
Pemindahan Bibi Ros
πππππ
γ
Kristo mencatat semua jenis peralatan yang di minta oleh sang dokter, lengkap terperinci. Bahkan Kristo menyempatkan membaca ulang kertas yang telah di oret-oretnya itu sebelum akhirnya dirinya menelepon pihak Rumah Sakit milik sang tuan di Jakarta.
γ
Selesai dengan mendatangkan peralatan, sekarang Kristo beralih ke persiapan ruang perawatan Bibi Ros di Bunga Jaya. Kristo langsung memberi komando agar menyiapkan ruangan khusus untuk perawatan Bibi dari kekasih tuannya itu, bahkan Kristo juga meminta ruangan tersebut di buat senyaman mungkin. Tidak hanya bagi si pasien, tetapi juga untuk yang menjaga pasien. Harus di lengkapi tempat tidur bersih bagi yang jaga, harus ada sofa besar yang empuk buat yang jaga, harus ada televisi agar yang jaga tidak terlalu larut dalam sedih dan harus ada buah-buahan segar, agar yang jaga tetap sehat.
γ
Begitu banyaknya permintaan Kristo pada pihak Bunga Jaya dan semua dirinya lakukan semata-mata demi wanita yang sangat di cintai oleh sang tuan. Dengan kondisi seperti ini nona Nia pasti tidak akan mau pulang, tuan juga pasti tidak akan mau meninggalkan nona sendiri. Jadi, lebih baik aku persiapkan semuanya. Setidaknya buat jaga-jaga saja.Β Begitulah pikir Kristo sebelum dia memberi perintah tadi.
γ
γ
**********
γ
"Maaf, saya lancang mengambil keputusan". Dengan penuh ketulusan Aisakha memohon maaf pada Pandu dan Alika.
γ
"A-apa benar tuan adalah pemilik Sunjaya Company". Pandu masih berada dalam keterkejutannya tadi di saat dia mendengar Aisakha memperkenalkam diri.
γ
"Perkenalkan Mas, nama saya Aisakha Elang Britana. Saya adalah kekasih Nia, lebih tepatnya calon suami Syania Fira Sujoko". Aisakha kembali memperkenalkan diri dengan penuh keyakinannya sambil mengulurkan tangan pada Pandu.
γ
"Astagaaa". Ucap Pandu sangat tidak percaya. "Bagaimana bisa?" Sambil membalas jabat tangan dari Aisakha.
γ
"Hah, ca-calon suami? Tapi, tapi Nia enggak pernah cerita". Sekarang Alika malah yang sukses di buat terkejut oleh penjelasan Aisakha tadi.
γ
"Itu..itu..", Nia tidak tahu harus memulai dari mana penjelasannya.
γ
__ADS_1
"Semua salah saya". Ucap Aisakha membela wanita pujaannya. "Semula saya akan segera memperkenalkan diri pada keluarga besar Nia, sekalian meminta restu untuk hubungan kami. Tetapi beberapa hari lalu saya ada pekerjaan yang sangat mendesak di Jakarta dan akhirnya saya kembali, semua ini telah terjadi". Jelas Aisakha. "Mohon maafkan saya". Aisakha menundukkan kepala wujud penyesalannya.
γ
"Jadi, jadi tuan. Tuan ini benar-benar kekasihmu Nia?" Sekarang Pandu mengharap Nia yang memberi penjelasan padanya.
γ
"Tentu saja begitu". Aisakha mewakili Nia kembali. "Apa menurut Mas Pandu saya tidak layak untuk Nia?" Terlihat Aisakha mempererat pelukannya pada Nia. "Saya tulus mencintai Nia. Apa kalian tidak percaya?" Aisakha masih saja mengajukan pertanyaan pada Pandu.
γ
Pandu menatap Nia, bahkan Alika pun terlihat ikut menatap Nia. Mereka tidak percaya, bagi orang yang mengenal siapa Nia dan siapa tuan Aisakha pasti logika mereka akan menjawab tidak percaya. Alika dan Pandu sangat tahu tentang luka Nia dari masa tiga tahunnya dulu. Bahkan mereka sangat tahu apa efek dari luka percintaan itu bagi Nia. Sekarang, sepengetahuan mereka setelah hari berganti, bulan berlalu dan tahun pun terus terlewati bagaimana bisa Nia bersama sang pemilik Sunjaya Company? Pandu dan Alika saling bertatapan, dalam hati mereka sangat ingin sekali menjawab tidak percaya untuk semua jawaban dari pertanyaan Aisakha barusan.
γ
"Dan kamu, Alika". Sekarang Aisakha menatap langsung pada Alika. "Juga tidak percaya?" Terdengar Aisakha memberi pertanyaan yang sama pada Alika.
γ
"Tu-tuan tau siapa kami, keluarga kami? Dan apa tuan tau siapa Nia?" Alika malah balik mengajukan pertanyaan pada Aisakha.
γ
"Tentu saja". Jawab Aisakha yakin. "Semua tentang ke kasihku, aku sangat tau. Tentang semua keluarganya, masa kecilnya hingga makanan yang tidak dia suka". Jawab Aisakha sambil mencium lembut kening Nia. "Jangan ragukan semua pengetahuanku tentang Nia".
γ
γ
"Se-sejak kapan tuan jatuh cinta pada saudara saya?" Alika kembali mengajukan pertanyaan pada Aisakha.
γ
"Sejak tiga tahun lalu". Jawab Aisakha penuh keyakinan. "Tetapi jujur, saya belum paham arti semuanya sampai saya berada dalam titik kerinduan yang teramat sangat pada saudaramu ini. Dalam pencarian saya selama tiga tahun, saya akhirnya sadar kalau saya telah jatuh cinta pada Nia". Jelas Aisakha sambil mengangkat dagu Nia agar menatap matanya.
γ
Padangan mata mereka bertemu, sesaat Nia dapat melihat kilat kejujuran di mata biru itu. Nia tersenyum sambil memegang pipi kiri Aisakha. "Terima kasih". Ucap Nia sepenuh jiwa.
γ
"Aku yang seharusnya terima kasih sayang. Karena kamu mau belajar membuka hatimu padaku". Aisakha pun memegang tangan Nia yang tepat berada di pipinya.
γ
"Tunggu, tunggu". Suara Alika sukses membuat Nia tersadar dan segera melepaskan tangannya dari pipi Aisakha.
__ADS_1
γ
"Tiga tahun lalu? Maksud tuan, tiga tahun lalu waktu di bandara? Begitu?" Terlihat Alika sedang berusaha mengingat sesuatu.
γ
"Oooo, sukurlah. Kamu sudah ingat?" Jawab Aisakha senang.
γ
"Ya Tuhannnnnn". Alika sampai menutup mulutnya sebagai wujud ketidak percayaannya.
γ
"Apa Ma? Gimana". Sekarang malah Pandu yang di buat penasaran oleh sikap sang istri.
γ
"Jadi setelah di bandara?" Bukan menjawab pertanyaan sang suami, Alika malah mengajukan pertanyaan baru pada Aisakha.
γ
"Aku kehilangan Nia, mencari dari tahun ke tahun hingga waktu berlalu selama tiga tahun. Dan kemudian aku menemukanya". Jawab Aisakha penuh syukur.
γ
"Menarik, kisah kalian menarik". Alika bersorak senang. Sepertinya kisah percintaan sang sepupu sukses mengalihkan Alika dari dukanya pada kondisi sang Mama.
γ
"Ada yang mau berbagi cerita sama aku?" Tanya Pandu binggung pada sang istri.
γ
"Nia, Nia yang harus cerita lengkapnya Pa!". Jawab Alika penuh keyakinan.
γ
"Jangan sekarang". Nia melambaikan tangannya. "Sekarang kita Fokus pada kesehatan Bibi dulu". Dan jawaban Nia kembali mengantarkan Alika dan Pandu pada kenyataan akan musibah kecelakaan sang Bibi.
γ
"Mama". Alika pun kembali kesuasana sedihnya. Membayangkan kondisi Mama tercinta yang tengah berjuang untuk kembali pulih.Β Ma, kami semua sayang Mama.
γ
γ
__ADS_1