
Keinginan Mama
πππππ
γ
"Ayolah nak, sekali saja". Terlihat Mama sedang berusaha membujuk Aisakha.
γ
"Hanya ketemu saja, yah...bincang-bincang untuk saling kenal. Sudah itu saja". Mama menyakinkan Aisakha kalau permintaannya sangatlah simple. "Untung-untung kalian cocok nak".
γ
"Maaaaa". Aisakha sangat tidak bersemangat untuk mengabulkan permintaan Mama. "Mama taukan aku gak mungkin bisa. Hati aku sudah terpaut pada Nia"
γ
"Iya, iya Mama tahu". Mama pindah duduk ke sofa persis di sebelah Aisakha, memegang tangan Aisakha. "Tapi kalau kamu enggak temui dia, Mama harus jawab apa buat nolak sama tante Chintia? Jadi kamu temui Julia ya, sebentar aja".
γ
"Ma, kenapa Mama masih berusaha menjodohkan aku? Lihatkan apa akibatnya, jelas-jelas aku nggak mau tapi di belakang aku Mama malah buat kesepakatan sama teman Mama". Aisakha mulai kesal.
γ
"Sakha, cobalah mengerti. Mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu". Ucap Mama dengan mata berkaca-kaca.
γ
"Ma, Nialah satu-satunya wanita yang terbaik untuk aku. Mama pasti tahu itu!" Jawab Aisakha tegas.
γ
Dan setelah itu perdebatan antara Ibu dan anak ini akan berlanjut. Aisakha bertahan dengan kata tidak dan Mama bertahan dengan kata iya. Aisakha akhirnya akan marah dan menyatakan apa yang Mama lakukan padanya adalah salah. Baiklah, di satu sisi Mama mungkin bisa kita kategorikan sebagai ibu yang terlalu bersemangat memaksa anak lelakinya. Terlalu bersemangat memperkenalkan anak semata wayangnya kepada sahabat-sahabatnya. Tentu dengan maksud agar para sahabat yang memiliki anak gadis dapat berkenalan dengan Aiskaha. Untung-untung ada yang cocok di hati Aisakha dan akhirnya mereka menikah. Begitulah kira-kira tujuan Mama.
γ
Tetapi tidak bagi Aisakha, tujuan Mama jelas salah. Entah sudah kali keberapa masalah yang sama antara ibu dan anak ini mereka bahas. Dan Aisakha pasti akan bertahan pada jawaban yang sama, yaitu tidak. Dirinya hanya mau Nia. Sayangnya Mama bukanlah tipe ibu yang mau menyerah begitu saja. Gagal mendekatkan Aisakha dengan Mira, si seksi yang bekerja sebagai model, anak tante Yolan salah satu dari segudang teman si Mama. Mamapun beralih ke Angel, wanita muda yang baru saja lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri ternama di Jakarta. Anak tante Meri teman satu sekolah Mama semasa di bangku SMP.
γ
Itu saja? Tentu tidak. Bukan Mama namanya kalau tidak memiliki banyak stok wanita cantik yang telah di siapkannya untuk membuat Aisakha luluh dan melupakan Nia. Wanita anta-barantah yang belum pernah Mama lihat wujudnya, tetapi telah mengikat hati seorang Aisakha begitu kuatnya. Dan kembali, Mama mencoba mendekatkan Aisakha dengan Tina, dosen cerdas dengan IPK 3.9 yang sangat ramah dan periang. Tina sendiri adalah anak tante Jayadi, teman Mama di salah satu acara amalnya. Dan sekarang, Mama kembali memaksa Aisakh agar mau menemui Julia, wanita muda yang baru kembali dari Belanda setelah menyelesaikan program Pasca Sarjananya di Belanda. Anak tante Rowana ini menurut mama sangat cantik dan Julia adalah pewaris tunggal perusahaan sang papa, sama seperti Aisakha bukan. Begitu kata mama.
γ
Semangat Mama yang pantang menyerah memang luar biasa. Usaha mati-matian sang Mama untuk memastikan Aisakha bisa belajar membuka hatinya kepada wanita cantik justru membuat dirinya dan Aisakha akan berakhir dengan pertengkaran. Dan setelah itu Mama akan menangis sedih karena anak lelaki yang sangat di sayanginya itu tidak bersedia memenuhi keinginannya. Aisakha berkeras bahwa dia hanya mau Nia, Nia seorang.
γ
__ADS_1
Akhirnya, mau tidak mau Aisakha pun memilih mengalah. Dirinya memang kesal dengan ide Mama yang menurutnya sangat aneh, mencoba menjodohkannya dengan wanita yang bukan pemilik hatinya adalah pekerjaan yang sia-sia saja. Tetapi kalau dirinya menolak, Mama akan terlihat sangat sedih. Aisakha tidak suka melihat sang Mama bersedih, rasanya hatinya menjadi tidak tega, mama tersayangnya kemudian akan menangis. Hingga akhirnya Aisakha akan mengalah, setuju dengan keinginan Mama untuk bertemu dengan wanita yang ingin Mama jodohkan padanya.
γ
Dan untuk kali ini pun Aisakha memilih mengalah. Demi tidak ingin membuat Mama menangis sedih, akhirnya dengan sangat berat hati, Aisakha memilh setuju dengan ide Mama. Kali ini Aisakha setuju untuk bertemu dengan Julia di sebuah restoran klasik di daerah Taradi.
γ
"Mama jangan nangis". Aisakha pun luluh. "Aku akan mengikuti mau mama". Mama tersenyum senang, mata yang tadi meneteskan air mata sekarang berubah menjadi berbinar-binar senang. Seakan banyak bintang di mata Mama. Akhirnya, untuk kesekian kalinya Mama menang dan Aisakha patuh pada keinginannya.
γ
"Tapi ada saratnya". Suara Aisakha sukses membuat binar bahagia di mata Mama memudar satu persatu.
γ
"Sakha, kok sama Mama sendiri kamu pake sarat. Kamu ini nak, nggak baik seperti itu". Mama kembali ke mode sedih, mata binar hilang seratus persen mulai berganti gumpalan awan hitam.
γ
"Ma, hanya satu sarat. Apa salahnya? Aku nurut mau Mama dan Mama penuhi mau aku. Dealkan Ma?" Mama terlihat sedang menimbang-nimbang.
γ
Sudahlah, iyakan saja. Yang penting Sakha mau dulu di minta menemui Julia.
γ
"Baik, aku mau menemui wanita itu". Aisakha terlihat serius.
γ
"Julia nak, namanya Julia". Mama memotong pembicaraan Aisakha.
γ
"Enggak penting Ma". Jawab Aisakha datar. "Ma, ini adalah kali terakhir. Setelah ini enggak ada wanita dari anak teman Mama yang mana pun lagi yang harus aku temui. Aku gak bakal mau memenuhi keinginan Mama untuk jenis perjodohan apapun lagi". Aisakha menatap serius pada Mama.
γ
Mama tertunduk diam.Β Wah, bagaimana ini. iya kalau Julia sukses memikat Sakha. Lah kalau gagal, masak iya aku enggak ada kesempatan buat jodohin Sakha sama anak siapa gituh?
γ
"Ma?"
γ
"Deal". Mama menjawab cepat. Sudahlah. Aisakha tersenyum puas.
__ADS_1
γ
"Tapi Mama juga punya sarat". Gantian sekarang Aisakha yang di buat diam oleh Mama.
γ
Apa lagi mau Mama. Lama-lama hilang juga deh kesabaranku.
"Apa?"
γ
"Kamu pergi hanya sama pengawal saja, tanpa Kristo". Mama menatap Aisakha.
γ
"Loh, apa salahnya Ma? Lagi pula Mama taukan, kemanapun aku pergi, Kristo pasti mendampingi". Tolak Aisakha.
γ
"Dengar, karena ini kesempatan terakhir mama buat jodohin kamu sama anak teman Mama. Maka, mama ingin kamu benar-benar menghabiskan waktu bersama Julia, supaya kamu bisa mengenal dia. Kalau ada Kristo, nanti kamu seperti dulu, waktu mama suruh jalan sama Tina". Wajah mama langsung berubah cemberut. "Kamu malah nyuruh Kristo mengantikan kamu. Kalian sukses membiat Tina membenci kamu". Mata mama melotot besar.
γ
"Hahahahahahahaha". Aisakha tertawa lepas, sepertinya dia sangat bagaimana kesalnya Tina hingga memutuskan pergi dari restoran tempat mereka janjian karena Kristo sukses membuat Tina merasa kesal dengan sikap pongah dan angkuh Kristo. Cara bicara Kristo jelas di buat-buat, seakan-akan bernada keras dan Tina tidak suka, baru saja sebut nama. Tina sudah merasa di bentak.
γ
"Sepertinya kamu senang sekali ya". Mama masih memberi tatapan mata besarnya pada Aisakha.
γ
"Ma, Kristo itu aktor berbakat. Jadi jangan salahkan wanita itu kalau dia langsung percaya". Aisakha tersenyum geli.
γ
"Jadi?" Tanya mama serius.
γ
"Deal". Aisakha mengulurkan tangan tanda setuju pada permintaan Mama.Β Tinggal satu ini saja. Tidak masalah pergi tanpa Kristo.
γ
Akhirnya, sesuai kesepakatan antara ibu dan anak itu. Maka, tepat pukul 19.30 Wib dirinya sudah sampai di restoran tempat janjiannya bersama Julia, wanita muda yang konon menurut sang Mama sangat cocok dengan dirinya.
γ
γ
__ADS_1