
Terlihat Bahagia
πππππ
γ
γ
Aura bahagia terpancar jelas di wajah Nia, senyum simpul yang tersemat di kedua ujung bibirnya, sukses membuat kecantikan Nia menjadi bertambah berkali-kali lipat. Bahkan semua rekan seprofesi Nia yang juga sekaligus sebagai sahabat-sahabatnya menjadi bertanya-tanya. Penasaran apa gerangan yang membuat seorang Nia sepagi ini sudah bersenandung kecil lengkap dengan senyum manisnya.
γ
"Dapet bonus?" Tanya Wulan penasaran pada Nia.
γ
"Ihhhh, kepo". Jawab Nia sambil tetap melanjutkan pekerjaannya.
γ
"Sama sahabat sendiri Niaaa". Wulan masih berdiri di samping Nia.
γ
"Lebih". Nia menjawab alakadarnya.
γ
"Lebih? Apaan?" Wulan masih belum bisa menebak arah jawaban Nia.
γ
"Udah ahh, nanti Profesor marah loh". Nia berusaha membuat Wulan berhenti bertanya.
γ
"Ahh, kamu gak asik". Wulan merajuk dan menjauh dari Nia. Nia hanya tertawa kecil melihat ulah sahabatnya itu, tanpa berniat sedikit pun untuk menceritakan pada Wulan tentang perasaan bahagianya saat ini.
γ
Seperti biasa, saat bekerja Nia akan benar-benar fokus pada pekerjaannya. Nia akan mengabdikan dirinya untuk melakukan yang terbaik bagi perusahaan, masalah loyalitas? Jangan ditanyakan pada Nia, karena semua orang tahu seperti apa loyalnya Nia pada pekerjaan yang sangat disukainya ini.
γ
Beberapa angka tengah di tulis Nia pada papan putih yang tersedia di laboratorium. Nia sibuk, tengelam dalam dunianya. Bisa di tebak seberapa fokusnya dia, seakan-akan di dunia rumusnya itu tidak ada manusia lain, hanya Nia dan angka, huruf yang tengah dikombinasikannya.
__ADS_1
γ
Sesuai janji Nia sebelumnya pada Profesor Yandi, setelah sukses dengan varietas baru jagung. Sekarang Nia sangat ingin mengembangkan varietas baru beras merah. Varietas yang tanah hama, kuat di lahan tadah hujan, menghasilkan beras yang saat di masak, akan pulen, legit tetapi benar-benar nol gula. Selama ini beras merah yang beredar di pasaran masih memiliki kadar gula, walaupun sangat rendah tetapi dalam satu liter nasi merah masih terkandung gula di kisaran satu sampai satu setengah tingkatnya. Nia berharap, dia dan seluruh rekan sekerjanya bisa menemukan varietas baru yang sangat unggul, rendah gula, tetapi rasanya legit. Tidak kalah enak dengan beras putih.
γ
Kadang Nia menghapus tulisannya sendiri, kadang dia menambahkan angka baru di bawah tulisan sebelumnya. Sepertinya, suasana hati yang sedang berbahagia, membuat semangat kerja Nia menjadi meningkat berkali-kali lipat.
γ
"Serius amat?" Sapa Bowo yang ternyata sudah dua kali memanggil Nia. Dan Nia pun sukses, tidak mendengar suara sapaan Bowo. Padahal tadi Bowo hanya berdiri beberapa langkah darinya.
γ
"Iya, kenapa Wo?" Tanya Nia tanpa rasa bersalah.
γ
Bowo tepuk jidad sambil geleng-geleng kepala. "Astaga Nia". Suara pelan Bowo.
γ
"Ehhh, aku ada salahnya". Datar, Nia mengajukan pertanyaan pada Bowo.
γ
γ
"Hahahaha, maaf-maaf. Kamu manggil aku? Dari tadi ya? Kenapa memangnya?" Nia bertanya sambil menatap Bowo tanpa dosa.
γ
"Untuk kita sahabat, kalau enggak?" Jawab Bowo mengantung.
γ
"Apa?" Nia minta Bowo memyelesaikan kalimatnya.
γ
"Sudahlah, kapan-kapan aku kasih tau lanjutannya. Sekarang kamu di tunggu Profesor tuh di ruangannya". Jelas Bowo pada Nia.
γ
Profesor, ada apa ya? Apa karena hapeku yang mati lagi? Tuan Aisakha telepon lagi ya?
__ADS_1
γ
"Okeh, makasih ya Wo". Ujar Nia sambil meletakkan semua peralatan menulisnya dan segera berjalan menuju ruangan sang Profesor.
γ
"Permisi Prof". Ucap Nia saat telah berdiri di pintu masuk ruang kerja Profesor Yandi.
γ
"Masuk-masuk, kamu sudah datang ternyata!". Perintah Profesor pada Nia.
γ
Nia berjalan mendekati meja kerja Profesor, berniat mencari tahu penyebab Profesor ingin menemuinya.Β Semoga bukan karena presdir lagi. Malunya aku kalau kejadiannya sama kayak kemaren.
γ
"Duduk!" Perintah Profesor.
γ
---------------
γ
γ
Hai..Hallo para readers semua, readers budiman yang sangat author banggakan. Author mau curhat nih, hehehehehe. Boleh ya?
Gini readers, kalau pendapat readers semua bagusnya itu author up setiap harikah? Atau sekali dalam seminggu, tetapi langsung bwanyaaaak?
Kira-kira readers pilih mana yaπ
Pasti ada yang kepo yaaaa, kok mendadak tanya tentang up tor?
Ginih readers yang baik, author pengen memberikan kepuasan membaca bagi readers. Dengan kualitas bacaan yang tentu harus membuat readers merasa bahagia. Nah, karena hal tersebut author minta pendapat, agar kepuasan membaca readers bisa terpenuhi bagusnya author up setiap harikah? Atau satu kali seminggu tapi banyak??
Mohon kasih jawabannya ya readers, di tunggu.
Terima kasih kepada readers semua, semoga selalu sehat dan jangan lupa untuk bahagiaπ
γ
γ
__ADS_1
γ
γ