
BAB 4
πππππ
γ
γ
Hari bersejarah tiba, masa yang paling dinantikan semuanya datang juga. Hari ini, tanggal ini dan beberapa saat lagi, Aisakha akan mempersunting Nia, mengesahkan wanita pujaannya itu selamanya dalam ikatan suci sebuah keluarga. Sungguh luar biasa debaran jantung Aisakha, sedari malam dirinya terus menunggu pagi tiba. Rasanya Aisakha sudah tidak bisa bertahan, ingin sekali dirinya memutar putaran jam agar segera sampai ke waktu pernikahannya.
γ
Dan pagi ini, Mama memperhatikan orang-orang kepercayaannya sedang mempersiapkan Aisakha. Taksido putih dengan gagah menutupi kesempurnaan tubuhnya. Rambut hitamnya di sisir rapi, aroma khas mint, rempah dan baccarat terpadu elegan di sekujur tubuhnya. Aisakha terlihat sudah sangat siap.
γ
"Anak tercinta Mama ". Mama meneteskan air mata haru melihat Aisakha berjalan ke arahnya.
γ
"Andai Papa ada bersama kita ". Mama memegang pipi Aisakha.
γ
"Ma, Papa ada bersama kita. Papa melihat dari surga sana dan Papa sangat berbahagia ". Ucap Aisakha sambil menghapus air mata Mama..
γ
"Ya, ya...kamu benar nak. Kamu benar ". Mama berusaha tersenyum.
γ
γ
"Apakah Mama berat melepas aku ?" Tanya Aisakha sambil memeluk Mama. "Kalau Mama berat, aku tidak akan melangkah. Aku ingin Mama selalu bahagia !"
γ
γ
"Ini, ini air mata bahagia nak. Setelah sekian lama, akhirnya kamu akan menikahi wanita yang sama-sama kita sayangi. Rasanya bagai mimpi, sebentar lagi Mama akan punya menantu seorang Nia ". Mama melepaskan pelukkannya dari Asiakha. Sambil merapikan jas panjang yang di pakai Aisakha, Mama lanjut berbicara. "Sakha, rasanya hidup Mama sudah sempurna. Gadis cantik yang luar biasalah yang akan menemani hari-harimu. Nia akan menghapus lelahmu, akan berbagi suka dan duka bersamamu. Mama benar-benar tenang sekarang ".
γ
"Nia dan Mama akan selalu menemani aku ! Dua wanita cantik akan selalu bersama aku dan nanti malah akan bertambah dengan para Sakha junior Ma ". Goda Aisakha sambil mengecup sayang kening Mama.
γ
__ADS_1
"Terima kasih untuk segala kasih sayang Mama, terima kasih untuk semua lelah Mama dalam membesarkan aku. Maafkan aku sudah buat Mama susah selama ini ". Aisakha mencium pungung tangan Mama lama.
γ
"Dengan restu Mama, aku akan memulai masa baru dalam hidupku, Ma bersama Nia ". Mama mengusap kepala Aisakha
γ
"Mama merestui kalian Nak, Mama sangat merestui ". Air mata kembali jatuh di pipi tua Mama. "Sudah sayang, kita berangkat lagi. Nanti calon isterimu lama menunggu !" Mama mengangkat dagu Aisakha, menatap dalam mata biru itu dan tersenyum senang. "Kamu tampang sekali nak ".
γ
Akhirnya ibu dan anak ini bergandengan tangan menuruni anak tangga villa megah mereka. Langkah Aisakha sudah sangat siap, hatinya sudah sangat mantap. Bersama para sahabatnya dan sekretaris kepercayaannya, mobil pengantin pria pun berjalan memecah lalu lintas Kota Bengkulu menuju gedung tempat sumpah janji Aisakha danΒ Nia akan berlangsung.
γ
Semua mata terpana, begitu banyak iring-iringan mobil-mobil mewah keluaran luar negeri sana bersusun rapi dalam jaln raya Kota yang sangat asri. Mobil para pengawal Aisakha, mobil Aisakha sendiri, di tambah deretan mobil keluarga besar Aisakha. Semuanya lengkap dan bersemangat, semua ingin menjadi saksi bersejarah yang akan berlangsung sebentar.
γ
γ
*******************
γ
γ
Nia sangat anggun dengan gaun putih yang menjuntai panjang di bawah kakinya. Gaun maha mahal bertabur kristal asli dengan aksen pita di pingang dan tepian sulam emas putih di ujung lengan panjangnya, sukses membuat semua mata tiada bosan memuji kesempurnaan gadis yang sebentar lagi akan menyandang nama Aisakha ini.
γ
Tidak hanya itu, rambut panjang Nia di sanggul kontemporer dengan ikatan bunga segar dan mahkota bertahta permata langka tersemat indah di kepalanya. Seikat bunga mawah putih kesukaan Nia pun sudah tergengam baik kedua tangannya.
γ
Paman tersenyum pada Nia, lelaki yang sebentar lagi akan menjalankan tugasnya sebagai wali Nia ini menatap Nia yang sedang di temani sang isteri tercinta.
γ
"Izinkan aku menyempurnakan hidup Nia, Sujoko ". Ucap Paman sambil mengengam kedua tangan Nia. "Bidadari kecilmu ini sudah dewasa, dia akan segera memulai hidup barunya. Yana, Sujoko, beri kesempatan aku untuk menjadi walinya ". Paman berucap penuh perasaan. Seakan sedang memohon izin pada sosok tak kasat mata untuk melaksanakan tugas pentingnya sebentar lagi.
γ
Bibi Ros menangis, bayangan akan kehadiran ayah dan Ibu Nia membuat hati Bibi sangat mengharu. Sosok saudara kandung yang telah melahirkan dan menjadikan Nia gadis baik membuat Bibi sangat merindu.
γ
__ADS_1
"Yana, anak gadis kita akan menikah ". Ucap bibi sambil ikut memegang tangan Nia. "Aku akan mengantarkannya, dan aku tahu Nia kita telah memilih lelaki terbaik. Kamu dan Mas Sujoko berbahagaialah di sana, lihatlah gadis kecil ini. Dia sungguh calon isteri idaman ". Pipi meletakkan tangan kanannya di pipi Nia.
γ
γ
"Terima kasih Paman..aku sedari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah. Tetapi aku punya Paman, semua terasa menyenangkan ". Nia tersenyum pada Paman.
γ
γ
"Dan Bibi, terima kasih banyak. Aku adalah gadis paling beruntung, berlimpah kasih sayang dari Ibu, nenek dan Bibi. Hidup aku sangat berwarna ". Nia memeluk Bibi penuh suka, hingga tanpa di sadarinya tetes air mata mulai jatuh di sudut mata Nia.
γ
γ
"Paman, Bibi tolong restui aku ! Aku mohon ". Air mata kedua kembali jatuh.
γ
γ
"Pasti, kami malah sangat merestuimu bersama Aisakha. Kami yakin, dia adalah lelaki yang memang Tuhan siapkan untukmu, Nia ". Ucap Bibi sambil terus berpelukan pada Nia.
γ
γ
Betapa terasa keharuan dalam kamar Nia saat ini, rasa bahagia yang membuncah hingga menimbulkan rasa berbunga-bunga pada diri setiap orang. Tetapi keharuan ini tidak bertahan lama, sosok makeup artis kondang di Jakarta yang telah di bayar mahal oleh Mama Aisakha, mendadak muncul memecah keheningan.
γ
"Hey...hellooooooo ", suara geram si Makeup artis memisahkan pelukan Nia dari Bibi Ros.
γ
"Tolonggg...tolong ya !Β Ini apa maksudnya membuat pengantinku menangis. Nggak tahu apa, aku udah nyiapin bidadari ini secantik mungkin ". Si makeup artis benar-benar sewot. "Ini apa ? Apa ?" Tunjuk makeup artis pada air mata Nia.
γ
γ
"Ya Tuhan, tolong bidadari cantik, jangan menangis ya, jangan membuat rusak kecantikanmu dengan air mata ". Si makeup artis sudah menarik Nia untuk kembali duduk di depan meja rias. Segera, secepatnya lelaki gemulai itu memperbaiki dandanan Nia.
γ
__ADS_1
γ