SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
54


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


"Heh...kau ini, apa maksudmu datang terlambat ? Sengaja, mau memboikot pernikahanku ?" Tanya Edo dengan kesalnya pada Toni saat Toni sudah duduk di sampingnya di dalam balairoom selatan hotel bintang 5 itu.


γ€€


"Biasa aja bro, nggak usah kayak gituh wajah kecewanya. Kayak mempelai pria yang sedang jatuh cinta saja ". Ejek Toni santai pada Edo.


γ€€


"Aku memang bukan mempelai pria seperti yang kau maksud, tapi setidaknya aku konsiste. Janjian jam setengah delapan, ya aku ontime. Gak kayak pendamping mempelai pria ini ". Tunjuk Edo ke wajah Toni. "Sudah terlambat, santai lagi ". Edo memasang wajah malas pada Toni.


γ€€


"Maaf deh, lagi pula cuma telat dikit dan itu bukan aku sengaja Do ". Toni memegang bahu Edo sesaat. "Aku tepat waktu kok, hanya saja waktu mau menuju balairoom ini. Aku ketemu sama Ibu dari pemilik hotel ini. Jadi ya, tersangkut deh bentar ".


γ€€


"Ibu dari pemilik hotel ini ?" Edo mengulang perkataan Toni barusan. "Maksud kamu, kamu ketemu sama Ibunya tuan Aisakha ?" Tanya Edo tidak percaya.


γ€€


"Iyapppp ". Jawab Toni acuh.


γ€€


"Serius, kok bisa ? Kamu gimana bisa kenal keluarga milyader itu Ton? Sama si tuan Aisakha itu kamu kenal juga dong ? ". Wajah Edo berubah sangat antusia saat ini. "Kenapa kamu gak pernah cerita sih ?"


γ€€


"Hey...banyak banget pertanyaanmu. Satu-satu napa ". Toni memasang wajah malas, menanggapi banyaknya pertanyaan Edo padanya.


γ€€


"Seriuslah.. !" Pinta Edo sungguh-sungguh.


γ€€


"Mamaku dan tante Winata, Mamanya tuan Aisakha sama-sama pendiri yayasan panti asuhan di daerah Lama Jana, kamu ingat ceritaku dulu tentang masalah panti asuahan itu ?" Tanya Toni di awal penjelasannya pada Edo. Dan Edopun merespon dengan anggukan kepala.


γ€€


"Setelah panti asuhan itu berjalan seperti seharusnya, Mama dan tante Nata di daulat menjadi pengurus di sana. Jadi aku sering anterin Mama untuk kegiatan panti asuahan mereka itu. Di sinilah aku kenal tante Nata, tapi aku hanya kenal tante nata saja. Sama anaknya, tuan Aisakha, aku sama sekali belum pernah ketemu ". Jawab Toni jujur.


γ€€


"Wah...kalau gituh boleh dong aku minta bantuanmu ". Ucap Edo sambil menaikan kedua alisnya.

__ADS_1


γ€€


"Ayoooo,Β  calon manten prianya ke sini lagi ! Kita mulai gladynya ". Suara lelaki yang terlihat berpakaian serba putih di ujung dalam balairoom itu memanggil Edo. Akibatnya, Toni segera menutup mulutnya rapat dan berdiri memgikuti Edo yang sepertinya berniat mendatangi si lelaki berbaju putih.


γ€€


γ€€


***************


γ€€


γ€€


Di sisi lain hotel, tepatnya di aula tempat acara perkenalan Nia di tengah keluarga Britana sedang berlangsung....


γ€€


"Nia, ini Paman Joy. Kakak pertama dari mendiang Papaku ". Aisakha terlihat masih memperkenalkan Nia pada lelaki yang sedang tersenyum padanya itu. "Dan ini Bibi Ana, isteri Paman ". Tunjuk Aisakha pada wanita paruh baya yang terlihat anggun dengan dress biru tuanya.


γ€€


"Paman, Bibi...salam kenal. Saya Nia ". Ucap Nia penuh hormat pada pasangan suami isteri itu.


γ€€


γ€€


"Sepupu tampan ". Sapa si gadis muda tepat di saat Aisakha dan Nia telah sampai di depannya.


γ€€


"Hallo kakak ipar cantik ". Gadis muda itu menyapa Nia dengan ramah. "Perkenalkan, aku Yanina ". Gadis itu mengulurkan tangannya pada Nia.


γ€€


"Ooo, hai Yanina. Aku Nia ". Balas Nia sambil tersenyum dan menerima uluran tangan Yanina padanya.


γ€€


"Yanina sepupuku Nia, anak dari Bulek Tamaran dan Paklek Agung ". Bukek Tamara itu adiknya Mama.


γ€€


"Oooo, begitu ya Mas ". Nia sedang berusaha menghafal puluhan nama dan status mereka di dalam keluarga besar Aisakha. Agak rumit, karena jumlah mereka yang banyak, itu yang di rasakan oleh Nia.


γ€€


"Kakak ipar cantik, kamu hebat deh ". Puji Yanina sambil mengangkat jempol kanannya ke arah Nia.

__ADS_1


γ€€


"Benarkah ? Kenapa begitu ?" Tanya Nia heran.


γ€€


"Yaaaa, karena sudah banyak wanita yang di jodohkan Bude sama sepupu tampanku ini, ternyata kakak iparlah yang berhasil mendapatkan cintanya ". Nia melihat heran ke arah Aisakha.Β Perjodohan ? Wanita cantik ? Apakah ada yang belum aku tahu ya ?


Pikir Nia kemudian.


γ€€


"Yani, kamu ini bicara apa ?" Aisakha segera menjauhkan Nia dari sepupunya. "Sudah jangan hiraukan dia, dia sengaja mau menjahili kamu ". Ucap Aisakha kemudian.


γ€€


γ€€


***************


γ€€


EPILOG....


γ€€


Aisakha masuk bergandengan tangan bersama Nia ke dalam aula. Mendadak suara ribut khas keluarg besar sedang kumpul hilang, sunyi senyap. Semu mata fokus memandang pada Aisakha dan wanita cantik yang berjalan di sampingnya.


γ€€


"Paman, Bibi, Pakde Bude, Bulek, Om, Tante dan semua sepupuku. Mohon perhatiannya sebentar ". Kata -kata pertama yang diucapkan oleh Aisakha saat dirinya berhasil membiat seluruh kekuarga besar keluarganya mengarah kepadanya.


γ€€


"Mohon izin kepada para Paman tertua, untuk mulai bercerita. Untuk mempekenalkan Nia pada semuanya.


Aisakha pun melanjutkan memperkalkan Nia pada semuanya.


γ€€


"Perkenalkan, wanita cantik di sebalah Aisakha itu adalah Syania atau Nia panggilannya ". Tepat di saat Aisakha akan melanjutkan bicaranya, dia melihat sang Mama berjalan masuk aula. Spontan Aisaka membatalkan niatnya berbicara, dan memilih menunggu sang Mama mendekat untuk langsung memperkenalkan calon isterinya kepada semua keluarganya.


γ€€


Dan sekarang, Mama berdiri di samping Nia dan mulai melanjutkan kalimat demi kalimat yang sudah di rangkainya kepada semua hadirin yang hadir saat itu.


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2