantap dengan hatinya, hati yang memilih sosok lelaki bermata biru yang jelas-jelas sangat memujanya. Sangat mencintai dirinya dalam perasaan terdalam dengan apa adanya seorang Nia, yang Nia sadari bahwa perasaan itu melebihi cintanya sendiri.


 


Mungkin beberapa hari ini Nia terlalu naif, sebuah memori terus dan terus mengantarkannya pada lelaki dari masa lalunya. Sungguh Nia sempat sedikit tergoda untuk menyempatkan waktu berpikir kembali tentang lelaki itu, tentang masa bersama lelaki itu. Tetapi itu semua adalah cerita kemaren, beberapa hari yang lalu. Sampai akhirnya mata hati Nia membuka pikirannya sendiri. Memperlihatkan padanya mana cinta suci sebenarnya dan cinta yang bukan di siapkan Tuhan untuknya.


 


Segala persembahan terbaik Tuhan telah tersusun lengkap di dalam diri Aisakha. Lelaki yang bagaimanapun juga tidak akan bisa Nia bohongi akan menjadi sosok suami yang sempurna melengkapi masa depannya. Semua yang Nia cari telah Tuhan siapakan pada diri Aisakha. Semua yang dalam mimpi tidak akan pernah Nia temui di masa lalunya, namun begitu baiknya Tuhan pada gadis berambut panjang ini. Semua sudah Tuhan rangkai hanya dalam seorang Aisakha saja. Lelaki kaya raya, merajai dunia bisnis. Yang jumlah kekayaannya saja entah bagaimana cara menghitungnya, tetapi benar-benar rendah hati. Tidak memandang Nia dari kedudukan, harta atau status sosial. Hanya memandang Nia dari sudut kasih dan sayang, melihat Nia sebagai sosok lembut yang harus dilindunginya. Ditambah lagi, melalui Aisakha. Nia akan memiliki Mama mertua yang bukan main menyayanginya, yang sedari awal sibuk ingin memikat hati Nia agar luluh dan bersedia menjadi menantunya. Wanita yang penuh kasih ini tidak pernauh bertanya harta Nia, tetapi begitu lapang memeluk Nia. Kadang Nia malah berpikir sendiri, apakah kebaikan yang telah dilakukannya hingga bisa di sayangi sosok Ibu dari kekasihnya ? Jauh berbeda dengan masa lalunya, padahal apa yang tidak Nia beri untuk menunjukkan baktinya pada orang tua lelaki yang dicintainya dulu, namun sayang segalanya hanya berakhir dengan makian dan pengusiran.


 

__ADS_1


Jadilah hari ini, sambil penghias hindi sibuk mengoles lukisan cantik di tangan Nia, semua sepupu Nia pun datang dan berkumpul di kamarnya. Semuanya, semua lengkap. Saudara-sauadara Nia ini yang kemudian hari baru Nia ketahui telah mendapat kunjungan khusus dari Aisakha. Sepupu Nia di Bogor, di Bandung, di Makasar, semua sedang tertawa lepas bersama Nia. Bahkan Tomi pun, adik Alika sengaja pulang untuk menyaksikan si kakak kesayangannya mengucap janji suci di depan Tuhan.


 


Lantas, bagaimana dengan Aisakha ?


 


Lelaki tampan ini sedang menghabiskan hari bersama 2 sahabat kecilnya, Jimi dan Cendra, sahabat yang tidak pernah meninggalkan Aisakha di masa apapun itu. Para lelaki yang sangat tahu seperti apa perjuangan Aisakha saat Papa tercintanya tiada. Tidak hanya Jimi dan Cendra saja, Toni, Dafi, Angga dan Ardi pun juga ada. Empat sahabat lelaki Nia ini yang entah sejak kapan sudah masuk dalam hidup Aisakha. Mereka sekarang berteman baik, mereka sekarang menjadi satu kesatuan sebagai pendukung Aisakha dan Nia. Bahkan sahabat-sahabat Aisakha ini mendapat tugas mulia, menjadi pengiring penganting lelaki untuk hari bersejarah besok.


 


Bagai mimpi, setelah 3 tahun lamanya, akhirnya Aisakha bisa bernafas lega. Selangkah lagi, wanita pujaannya akan resmi menjadi isterinya. Tidak ada lagi rasa khawatir apa lagi takut kehilangan Nia. Semua tinggal di depan mata, dan Nia akan segera menyandang namanya. Jadilah hari ini Aisakha larut dalam canda tawa serta nasehat tiada guna dari para sahabatnya itu. Sebuah nasehat yang hanya berakhir untuk mereka tertawakan bersama, mereka olok bersama hingga akhirnya merekapun menyerah karena lelah bersama. Sepertinya para lelaki ini mulai kepayahan dengan nguyononan sebelum hari pernikahan.


 


Diantara pancaran kebahagiannya, Aisakha sedang memanjatkan ribuan rasa terima kasihnya, rasa syukur tidak terhingga atas segala kebaikan sang Maha Kuasa untuk masa depan indahnya bersama Nia.


 


 


 


Prankkkkkkkk.....


 


Di saat keluarga besar Nia dan Aisakha sedang berbahagia, justru di saat itu Edo sedang sibuk menghempaskan benda-benda yang bisa di jangkau tangannya. Edo marah, emosinya sedang tersulut hingga puncak kepala. Bagaimana tidak, baru saja dalam 5 hari yang lalu Edo merasa di atas awan. Dirinya merasa mendapat celah untuk kembali memiliki Nia, wanita yang di cintintainya itu. Semua sudah sesuai rencana, OB yang berkerja di cabang perusahan Aisakha di Bengkulu berhasil di suap demgam ngampang. Semua informasi tentang Nia dalam gengaman tangan. Edo bisa lalu lalang begitu mudah untuk sekedar menaruh berbagai jenis barang yang dapat di pastikan, akan membuat Nia ingat padanya.


 

__ADS_1


Sungguh, melihat bagaimana kegalauan Nia saat itu Edo merasa dirinya bakal jadi pemenang hati Nia. Hingga 5 hari berlalu, Edo merasakan kalau Nia bersikap biasa saja. Semua jenis benda-benada yang telah disusunnya khusus buat Nia, di ketahui Edo tidak pernah sampai ketangan gadis cantik itu. Tidak cuma itu saja, bahkan OB bayarannya pun hilang entah kemana. Hilang bagai di telan bumi tanpa bisa di cari lagi.


 


Edo mengamuk, dia tidak terima. Rasanya dia sangat ingin menemui Nia, menyeret cintanya itu kembali dalam kehidupannya. Edo sangat enggan kalau Nia memilih lelaki lain, bukan dirinya. Bagi Edo, hanya dialah yang paling layak untuk Nia. Dialah yang paling sempurna dalam urusan kasih dan sayang. Hanya saja kenyataan tidak seindah keyakinannnya, dan sekali lagi Edo menghempaskan apa saja yang bisa untuk pelampiasan marahnya yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


 


 


Akses bertemu Nia sangat sulit, penjagaan berlapis-lapis, Edo kehilangan moment penting untuk mendapatkan kembali cintanya. Jadilah hari ini, di dalam kamar hotelnya Edo marah sehabis-habisnya. Meluapkan rasa kesal dan putus asa. Semua terasa indah beberapa hari lalu dan sekarang, semua terasai tidak akan mungkin. Entah ulah siapa, tetapi yang jelas rencana Edo sudah sirna. Harapan Edo mulai terkerus kabut hitam dan bersiap menguap seiring putara jam pengucapan sumpah Nia dan Aisakha.


 


 


Jadi, siapakah tokoh di balik kemelut hati Edo ini ?


 


Seorang gadis muda yang mungkin tidak akan pernah tertebak oleh siapapun. Lita, pelayan wanita Nia. Dialah yang tanpa sengaja menemukan kumpulan kartu ucapan di kotak sampah Nia. Kartu ucapan yang setelah di komfirmasi Lita pada Kristo, sekretaris Aisakha ini, diketahuii bukanlah berasal dari tuan mereka.


 


Akhirnya, terkuak sudah. Ulah Edo muncul kepermukaan begitu saja. Bahkan OB yang telah berkhianat pada Aisakha pun tertangkap. Sungguh bodoh orang itu, demi segepok rupiah hingga menjual kesetiannya. Dan Aisakha, tanpa ragu membuat sosok OB itu terhapus bagai debu tidak bermakna dengan mudah.


 


Semenjak itu, pengawalan Aisakha kepada Nia benar-benar super ketat. Walaupun hanya mencium wangi Parfum Nia saja, Edo tidak memiliki daya. Aisakha bahkan di awal ingin segera menyelesaikan urusannya pada Edo, tetapi syukur saja Kristo masih bisa membuat sang tuan bersabar. Setidaknya Edo tidak pernah bisa menyentuh Nia, jadi Aisakha masih bisa membiarkan lelaki itu untuk bernafas sesaat lebih lama. Tapi benarkah?


 

__ADS_1


 


__ADS_2