SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
97


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Nia 10 menit lebih dulu tiba di gedung tempat acara sumpah pernikahannya akan berlangsung. Segera Alika dan para sepupu Nia membawa Nia ke kamar atas di lantai 2 aula. Sesuai perjanjian, selama proses pernikahanΒ  Nia akan di sembunyikan keluarganya dulu dan setelah proses sumpah suci selesai, barulah Nia akan di pertemukan dengan Aisakha. Nanti Tomi yang mendapat tugas mulia itu. Sepupu yang sangat di sayangi Nia ini akan mengantarkan Nia sampai kehadapan suaminya, Aisakha.


γ€€


Jadilah sekarang Nia benar-benar deg-degan, detak jantungnya berpacu cepat, ritmenya berteriak kuat. Nia cemas, tetapi Nia juga tidak sabar. Sepuluh hari tanpa melihat sosok wajah si tampan tercintanya benar-benar membuat rasa rindu di dalam dada Nia berpuluh-puluh kali lipat jumlahnya. Seumur-umur, baru kali ini Nia merasakan betapa lelah hatinya menahan rindu kepada sosok yang di cinta. Jadilah Nia sekarang duduk dengan kecemasan menjadi-jadi, tanpa di sadarinya tangannya mulai mendingin.


γ€€


"Kakak gak perlu cemas gituh, bang Sakha pasti akan lancar dalam proses pengucapan sumpah nanti ". Tomi berusaha menyakinkan Nia.


γ€€


Beralih ke aula di lantai satu, kehebohan mulai terdengar. Semua mata sibuk memandang ke arah Aisakha yang sedang berjalan ke arah aula. Luar biasa gagahnya lelaki tampan ini, bentuk rahang tegasnya membuat semua orang yakin, Aisakha sudah tidak sabar ingin segera memperisteri Nia.


γ€€


Jadilah sesaat kemudian suasana menghening seketika, susunan sakral acara di mulai, waktunya Aisakha mengucap sumpah. Dug, dug, dug....di tengah suara ribut jantungnya, suara tegas dan keras Aisakha membuat Paman tersenyum bangga.


γ€€


Cepat dan tanpa jedah, bagai pusaran mimpi indah, sekarang Aisakha telah resmi mempersunting Nia. Semua bertepuk tangan, berulang-ulang, suara derap kebahagiaan mengema, bergemuruh membahana. Sang Mama tersayang sedang memeluk syukur Bibi Ros. Aisakha terharu, Paman pun memeluknya tenang.


γ€€


"Sekarang jemputlah isterimu menantuku !" Paman melepas pelukannya dari Aisakha.


γ€€


Aisakha mencium punggung tangan Paman. Entah bagaimana caranya menyembunyikan kebahagiaannya. Sekarang hatinya sedang merona, Aisakha terlalu bahagia.


γ€€


Dengan senyum terkembang Aisakha menghampiri sang Mama dan Bibi Ros, mencium hormat tangan ibu-ibu hebat itu yang luar biasa berjasa dalam hidupnya, barulah setelah itu Aisakha melangkah pasti menunju tangga Aula.


γ€€


γ€€


"Bapak, Ibu yang kami hormati. Para undangan yang kami muliakan ". Suara pembawa acara terdengar memecah perhatian. "Sekarang marilah kita sambut kedatangan nyonya Syania Aisakha Elang Britania ". Tunjuk pembawa acara kearah lantai 2 aula.


γ€€

__ADS_1


Semua mata sibuk mengikuti arah tangan pembawa acara. Beratus pasang mata sangat di buat penasaran dengan sosok isteri Aisakha ini. Acara hari ini tidak hanya di hadiri keluarga inti, tetapi colega bisnis Aisakha pun juga datang. Semua penasaran, siapakah pemenang hati lelaki tampan yang terlihat bersemangat di ujung anak tangga sana.


γ€€


Alunan musik merdu merayu terdengar, sosok tinggi Tomi nampak menjulang di atas, semua mulai menahan nafas praduga seperti apakah paras Nia.


γ€€


Tomi turun dengan siku di gandeng wanita, gaun putih panjang bertabur kristal mahal membuat mata silau, baru kelihatan baju saja, semua orang sudah memuji Nia. Padahal ini belum lihat wajahnya loh.


γ€€


Langkah Tomi kembali terdengar di urutan anak tangga berikutnya, perlahan dan terus turun. "Wowwww....", suara para lelaki di ujung sana mengagumi si pengantin Wanita. Dan aneka kata pujian terangkai dari para wanita saat wajah Nia terlihat jelas.


γ€€


γ€€


Nia tersenyum cerah, matanya menapat rindu pada Aisakha. Sedang Aisakha, mendadak dia lupa menarik nafas, dirinya terlalu terpesona dengan sosok isteri tercintanya itu.


γ€€


γ€€


"Bang ", Tomi menunduk hormat pada Aisakha. "Jaga baik-baik kakakku ya ! Jangan pernah menyakiti dia !" Ucap Tomi sambil melepaskan tangan Nia dan menyerahkannya pada Aisakha.


γ€€


γ€€


γ€€


Tomi menganguk paham, kemudian "kak, tugasku mengantarkanmu pada suamimu sudah selesai. Sekarang hidup berbahagialah ya kak, abang Sakha sangat mencintaimu ". Tomi menatap Nia.


γ€€


Mata Nia berkaca-kaca, hatinya tersentuh. Tomi begitu dewasa, begitu pandai merangkai kata.


γ€€


"Terima kasih Tomi ". Ucap Nia nyaris menjatuhkan air matanya.


γ€€


γ€€

__ADS_1


******************


Sementara itu....


γ€€


Di sebuah Kota, persisnya di sebuah daerah di Kota di Lampung Selatan.


γ€€


Suara sumpah serapah seorang lelaki muda sedang bergema di kamar kost sederhana. Suara televisi yang sedang menyiarkan berita akbar pernikahan milyader asal Jakarta nyaris memenuhi televisi ukuran 32 inchi itu. Marah, sangat marah, sosok lelaki itu bahkan sampai melempar televisinya sendiri dengan gelas yang sedang berada dalam gengamannya.


γ€€


"Diam !" Bentaknya kesal pada barang elektronik yang sudah rusak itu.


γ€€


"Setannnnnn......kau ", teriaknya keras, entah pada siapa.


γ€€


"Dia milikku, kau dengar ? Dia milikku ! Kenapa kau merebutnya ?"


γ€€


"Aku bertahan sampai detik ini karena dia, dan kau...berani benar kau menikahinya !"


γ€€


"Nia hanya milikku !"


γ€€


Prangggkkkkk....entah jenis benda apa lagi yang telah menghantam kebumi.


γ€€


"Kalau aku tidak bisa memiliki Nia, maka kau juga tidak berhak ! Tidak ada siapapun yang berhak !" Ada suara tarikan nafas dalam. "Kau dengar tuan Aisakha yang terhormat ? Kau juga tidak berhak !"


γ€€


"Kalau aku tidak bisa mendapatkan hatinya, lebih baik Nia pergi saja selamanya. Aku tidak pernah mengizinkan kau memilikinya, TIDAK PERNAH !" Suara teriakan yang sepenuh jiwa ini, benar-benar membuat merinding siapa saja yang mendengarkannya.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2