SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
88


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


Nia terduduk di atas ranjang kamarnya, Nia sedang sibuk menghitung waktu. Sore tadi Aisakha berjanji akan menelepon dirinya pukul 8 ini. Jadilah Nia sibuk menatap jam dinding di kamarnya, bergantian dengan handphone hitam di dekat dirinya. Nia cukup kesal, kenapa bisa menunggu itu menjadi sangat melelahkan. Nia gelisah dalam rindu.


 


"Hallooooo ". Suara Nia setengah berteriak saking senangnya, membuat Aisakha tertawa pelan di dekat speker handphonenya.


 


"Merindukanku nyonya Aisakha ?" Tanya Aisakha.


 


"Sangat ". Rengek Nia manja.


 


"Sebesar apa rasa rindu itu ?" Suara Aisakha terdengar sangat merdu di telinga Nia.


 


"Sebesar rasa cintaku padamu ". Jawab Nia malu.


 


"Emmm, ternyata memang ada manfaatnya persyaratan dari keluargamu ya ? Baru sehari kita berpisah dan terbatas cara berkomunikasi, kamu sudah pandai mengombal nyonya Aisakha ".


 


Nia terkekeh pelan. "Ya mau bagaimana lagi sayang, aku memang sangat merindukanmu ". Canda Nia yang bisa di tebak malah membuat dirinya sendiri menjadi malu tiada tara.


 


"Apakah aku harus mengobati rasa rindu itu ?" Tawar Aisakha.


 


"Kalau aku bilang iya, apa yang akan kamu lakukan ?" Wajah Nia mulai merona.


 


"Gampang ". Jawab Aisakha santai. "Matikan teleponnya, aku akan ke sana sekarang ".


 

__ADS_1


"Hah ". Nia setengah menjerit. "Jangan, jangan sayang. Kalau sampai Pamam tahu, bisa kacau ". Larang Nia.


 


"Biar saja, demi nyonya Aisakha, aku berani kok. Walaupun itu harus menghadapi Paman ".


 


"Sayang....jangan coba-coba ". Larangan Nia keras.


 


"Ya...kalau kamu melarangku. Apa boleh buat. Biarkan aku mati merindu di sini ". Suara Aisakha di buat mengiba.


 


"Sayang...". Suara Nia sangat lembut. "Kamu harus jaga dirimu, demi aku !"


 


Aisakha berlonjak bahagia, kegirangan tidak terkira di ujung telepon. Untung saja Nia tidak melihat seperti apa kekanak-kanakannya kelakuan Aisakha saat ini.


 


Akhirnya adegan mengombal berlalu, Aisakha dan Nia terus bercerita. Sepertinya kedua insan ini memiliki banyak bahan obrolan. Hingga mereka terus dan terus saja bercerita berdua.


 


 


Satu persatu Nia membuka bungkusan bertumpuk di atas kasur bersihnya. Baju tidur seksi, Nia terkekeh pelan saat membayangkan betapa berani dirinya membeli benda yang sebenarnya sangat aneh menurut sudut mata Nia. Sebuah baju yang nyaris menerawang kesegala arah tubuh si pemakai, Nia hanya mengeleng malu membayangkan andai baju tersebut menempel di tubuhnya.


 


"Astaga ". Guman Nia sambil menutup wajahnya dengan baju tidur super seksi itu.


 


Cepat Nia melipat baju tidur yang di gengamnya tadi, menjauhkan dari pandangan matanya. Dan segera beralih ke tas belanjaan berikutnya.


 


Semua telah terbuka, tinggal satu tas lagi di atas meja riasnya. Sesaat Nia mengerjabkan mata, penuh tanda tanya saat memandang paperbag warna merah muda. "Kapan tas belanjaan itu ada di meja sana ya ?"


 


"Memang aku ada belanja itu ya ?" Nia mengapai tas berwarna pink itu dan segera membuka isinya.

__ADS_1


 


"Ini ?" Sesaat Nia benar-benar bingung. "Aku nggak pernah beli ini ". Nia yakin.


 


Nia mengeluarkan sebuah dress babydoll pink lembut dengan bunga kecil berwarna kuning dan hijau. Bukan tipe baju kesukaannya, Nia berkerut heran.


 


Baju di angkat, selembar kartu ucapan terjatuh.


 


Nia mulai membaca. "Ingat dulu aku pernah bilang, dress pink dengan taburan bunga sangat cantik untukmu ?" Emoji senyum. "Pake ya, kamu pasti sangat cantik seperti dulu ".


 


Nia melempar jauh kartu ucapan itu, susunan kata-katanya membuat jantung Nia berdegub kencang. Dug, dug, dug...Nia memandangi dalam baju yang masih berada di kedua tangannya.


 


"Kan benar...kamu cantik ". Sebuah tepuk tangan di hadiahkan sosok lelaki yang sedang memandangi Nia dalam balutan dres pink bertabur bunga kecil berwarna kuning dan hijau.


 


"Tapi aku gak suka, terlalu rame ". Rengek Nia malas.


 


"Sayangku...tapi ini cantik. Kamu sangat cantik, aku sampe nahan nafas loh ". Lelaki itu mengombali Nia.


 


"Ihhhhh, apaan coba ". Nia berlari bahagia masuk ke dalam bentangan tangan kokoh yang telah menunggunya.


 


"Tidak, tidakkkkk....". Nafas Nia tersengal, panjang berulang-ulang. Mendadak ingatannya yang tadi sempat melayang ke masa lalu, membuat Nia diam membeku. "Tidak, tidakkk ". Nia masih mengulang kata yang sama. Sepenuh jiwa Nia berusaha menepis memori di kala itu. Memori indah yang tanpa di sadari Nia membuat hatinya berkecamuk hebat.


 


"Ya Tuhan ". Nia membelai dress di tangannya dengan tatapan yang sulit di terka apa artinya. Mata Nia mulai berkaca-kaca. Dress pink bertabur bunga yang sama seperti masa lalu, hati Nia meronta dalam memori lamanya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2