SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
101


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


 


"Apa kegiatan kita hari ini sayang ?" Tanya Nia sambil berjalan menuruni anak tangga dalam gandengan Aisakha.


 


"Kita akan membuka kado, Mama telah membantu membawakannya kemari ". Jawab Aisakha sambil memperhatikan langkah kaki Nia.


 


"Banyak ?" Nia seperti sedang berpikir.


 


"Banyak banget, sampe ruang keluarga rumah Bibi ini jadi penuh ". Aisakha terlihat bersungguh-sungguh.


 


"Wah, kenapa bisa sebanyak itu ? Kalau seperti itu bisa sampe malam dong kita buka kadonya ?" Nia terdengar cukup khawatir.


 


"Tidak masalah, karena malam ini aku juga belum boleh bobok bareng sama kamu, jadi kita buka kadoa saja ya ". Aisakha mengedipkan sebelah matanya.


 


"Ihhhhh, kamu ini apaan sih ?" Nia terlihat malu.


 


"Bukan apa-apa, hanya mengingatkan kamu saya, isteriku ". Aisakha sedang tertawa lucu.


 


"Sudah sayang, jangan seperti itu ! Aku masih malu dengan kejadian Mama tadi. Jadi, tolong jangan di tambah lagi ya !" Suara Nia benar-benar memohon.


 


"Dengar ". Aisakha menghentikan langkah mereka yang nyaris memasuki ruang makan. "Sama aku, suamimu ini. Kamu enggak boleh malu. Kamu boleh kok agresif Nia, aku suka malah ". Aisakha mendapati Nia sedang mengigit bibir bawahnya.

__ADS_1


 


"Jangan gigit bibirmu !" Suara Aisakha mendadak serak. "Jangan lakukan itu ! Atau aku akan mencium bibirmu lagi, di sini !" Aisakha melihat mulut Nia tergangga dengan mata membulat sempurna. Sepertinya Nia tidak pernah menyangka, kalau Aisakha bisa begitu tergila-gila pada bibir mungilnya.


 


 


*******************


 


 


Pagi cerah dan suasana romantis ala Aisakha dan Nia, tidaklah berkesesuaian dengan suasana hatinya sosok lelaki muda yang dulu cukup hebat dengan jabatannya. Lelaki yang baru saja keluar dari sebuh kostsan sederhana di salah satu sudut Kota di Lampung selatan ini, terlihat lunglai dengan mata panda yang jelas.


 


Dengan menaiki motor metik bekas yang sangat jauh dari kehidupan glamornya dulu, lelaki ini menyusuri lalu lintas Kota, hendak pergi berangkat ke anak cabang perusahana tempatnya bekerja.


 


Lelah lahir dan batin, lelaki muda ini hanya bisa menunduk malas saat menyusuri ruang demi ruang untuk sampai ke meja kerjanya. Kalau dulu dirinya memiliki ruang khusus dengan fasilitas memadai. Kini hanya sebuah kubit kecil dengan meja dan kursi standar, khusus staf biasa.


 


 


"Tidak Pak, saya baik-baik saja ". Jawab lelaki itu seadannya.


 


"Kalau sakit bilang saja ! Bukan apa-apa, saya gak mau ada laporan pengaduan di belakang saya kepada Tuan Aisakha kalau saya ini kejam, karyawan sakit di paksa kerja ". Ucap si Kepala Personalia kesal.


 


Aisakha, Aisakha....Aisakhaaaaa...sialllllllll, padalah aku sudah berusaha menghenyahkan nama itu, ternyata di kantorpun aku harus mendengar nama lelaki yang telah merebut milikku. Kurang ajar, sial, sial, sial...


Batin si lelaki muda itu dengan kesal.


 


"Saya baik-baik saja Pak. Terima kasih atas perhatiannya. ". Tanpa memberi kesempatan bersuara pada atasannya, lelaki ini segera melangkah pergi, langsung menuju meja kerjanya.

__ADS_1


 


"Hah, saya hanya mau ramah saja sama bawahan. Eh, malah di tinggal. Ya terserah sajalah, enggak sakit justru malah bagus. Bisa kerja maksimal jadinya ". Rocos si Kepala Personalia memandangi punggung lelaki itu heran.


 


 


*******************


 


"Banyaknya ", Nia takjub melihat tumpukan tinggi kado pernikahannya di ruang keluarga Bibi Ros.


 


Semua sedang berkumpul, semua sedang tertawa riang saat Nia melotot tidak percaya dengan jumlah kado yang nyaris menyentuh langit-langit ruangan.


 


"Udah kayak menara eiffel aja ". Nia berniat menghitung jumlah tumpukan kado yang menjulang tinggi.


 


"Ah, gaya kakak bilang menara eiffel segala. Memang kakak pernah ke sana ?" Tomi meledek Nia.


 


"Itu kode dek, Nia lagi ngode abang ipar supaya di ajak bulan madu ke menara eiffel ". Alika berbicara sambil menganguk-anggukan kepalanya.


 


"Bu, bukan begitu Lika ". Tolak Nia tidak terima. "Kamu lihat deh, ini ". Nia mengerakkan tangannya ke arah kado. "Ini tu tinggi banget ". Nia berusaha membela diri.


 


"Iya juga gak apa-apa kok Nia. Bagus malah, jadi Alex bakalan segera punya sepupu ". Alika mencium pipi gembul si Alex tampan yang sibuk membolak balik salah satu kotak kado Nia. "Iyakan sayang ?" Tanya Alika sambil terus mencium pipi putih bagai bakpau matang sempurna.


 


Dan, "pu-pu, pu-pu ", jawaban Alex plus liur di bibirnya saat berusaha menjelaskan versi iyanya pada sang Mama.


 

__ADS_1


 


__ADS_2