
🌈🌈🌈🌈🌈
 
"Apa yang kamu lamunkan Nia ?" Tangan Bibi yang telah menyentuh tangan kanan Nia, membuat dirinya tersadar kembali dari peristiwa semalam. Nia mengeleng dan mengambil menu sarapannya, mengunyah pelan sambil sesekali menatap Alex yang masih sibuk dengan menu sarapannya.
 
"Kalau ada masalah, jangan di simpan sendiri. Itu tidaklah baik, apa lagi kamu akan segera menikah. Biasanya banyak cobaan datang untuk melemahkan hatimu ". Suara Paman membuat Nia mengangkat wajahnya dan menatap lama ke arah mata teduh itu. "Ingatlah Nia...banyak cinta untukmu dari kami semua, dan ingat pula ada seorang lelaki yang siap menyerahkan nyawanya hanya padamu. Lelaki bodoh yang begitu mencintai kamu hingga memujamu setiap waktu. Dia sudah tidak sabar untuk mempersuntingmu ".
 
Nia mengangguk dan tersenyum pada Paman. Nia merasa senang, sosok lelaki paruh baya ini begitu tahu cara merangkai kata untuk menasehati dirinya. Meskipun Nia sedari lahir tidak pernah tahu rasanya kasih sayang seorang ayah, tetapi keberadaan Paman bisa mewakili apa rasanya disayangi oleh seorang ayah.
 
"Masalah syarat yang kami ajukan, percayalah nak itu semua demi kamu. Nanti setelah kami resmi menikah, kamu akan tahu apa hikmah semuanya ". Bibi mengusap-usap rambut Nia.
 
"Iya Nia, percaya sama Mama dan Papa. Ada hikmah di balik syarat itu ". Alika ikut bersuara sambil mengedipkan sebelah matanya.
 
"Hehehehe...", Nia cekikikan pelan. "Tentang syarat, aku sungguh tidak memikirkannya. Paman dan Bibi jangan ragu ".
 
"Lantas, kalau bukan karena syarat itu. Kenapa kamu murung saja sepanjang waktu semalam ? Membuat abang iparku sangat khawatir ?" Tanya Alika serius.
 
"Itu...itu mungkin karena aku lelah saja ". Bohong Nia.
 
"Kalau begitu benar dong usul Alex ?" Ucap Alika sambil mencium pipi gembul buah hatinya. "Pergi main sama Alex pasti akan membuat lelah Bunda hilang. Iyakan sayang ?"
 
__ADS_1
Alex mengangguk-anggukan kepalanya, seakan paham dengan semua penuturan Alika padanya.
 
******************
 
"Sudah ?" Tanya Alika saat Nia selesai membayar belanjaan mereka di meja kasir.
 
"Hemmm ", jawab Nia sambil tertawa senang memamerkan barang belanjaan mereka.
 
"Selanjutnya sebelah sana ya bunda !" Tunjuk Alika ke sebuah butik tepat di seberang jalan.
 
"Ayoooo, siapa takut ". Tantang Nia yang di ikuti derai tawa mereka berdua.
 
 
Nia, Alika beserta sejumlah pengawal telah sampai di sebuah butik berikutnya.
 
"Silahkan nona !" Dengan ramah si pelayan ini mengajak Nia dan Alika berjalan lebih ke dalam lagi.
 
Sementara itu, Alex terlihat enggan. Akhirnya seorang pengawal Nia menawarkan diri mengendong Alex di sudut lain butik. Jadilah sekarang Alika melenggang besar memilah semua yang dia suka tanpa repot dengan tangan lainnya. Sementara Nia, Nia juga berjalan ke sisi lain ruangan bersama Bayu yang sedang menenteng belanjaan Nia, Bayu yang selalu setia mengekorinya.
 
"Aduh....", Nia nyaris terjatuh. Saat tanpa sengaja seorang Ibu mendorong tubuhnya ke arah kiri. Entah kenapa, tetapi Ibu itu cukup menyesali perbuatannya. Untung saja ada sosok tangan kekar segera menangkap Nia, memeluk Nia dan berusaha melindunginya.
__ADS_1
 
Dug, dug, dug...jantung Nia berlari keras. Kaget terdorong dan kaget di bawa dalam sebuah pelukan.
 
"Nonaaaa ". Bayu membuang begitu saja semua barang belanjaan Nia, mendekati Nia secepatnya.
 
Pelukan terlepas, tetapi jantung Nia masih berdegub keras.
 
"Nona baik-baik saja ?" Tanya Bayu memperhatikan sang majikan dari atas sampai bawah.
 
"Saya, saya baik-baik saja ". Nia memegang dadanya.
 
"Syukurlah ". Suara Bayu terdengar sangat lega.
 
"Mana, mana lelaki yang tadi menolong saya ?" Tanya Nia sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah.
 
"Sepertinya telah pergi nona ". Jawab Bayu senang.
 
Untung sudah pergi, lebih untung lagi enggak ada tuan pas adegan penyelamatan tadi terjadi. Kalau tidak bisa tamat riwayatku. Dalam pengawasanku nona malah hampir jatuh, parahnya lagi malah di tolong dan di peluk seorang lelaki. Habis aku...
 
"Nona tolong jangan jauh-jauh dari saya ya !" Pinta Bayu kemudian yang hanya di iyakan singkat oleh Nia.
__ADS_1