SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
60


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


γ€€


Nia sudah 2 kali bolak balik di depan pintu kamar Aisakha, sejujurnya Nia sangat ingin masuk ke dalam kamar kekasihnya itu, tetapi selalu saja diurungkannya niat tersebut dan memilih menempelkan telinganya di pintu kamar lelaki tampan itu. Nia berniat menguping, mencoba mendengar pergerakan yang ada di dalam sana, Nia sangat penasaran ada apa gerangan sampai sudah hampir jam 8 pagi sang pujaan hati tidak juga kunjung keluar dari kamar tersebut.


γ€€


"Nona ". Sapa Lita yang sengaja mengikuti Nia sedari tadi.


γ€€


"Kok nggak ada suara ya Lit ?" Tanya Nia pada Lita yang masih sibuk menempelkan telinganya di pintu kamar Aisakha.


γ€€


"Masuk saja nona, dari pada nona tidak tahu apa yang terjadi ! Yang ada nona tambah penasaran ", hasut Lita pada Nia.


γ€€


"Aduh, saya segan Lita kalau masuk ". Tolak Nia cepat.


γ€€


"Ya ampun nona, kenapa segan. Tuan itukan calon suami nona, lagi pula nona masukkan buat cek kondisi tuan. Bukan mau ngapain-ngapain gituh ". Lita terlihat menahan senyumnya selama menjawab perkataan Nia tadi.


Nona lucu banget deh, terlalu polos...hehehehehe....


γ€€


"Begitu ya ?" Tanya Nia sekali lagi.


γ€€


"Iya nona, begitu ", jawab Lita santai.


γ€€


"Emmmm...", Nia berpikir sesaat.


γ€€


"Baiklah..saya masuk deh ", akhirnya Nia menyakinkan dirinya sendiri untuk masuk ke dalam kamar Aisakha. Nia terlalu penasaran dengan penyebab Aisakha yang masih bertahan di dalam kamar tidurnya hingga jam segini.


γ€€


γ€€


**************


γ€€


"Dan dengan ini, terdakwa dinyatakan bersalah serta dijatuhkan hukuman penjara selama 1 bulan kurungan di kurangi masa tahananΒ  ". Di sebuah ruang sidang di Pengadilan Negeri Kota Bengkulu, ketukan keras palu hakim menutup akhir persidangam Bagas pagi itu. Bagas berjalan lemas ke arah para pengacaranya, entah kenapa seluruh persendiannya mendadak lemas. Mata Bagas berkaca-kaca, bayangan masa depan suram sedang menghiasi isi kepalanya saat ini.


γ€€


"Semua sudah berjalan seperti seharusnya. Anda harus semangat, semua hampir berakhir !" Ucap ketua tim pengacara Bagas sambil menepuk pelan pundak Bagas. "Beri kami waktu 2 hari, kami akan mengusur pembebasan bersyarat untuk anda !" Bagas hanya diam mendengar semua ucapan pengacaranya. Mendadak Bagas kehilangan kemampuannya untuk berbicara.


γ€€

__ADS_1


"Ayolah...semua belum berakhir ", sekali lagi lelaki tua yang menjadi ketua dari tim pengacara Bagas memberi semangat padanya, tepat sesaat sebelum sipir penjara pengadilan membawa Bagas kembali ke ruang tahanan.


γ€€


Hukuman apa yang akan diberikan pihak perusahaan padaku ?


Tanya Bagas terus, berulang-ulang selama kakinya melangkah di kawal keluar ruang sidang pagi ini.


γ€€


γ€€


***************


γ€€


Nia membuka sedikit pintu kamar Aisakha, membiarkan kepalanya masuk dan sibuk memperhatikan isi kamar sejauh matanya mampu menjelajah.


γ€€


Loh kok ?Β Ternyata Nia berhasil menemukan keberadaan Aisakha di dalam kamar yang masih sedikit gelap. Seluruh tirai di kamar itu belum di buka.


γ€€


"Lita, kamu ke bawah aja ya !" Perintah Nia pada Lita si pelayannya ini yang masih setia menungguinya.


γ€€


"Baiklah nona, kalau nona perlu sesuatu panggil saja saya ". Ucap Lita sambil menunduk hormat dan berjalan menjauh, kembali turun ke lantai 1.


γ€€


Melihat Lita telah jauh dari pandangan matanya, Nia pun membuka pintu kamar Aisakha semakin lebar. Nia berjalan pelan, perlahan-lahan mendekat ke arah ranjang besar Aisakha. Ternyata benar tebakan Nia tadi, kalau kekasihnya itu masih meringkuk di ranjang besar berseprai putih itu.


γ€€


γ€€


"Enggak panas kok ", guman Nia pelan setelah memastikan tidak ada perubahan suhu yang ekstrim di kening Aisakha.


γ€€


Dan sama seperti tadi, saat Ni mendekatkan punggung tangannya ke arah kening Aisakha secara perlahan. Maka seperti itulah sekarang, saat Nia ingin menarik tangannya dia pun melakukannya secara perlahan. Nia takut kegiatannya itu bisa membangunkan Aisakha.


γ€€


Perlahan dan sangat pelan, Nia berhasil menjauhkan tangannya beberapa inci dar kening Aisakha. Terus seperti itu dan Nia sudah berdiri sempurna. "Sepertinya Mas kecapekan deh, mungkin semalam bergadang menyelesaikan pekerjaan ", guman pelan Nia tentang asumsinya penyebab Aisakha belum juga bangun pagi. Akhirnya Nia berencana akan berjalan menjauh dari ranjang Aisakha dan membuka tirai-tirai penutup jendela. Nia berniat membiarkan mentari pagi menemui sang kekasih, mungkin hal itu bisa mengurangi efek letih Aisakha dan membuatnya terjaga. Tapi tanpa di sadari oleh Nia, saat dirinya hendak berbalik badan, tangan Aisakha malah mengapai tangannya. Aisakha menarik tangan Nia hingga membuat Nia terlonjak kaget, Nia sedikit hilang keseimbangan dan terduduk di ranjang empuk Aisakha.


γ€€


"Sayang, kamu sudah bangun rupanya ", tanya Nia sambil mencoba melepaskan tangannya dari gengaman Aisakha.


γ€€


Bukannya berhasil melepaskan tangannya, yang ada Aisakha malah sedikit mengeser tubuhnya mendekat ke arah Nia, kemudian dalam diam dia meletakkan kepalanya di atas pangkuan Nia, Aisakha berbaring dengan berbantalkan kedua paha Nia.


γ€€


Nia tertegu, perasaannya campur aduk, posisi kepala Aisakha yang berada di pangkuannya terasa intens baginya, seumur-umur baru kali ini Nia berada dalam situasi seperti ini. Tengerokon Nia terlihat bergerak, dia sedang berusaha menelan sulivannya sendiri. "Sayang....?" Panggil Nia sambil mengusap-usap rambut hitam tebal Aisakha.


γ€€

__ADS_1


"Biarkan aku seperti ini sebenatar !" Suara berat nan seksi Aisakha terdengar di telinga Nia. Nia pun diam, sebagai respon darinya atas permintaan Aisakha barusan. Tetapi kegiatan tangannya mengusap-usap rambut Aisakha tetap dilanjutkannya.


γ€€


Enak sekali rasanya saat jemariku terbenam di rambutmuΒ  sayang, heheheh...


Cenggir Nia dalam hati saat jemarinya sedang terlihat sibuk di kepala Aisakha.


γ€€


"Mas bergadang ya semalam ? Banyak pekerjaan ya ?" Tanya Nia setelah waktu berjalan beberapa menit. Aisakha masih terlihat nyaman dan sepertinya belum berencana menyudahi semua.


γ€€


"Sayang....?" Nia kembali bersuara saat detik demi detik berikutnya berlalu.


γ€€


"Nia...", dengan mata masih terpejam Aisakha membuka mulutnya. "Benarkah kamu mencintaiku ?"


γ€€


"Tentu saja sayang, aku sangat mencintaimu ", jawab Nia cepat tanpa ragu.


γ€€


"Maukah kamu berjanji padaku ?" Nia terlihat mengerutkan keningnya, dia sedikit heran. Sebenarnya ada apa dengan kekasihnya itu pagi ini, sikapnya terasa agak berbeda bagi Nia.


γ€€


"Apa yang Mas inginkan ?" Tanya Nia kemudian


γ€€


"Berjanjilah kamu tidak akan meninggalkanku !" Ucap Aisakha terdengar sangat serius di telinga Nia .


γ€€


"Hanya saat Tuhan mengambil nyawaku, aku baru bisa menjauh darimu sayang ". Jawab Nia sungguh-sungguh.


γ€€


"Dan aku akan meminta pada Tuhan untuk mengambil nyawaku satu hari sebelummu, aku tidak akan sanggup hidup tanpamu Nia. Aku sangat mencintaimu ". Sekarang Aisakha membuka matanya dan menatap Nia dalam. Nia tahu semua yang diucapkan Aisakha adalah benar.


γ€€


"Aku pun sangat mencintaimu calon suamiku ", Nia meletakkan kedua tangannya di pipi Aisakha sambil tersenyum manis pada lelaki pujaan hatinya itu.


γ€€


Lama sepasang kekasih ini saling beradu tatap, merek saling menemukan cinta tulus di pancaran bahagia mata masing-masing. Tahulah Aisakha kalau ucapa Nia jujur, dia bisa melihat kalau saat ini Nia memang benar-benar telah membuka hati utuh hanya untuk dirinya, dialah pemilik cinta suci Nia seorang.


γ€€


"Terima kasih calon isteriku ". Aisakha pun membalas senyum manis Nia. Hilang sudah semua kegundahan hati Aisakha, penyebab lelaki ini mendadak hilang semangat pagi karena ingatannya membawanya kembali pada cerita Kristo semalam, sekarang Aisakha benar-benar tenang, tahulah hatinya bahwa Nia tidak akan meninggalkannya, Nia memang hanya miliknya seorang.


γ€€


Nia mendekatkan bibir mungilnya ke arah kening Aisakha, Aisakha memejamkan matanya, Nia mengecup lama kening lelaki tampan itu dengan sepenuh jiwa. "Aku sangat mencintaimu sayang ".


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2