SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 26


__ADS_3

Kurang Dari Dua Jam


🌈🌈🌈🌈🌈


 


Aisakha merasa kemeja dibagian dadanya telah lembab, sepertinya air mata Nia telah membuat basah baju kerjanya itu. Tetapi Aisakha tidak mempermasalahkan hal tersebut, yang penting baginya Nia bisa tenang, bisa berhenti menangis. Melihat Nia menangis membuat hatinya benar-benar merasa sakit, dia benci melihat Nia begitu terpuruk, begitu ketakukan, begitu pucat. Aisakha berusaha keras menenangkan Nia.


 


"Sudah, sudah Nia, ada aku di sini. Semua akan baik-baik saja, aku janji padamu, semua akan baik-baik saja". Kembali Aisakha membelai lembut rambut panjang Nia, sambil membisikkan kata-kata yang mungkin bisa menenangkan Nia.


 


Andai saja, dia bisa, ingin sekali rasanya dia memaksa Nia untuk bercerita. Apa yang sebenarnya telah terjadi tiga tahun yang lalu. Kenapa Nia berusaha melupakan kejadian tiga tahun yang lalu, ya tentu saja. Nia pasti berusaha melupakan sesuatu yang telah terjadi, sehingga Nia pun telah melupakannya. Lelaki yang mengenggam jemari lentiknya saat di pesawat, lelaki yang terus mengenggam tangan Nia sepanjang penerbangan, lelaki yang membuat Nia merasa terlindungi hingga Nia tertidur lelap saat itu, dan Aisakha adalah lelaki yang telah berjanji akan menjaga Nia. Tetapi tidak mungkin, sangat tidak mungkin bagi Aisakha untuk memaksa Nia menceritakan semua sakit yang di rasa Nia kepadanya sekarang.


 


Lama Kristo terdiam diposisi berdirinya, pemandangan yang disuguhkan Nia saat ia bertanya tentang sang majikan di dalam pesawat tiga tahun yang lalu sungguh di luar dugaannya. Ada rasa takut dalam dirinya sekarang, Bagaimana kalau nona Nia kenapa-napa? Bisa marah besar tuan padaku, bisa tamat riwayatku di tangan tuan. Baru juga bertemu, sudah membuat anda menangis. Astaga, aku hanya ingin membuat anda ingat pada tuan, nona. Aku tidak berniat menyakiti anda.


 


"Kristo, pergilah buatkan teh hangat untuk Nia, kemudian bawakan makan siangku dan Nia ke sini. Setelah itu batalkan semua kegiatanku siang ini. Jangan ganggu aku kalau aku tidak memanggil siapa pun masuk ke dalam!" Perintah Aisakha yang segera dilaksanakan olehnya.


 


Kristo menemui petugas lobby di depan ruang kerja Aisakha. Memberi perintah untuk segera meminta bagian pentry membuatkan teh hangat, kemudian meminta ia menghubungi sopir pribadi tuannya agar membawakan menu makan siang dari restoran yang biasa dikunjungi tuannya. Terakhir Kristo memastikan kepada petugas lobby agar membatalkan semua jadwal kegiatan sang tuan siang itu serta tidak ada siapa pun yang bisa masuk ke dalam ruang kerja sang tuan tanpa izinnya.


 


Tidak berapa lama bagian pentry pun datang membawakan teh hangat pesanan Kristo lengkap dengan menu makan siang yang sudah tertata rapi di dalam piring saji. Kristo membawa semua ke ruang kerja tuannya. Menyusun rapi di atas meja dekat sofa sang tuan dan Nia duduk. Dengan gerakan tangan Aisakha menyuruh Kristo keluar, Kristo pun patuh pada perintah tuannya. Pelan, Kristo kembali menutup pintu ruangan tersebut dan berlalu kembali dalam ruang kerjanya sendiri.


 

__ADS_1


"Minumlah dulu", terdengar suara pelan Aisakha di telinga Nia. Nia hanya menggelang sebagai balasan permintaan Aisakha tadi.


 


"Jangan menangis lagi, ada ada aku di sini". Kembali Aisakha mempererat pelukannya pada Nia.


 


Entah sudah berapa detik dan menit yang Aisakha lalui untuk memeluk dan menenangkan Nia, hingga akhirnya dia bisa mendengar tidak ada lagi suara isak tangis Nia, tidak ada lagi air mata yang jatuh membasahi kemejanya dan sepertinya suara nafas Nia sudah sangat teratur. Jangan-jangan Nia tertidur. Pelan Aisakha memperhatikan rawut wajah pucat Nia yang memang ternyata telah tertidur dalam pelukannya. Seperti tiga tahun yang lalu, kamu tertidur setelah lelah menangis, aku janji tidak akan ada lagi air mata jatuh karena rasa sakit di hidupmu, aku akan menjagamu sayang.


 


Entah kenapa Aisakha membuat janji di dalam hatinya untuk Nia, rasanya dia sangat sanggup untuk menjaga dan membahagiakan seorang Nia seumur hidupnya, bahkan Aisakha telah merubah panggilan Nia sekarang. Bukan cantik lagi, melainkan sayang. Ya mungkin dia belum menyadarinya, tetapi Aisakha memang menyayangi Nia bahkan sangat menyayangi si cantik itu.


 


Sangat berhati-hati karena takut membangunkan Nia, Aisakha mengendong tubuh mungil Nia masuk ke dalam ruang istirahat di pojok kiri ruang kerjanya. Dengan pelan Aisakha menurunkan tubuh Nia di atas ranjang yang biasa dipakainya untuk beristirahat saat di kantor. Nia tidak bergeming, tetap terlelap walaupun sekarang telah dipindahkan Aisakha ke ranjang. Di kecupnya kening Nia dan dia segera beranjak dari sisi ranjang, dia ingin membiarkan Nia beristirahat sejenak.


 


 


"Keruangan sekarang!" Perintah Aisakha di telepon kepada Kristo. Selang beberapa detik, Kristo telah berdiri di hadapannya.


 


"Cari semua informasi tentang Nia, dan ingat, semua!" Perintah tegas Aisakha.


 


"Baik tuan akan saya laksanakan". Kristo berniat segera keluar dari ruangan kerja majikannya untuk langsung memulai melaksanakan perintah tersebut, tetapi saat badannya hendak berbalik.


 

__ADS_1


"Bawa keluar teh itu dan nanti kira-kira dua puluh menit lagi ganti dengan teh hangat baru!" Suara Aisakha membuat Kristo membatalkan niat berbalik badan.


 


"Baik tuan". Kristo menyanggupi permintaan sang majikan. "Tuan tidak makan siang dulu?" Tanya Kristo saat memperhatikan menu makan siang sang majikan masih utuh.


 


"Saya tidak lapar, entahlah kalau Nia bangun nanti". Jawab Aisakha sambil memperhatikan aneka makanan yang telah di tata Kristo tadi.


 


"Satu lagi, saya gak mau semua informasi tentang Nia baru tiga tahun kemudian sampai ke tangan saya". Suara kesal Aisakha.


 


Tersadar dengan kesalahannya sendiri selama pencarian Nia hingga tiga tahun berlalu, serasa mendapat tamparan keras. Kristo menarik nafas penyesalannya, "saya benar-benar minta maaf tuan. Semua memang kesalahan saya, maafkan saya tuan. Tapi kali ini saya janji, kurang dari dua jam semua informasi tentang nona Nia sudah ada di meja anda".


 


"Ingat, kurang dari dua jam". Jawab Aisakha tegas. "Bersukurlah kamu, aku masih mengampuni kesalahanmu". Ujar Aisakha sambil menatap kesal pada Kristo.


 


Aku memang sangat bersukur tuan mengampuniku, jujur sedari tadi aku sudah takut membayangkan hukuman apa yang akan tuan jatuhkan padaku. Tuan, aku janji kali ini dan kedepannya, hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi. "Saya telah mengecewakan tuan, saya benar-benar minta maaf tuan dan saya sangat berterima kasih tuan mau mengampuni saya. Saja berjanji tuan, kesalahan selama tiga tahun ini adalah pertama dan terakhir. Saya berjanji tuan".


 


Aisakha hanya diam tidak menjawab permohonan Kristo.


 


Kemudian, Kristo pun pamit dan segera kembali ke ruang kerjanya, dia sibuk menelepon dan terkadang memainkan mouse di laptop yang terletak di meja kerjanya. Terkadang dia mengelang, terkadang dia berguman sendiri dan terkadang dia terlihat emosi. Entah apa informasi yang telah ditemukan Kristo, tetapi yang jelas emosinya kurang stabil sekarang, tampilan layar di laptopnya membuat emosinya tersulut. Apakah gerangan informasi yang telah ditemukan Kristo?

__ADS_1


 


 


__ADS_2