
Membawa Nia
πππππ
γ
"Apa yang harus saya lakukan sekarang?" Tanya Aisakha pada dokter demi kebaikan Nia. "Apa kita opnam saja?"
γ
"Tidak tuan, tidak perlu. Sebaiknya tuan bawa pulang nyonya. Mungkin suasana rumah bisa membuat nyonya lebih tenang". Dokter memberi sebuah solusi pada Aisakha.
γ
"Baik, baik. Saya mengerti. Terima kasih dok". Angguk Aisakha sebagai wujud terima kasihnya.
γ
Dokter pun pamit mengundurkan diri, izin keluar dari ruang perawatan Bibi. Meninggalkan Aisakha yang kembali mendekat dan duduk di tepi tempat Nia berbaring.
γ
"Cepat ambil obat Nia, setelah itu siapakan mobil. Lalu hubungi dua pengawal suruh mereka ke sini". Perintah Aisakha pada Kristo.
γ
Kristo mengangguk paham semua isi perintah sang tuan dan dengan sigapnya, dia melaksanakan semua yang di minta Aisakha padanya. Kristo memang sangat bisa diandalkan.
γ
"Nia kenapa nak?" Paman terlihat khawatir.
γ
"Paman, boleh saya tanya?" Aisakha malah menjawab pertanyaan Paman dengan pertanyaan baru.
γ
"Iya, iya. Apa?" Jawab Paman sambil menganggukkan kepalanya.
γ
"Setelah saya, Paman u..maksud saya. Setelah saya pergi tadi. Apa yang terjadi pada Nia?" Aisakha mematap Paman.
γ
"Ti-tidak ada". Jawab Paman ragu.
γ
"Coba tolongΒ Paman ingat. Saya mohon". Aisakha meminta pada Paman dengan teramat sangat, karena tahu ada yang ditutupi Paman.
__ADS_1
γ
Paman memarik nafas panjang, menatap iba pada Nia dan menatap berdosa pada Aisakha.
γ
"Ada nak, ada". Jawab Paman penuh penyesalan. "Nia, dia...dia, mencari-cari kamu. Dan Paman bilang saja. Kamu sudah pergi. Kamu tidak menginginkan Nia dan memilih meninggalkannya". Paman menatap Aisakha. "Maafkan Paman, maafkan Paman. Sungguh tadi itu, semua, semua.". Entah apa yang ingin di sampaikan Paman.
γ
Ahhh, Paman. Paman sungguh keterlaluan, tega sekali Paman mengatakan itu. Andai Nia tidak menyayangi anda. Entah apa yang ingin aku lakukan pada Paman saat ini.
γ
"Paman, saya izin membawa Nia pulang. Dokter bilang akan lebih baik untuk saat ini bila Nia beristirahat di rumah saja dulu". Aisakha menatap dingin pada Paman. Tidak bisa dibohongi, hatinya merasa kecewa pada Paman. Rasanya Paman memang sangat keterlaluan.
γ
"Kenapa? Dokter bilang apa?" Paman menguncang tangan Aisakha.
γ
"Dokter bilang Nia tertekan, jadi ada baiknya dia di bawa ke rumah saja". Jawab Aisakah tanpa memandang Paman. Matanya hanya fokus pada Nia.
γ
Ya Tuhan....Apa yang telah aku lakukan? "Ya..baik, bawa Nia, nak. Cepat bawa Nia. Suapaya dia bisa beristirahat". Paman benar-benar menyesali kesalahannya.
γ
γ
"Terima kasih nak. Terima kasih". Jawab Paman sambil memegang bahu Aisakha. "Aisakha". Tiba-tiba Paman menyebut nama Aisakha. "Maafkan kebodohan Paman". Ucap Paman bersungguh-sungguh.
γ
Aisakha menatap mata Paman, jelas tergambar seberapa besar penyesalan Paman. Sepertinya Paman merasa sangat berdosa atas apa yang menimpa Nia. Aisakha tersenyum dan menyentuh tangan Paman. Walaupun hatinya kesal, tetapi setidaknya Paman sudah berani mengakui kesalahannya, bukan ?
γ
"Baiklah Paman, jangan pikirkan itu lagi ya". Aisakha menepuk-nepuk pelan punggun tangan Paman yang berada di bahunya. "Sekarang saya permisi. Saya izin membawa Nia pulang". Aisakha berdiri dari tepi tempat tidur Nia. Mengendong Nia dalam dekapannya dan berlalu keluar ruang rawatan Bibi.
γ
"Tuan". Tepat di saat Aisakha akan membuka pintu kamar, Kristo pun masuk.
γ
"Sudah?" Tanya Aisakha singkat.
γ
__ADS_1
"Sudah semua tuan. Dan ini mereka". Tunjuk Kristo pada dua orang laki-laki berseragam hitam yang dibawanya.
γ
"Bagus". Jawab Aisakha pada Kristo.
γ
"Kalian jaga di dalam, temani Paman". Aisakha mulai memberi instruksi. "Bantu Paman apa pun yang dia mau. Ada sesuatu, segera kabari saya ! Jangan ragu". Perintah Aiskaha pada dua pengawalnya.
γ
γ
***************
γ
Hai..hallo kaka-kaka readers yang budiman. Apa kabarnya di ramadhan pertama ini?
Semoga kaka-kaka readers semua selalu sehat dan bagi kaka-kaka readers yang tengah menjalankan ibadah puasa, semoga puasanya lancar tanpa halangan apa pun.
Aamiinπ€²
γ
Kaka-kaka readers yang budiman. Terima kasih kembali author ucapkan untuk segala support kaka pada novel author ini. Terima kasih untuk,
Like yang jumlahnya sangat-sangat banyak.
Koment yang seru-seru dan jujur, kadang buat author ketawa sendiri bacanya.
Poin yang terus bertambah.
Koin yang masyaallah jumlahnya.
Share kaka-kaka readers kepada keluarga dan rekan-rekan semua di luar sana untuk novel ini.
γ
Dari lubuk hati yang paling dalam, terima kasih kaka, terima kasihπ
Rasanya tidak salahkan, kalau author berbangga diri atas support kaka-kaka readers budiman. Heheheheπjiwa sombong author auto keluarπ€«π€«π€«
γ
Sekali lagi terima kasih kaka, semoga kaka-kaka di sana, kita semua selalu sehat dan selalu ada dalam lindungan Allah. Tuhan yang maha kuasa. Aamiinπ
γ
Selamat membaca ya kak, sehat selalu dan jangan lupa berbahagiaπ
__ADS_1
γ
γ