
Kamu Berlian Bukan Kesialan (1)
πππππ
γ
Informasi tentang Nia, semua terpapar lengkap dalam map hijau yang telah diberikan Kristo si sekretaris kepada Aisakha. Siapa orang tua Nia, penyebab Ayah Nia meninggal, sampai usia berapa sang Ibu membesarkan Nia, di umur berapa sang nenek meninggal, bahkan mantan pacar Nia. Semua menarik bagi Aisakha, di tambah lagi Kristo sukses menambahkan foto Nia saat masih bayi, seorang bayi berpipi gembul yang memgemaskan. Memang cantik dari lahir kamu ya sayang.
γ
Tetapi saat lembar berikutnya di baca dan dipelajari Aisakha, berbagai rasa tertumpuk dihatinya, dia emosi, kesal, marah bahkan cemburu. Tunggu, apa benar aku cemburu?Β Mungkin saat ini dia masih bertanya, apa benar yang dirasakannya adalah cemburu atau hanya tersulut emosi semata.
γ
Tetapi saat dia terus membaca lembar yang berisi informasi kehidupan seorang Nia, dua tahun sebelum akhirnya Nia memutuskan hijrah ke Bengkulu, Aisakha memang tidak suka. Yuedo, lelaki yang telah memacari Nia semenjak Nia kuliah, heh...apa ini sangat tidak pantas untuk seorang Nia, cih.Β Saat Nia bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta sebagai bagian Administerasi.Β Oo, jadi demi bisa selalu bersama lelaki jelek itu kamu sampai bertahan dengan pekerjaan yang jauh dari basic ilmumu sayang. Heh, sangat tidak pantas sekali rasanya.
γ
Dan lembar berikutnya, jelas Aisakha sangat tidak suka. Tanpa ragu Aisakha memasang tampang marah, Dia yang sudah menyakiti hatimu sayang, dia yang sudah membuatmu merasa sangat tersakiti. Ternyata ini yang kau alami di masa lalumu, benar-benar peristiwa yang menyakitkan. Heh, dia pikir dia siapa hah? Berani memakimu, mengatakan kamu pembawa sial. Awas saja kalau dia sampe berani mengulangi lagi perbuatannya padamu, akanku pastikan itu adalah akhir dia melihat dunia.Β Aisakha benar-benar di buat geram dan marah. Dia telah tahu sekarang peristiwa apa yang dialami Nia sehingga menimbulkan efek traumatik seperti yang diperlihatkannya tadi pada dirinya. Aisakha telah tahu, siapa Tante Sandara, siap Edo, apa yang terjadi pada Nia tiga tahun lalu.
γ
"Apa maksudmu menyertakan foto Nia bersama pria ini hah? Kau mau mati?" Tanya Aisakha marah pada Kristo karena Kristo juga melampirkan foto Nia bersama Yuedo di dalam map hijau tersebut.
γ
"Maaf tuan, saya tidak bermaksud apa-apa. Saya hanya ingin menyertakan semua informasi tentang nona Nia pada anda. Hanya itu saja tuan". Kristo sangat paham dengan marahnya si majikan, tetapi dia memang tidak punya maksud apa-apa hanya ingin memberi informasi lengkap pada sang majikan, bukan untuk menyulut emosi tuannya.Β ahh, kenapa tuan jadi salah paham. Sepertinya tuan mulai merasa cemburu dengan lelaki dari masa lalu nona Nia.
γ
"Di mana pria ini sekarang?" Tanya Aisakha sambil menunjuk foto Edo ke arah Kristo.
γ
"Dia masih menetap di Jakarta tuan, masih dengan pekerjaan yang sama, masih tinggal serumah dengan kedua orang tuanya. Setelah peristiwa kecelakaan saat pendakiannya dulu, dia butuh waktu enam bulan untuk terapi dan pemulihan seperti sedia kala. Dari informasi yang saya dapat, Ibunya sekarang sakit keras, gejala strok dan diabetes yang sudah komplikasi. Kemudian, bulan depan pria itu berencana akan menikah dengan wanita pilihan keluarganya. Tetapi tuan dua tahun yang lalu dia sempat mencari nona Nia, hanya saja dia kehilangan jejak tuan". Jelas Kristo dengan detail.
γ
"Kurang ajar", ucap Aisakha dengan emosinya. Sampai-sampai tanpa sadar dia telah meremukkan kertas yang berisi print out foto Nia dan Edo. "Pastikan dia tidak pernah menemukan Nia, entah kenapa fillingku mengatakan dia masih berharap pada Nia". Ujar Aisakha sambil menutup map hijau yang sedari tadi di bacanya.
γ
__ADS_1
"Saya akan berusaha sebaik mungkin tuan". Janji Kristo pada Aisakha.
γ
Jangan coba-coba untuk mendekati wanitaku, cukup sudah kau bersamanya dulu. Keluargamu telah menyakitinya, telah mengusir dan memakinya. Sekarang dia adalah milikku, berani kau kembali dalam hidupnya, aku akan bertindak tegas.Β Aisakha tidak rela jika Edo kembali lagi dalam kehidupan Nia, wanita cantik yang telah membuat dia merindu selama tiga tahun. Dan saat dia telah bertemu Nia, dia ingin Nia hanya menjadi miliknya. Hanya dia yang pantas membahagiakan Nia, hanya dia yang tulus pada Nia, hanya dia yang biasa mencintai Nia.
γ
Ya Tuhan, benar sekali, aku telah mencintaimu selama ini sayang, entah sejak kapan cinta ini hadir. Saat pertama kita bertemu, kamu telah memikat hatiku. Kamu telah membuat aku mencari selama tiga tahun untuk membuat hatiku tak berhenti merindukanmu, aku mendambakanmu sayang. Kamu telah membuat aku sabar menunggumu dalam pencarian, dalam begitu banyak harapanku, kamu telah membawa hatiku sejak saat itu, bahkan aku berani berjanji padamu saat pertama kita bersua. Ya benar sayang, aku telah jatuh cinta padamu Syania Fira Sujoko dan aku akan membuatmu mencintaiku, hanya aku seorang.
γ
Aisakha tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa mengerti kenapa selama ini dia begitu berharap bertemu sosok gadis cantik bermata sembab. Iya, dia telah mengerti semua arti perasaan yang berkecemamuk dihatinya dalam hitungan tahun. Dan dia sangat bahagia saat telah berhasil memahami arti semuanya, bahagia dan indah. Dia sangat menyukai itu.
γ
Kristo hanya memperhatikan sang majikan yang sedang asyik tersenyum sendiri. Ada perasaan senang dihatinya mendapati sang majikan dengan tingkahnya sekarang.
γ
"Maaf, saya bosan di dalam. Boleh saya duduk di sini tuan". Tanya Nia menatap Aisakha. Entah sejak kapan Nia sudah berdiri di dekat sofa tempat tadi dia bersama Aisakha duduk.
γ
γ
Rasanya tadi hanya aku dan tuan, sejak kapan nona Nia berdiri di situ? Astaga dia pasti melihat tingkah tuan yang sedang tersenyum sendiri sekarang. Tuan, tuan, sudahi dulu senyum-senyumnya, saya sudah mengerti tentang perasaan anda. Tetapi sekarang ada nona Nia, jangan buat dia bingung memandangi anda. Kristo.
γ
"Silahkan nona, anda boleh duduk di sini. Apa ada yang anda perlukan nona, saya bisa mengambilkannya untuk anda?" Tanya Kristo sambil berusaha mengalihkan perhatian Nia dari Presdir mereka yang sedang tengelam dalam kebahagiannya sendiri.
γ
"Tidak, terima kasih. Saya hanya bosan di sana", ujar Nia sambil menunjuk ke arah kamar istirahat Aisakha yang sedari tadi ditempatinya. "Tuan, apakah saya boleh mengambil tas saya ke laboratorium?" Tanya Nia pelan kepada Kristo.
γ
"Namanya Kristo, dan kamu jangan memanggilnya tuan. Tentang tasmu sudah ada ditangannya". Tiba-tiba Aisakha sudah bersuara. Dia telah kembali ke dunia nyata setelah larut dalam rasa bahagiannya tadi. "Bawa tas nia ke sini!" Perintah Aisakha pada Kristo kemudian.
γ
__ADS_1
Kristo menganggukan kepala dan langsung melangkah keluar ruang kerja sang majikan. Meninggalkan Nia bersama Aisakha kembali.
γ
"Bagaimana buku bacaanya, kamu suka?" Tanya Aisakha sambil berjalan ke arah Nia yang tengah duduk di sofa paling tepi.
γ
Nia hanya mengangguk pelan, dia mulai waspada saat tahu Aisakha telah berjalan semakin mendekat kearahnya.
γ
"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu". Aisakha dapat membaca rasa takut di wajah Nia.
γ
"Sa-saya, saya tidak takut pada anda tuan, tetapi saya, saya tidak mau anda tertimpa sial karena saya tuan". Ujar Nia terbata-bata sambil memeluk erat buku yang tadi dibawanya dari ruang istirahat Aisakha.
γ
"Oya..kenapa saya harus tertimpa sial? Hal konyol apa itu?" Tanya Aisakha lembut sambil terus berjalan ke arah Nia.
γ
"Karena, karena tuan tidak mengenal saya. Saya, saya...", kegelisahan Nia semakin bertambah mendapati Aisakha hanya berdiri beberapa langkah lagi darinya. Cepat Nia berusaha berdiri, dia ingin menjauh dari Aisakha. Sangat tidak benar menurut perasaannya membiarkan Aisakha mendekatinya.
γ
Tetapi gerakan Nia sedikit terlambat, Aisakha telah terlebih dulu menarik tangannya dan memaksanya kembali duduk bersebelahan dengan Aisakha. Nia terdiam, nafasnya mulai tidak beraturan. Seakan tiba-tiba dia merasa terserang asma, terasa sesak didadanya.
γ
Aku tidak akan melepaskanmu lagi seperti dulu, sekarang aku akan membuatmu bisa percaya padaku pada cintaku. Ujar Aisakha sambil menatap pada wajah Nia. Sedang Nia hanya tertunduk membisu, bertahan dalam diam, mulai ketakutan.
γ
γ
γ
γ
__ADS_1