SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 140


__ADS_3

Pengawal


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Satu hari sebelum kembali bekerja...


γ€€


Siang ini Nia masih bersama Bibi Ros, masih asyik menemani Bibi di kamar rawatannya. Berhubung Pandu, suami Alika si sepupu Nia sudah kembali membuka toko materialnya seperti biasa. Jadi Alika dan Nia membagi shift menjaga Bibi. Pagi sampai sore adalah jam Nia untuk menjaga dan menemani Bibi sedang sore sampai malam adalah waktunya bagi Alika yang standby di Rumah Sakit. Kenapa demikian? Pembagian waktu ini adalah keinginan Bibi langsung. Bibi tahu Nia tidak akan bisa di larang untuk menemaninya, walaupun sudah berulang-ulang Bibi memberitahukan Nia kalau dirinya sudah tidak apa-apa, Nia tidak perlu mencemaskannya lagi. Namun, tetap saja Nia berkeras. Sebelum pernyataan bahwa Bibi memang sudah lebih membaik itu langsung di utarakan oleh tim dokter Bibi, maka selama itu pula Nia selalu ingin bersama Bibi. Menurut Nia, telah banyak waktu berharga yang di buangnya selama ini, terlalu banyak moment bahagia bersama Bibi yang merupakan keseharian mereka selama ini yang sudah jarang mereka lakukan karena Nia terlalu fokus pada pekerjaannya. Hingga musibah kecelakaan yang menimpa Bibi terjadi, membuat Nia sadar. Hampir saja dirinya kehilangan kasih sayang Bibi untuk selamanya. Hampir saja dia kehilangan sosok wanita hebat yang selalu bisa membuat dirinya kuat menghadapi berbagai macam kepahitan hidup di masa lalunya. Hal tersebutlah yang menjadi dasar Nia tidak pernah meninggalkan Bibi saat ini, walaupun pekerjaannya sebagai taruhan. Dirinya tetap memilih menghabiskan waktu bersama Bibi di Rumah Sakit.


γ€€


Jadi, karena Nia selalu ada bersama Bibi dari pagi sampai sore, maka Alikapun memanfaatkan waktu tersebut untuk bersama Alex. Tidak bisa dipungkiri, selama sang Mama terbaring di Rumah Sakit, Alex sering terabaikan oleh Alika dan suaminya, Pandu. Bukankah semua selalu ada hikmahnya, walaupun sang Mama sedang proses pemulihan di Rumah Sakit, tetapi Alika tetap bisa menghabiskan waktu bersama anak lelaki kesayangannya dan semua ini berkat Nia. Nia sepupu terbaik yang Alika punya.


γ€€


Lantas bagaimana dengan Paman ? Sosok lelaki paruh baya yang telah puluhan tahun menikahi Bibi Ros ini selalu setia menemani isteri tercintanya. Meskipun Nia dan anak perempuannya, Alika selalu berbagi waktu menemani sang isteri, tetapi Paman terlihat tidak berminat berjauhan dari wanita yang sangat dicintainya itu. Ya, walaupun sesekali Paman ada juga sih keluar Rumah Sakit untuk pulang mengambil baju ganti. Tapi itu hanya sebentar, sangat sebentar dan selang berapa lama kemudian Paman sudah kembali lagi. Sementara untuk urusan pekerjaan, Paman mendapatkan dispensasi dari atasannya. Betapa beruntung Paman dikelilingi orang-orang baik, pimpinan tempat Paman bekerja bisa mengerti situasi Paman, hingga beliau mengizinkan Paman fokus saja pada kesembuhan Bibi dan untuk masalah proyek yang sedang di awasi Paman, langsung di serahkan kepada wakil Paman. Sehingga tidak ada pihak yang di rugikan, pekerjaan tetap jalan dan Paman tetap bisa bersama Bibi.


γ€€


Nia benar-benar bersyukur, di tengah kesulitan yang mereka hadapi ternyata terselip kemudahan dari Tuhan untuk melalui semuanya. Dan dari sekian banyak kemudahan itu, tentu bisa di tebak dari mana asalnya. Semua berkat keberadaan dari seorang Aisakha. Lelaki yang diam-diam punya kesabaran luar biasa untuk membuat Nia percaya pada cintanya. Lihatlah apa yang tidak Aisakha lakukan untuk Nia dan keluarganya. Meninggalkan pekerjaan penting di Jakarta dan terbang secepatnya untuk menemani Nia di Bengkulu. Memberikan perawatan terbaik untuk Bibi di Rumah Sakitnya dengan mendatangan peralatan cangih dari Jakarta, membuatkan kamar rawatan khusus untuk Bibi yang sebenarnya menurut Nia dan keluarganya, kamar tersebut lebih cocok di sebut kamar mewah hotel yang di pindahkan ke dalam Rumah Sakit. Kenapa ? Karena kamar rawatan Bibi sudah pasti berbeda dengan kamar rawatan pasien pada umumnya. Kamar ini begitu mewah, dilengkapi fasilitas hotel berbintang, sangat nyaman baik bagi pasien ataupun keluarga yang menunggui. Dan semua itu tentu bisa terjadi berkat Aisakha. Kadang Nia masih sulit percaya bahwa lelaki yang 3 tahun lalu duduk di sebelahnya dalam pesawat penerbangan Jakarta-Bengkulu adalah lelaki yang di kemudian hari menjadi jodohnya. Lelaki yang dikemudian hari berhasil sedikit demi sedikit menyembuhkan luka masa lalunya dan mengantinya dengan kebahagiaan, hingga akhirnya Nia kembali percaya bahwa dia memang layak mendapatkan cinta tulus karena dirinya adalah berlian berharga yang berkilau terang dalam hati Aisakha.


γ€€

__ADS_1


Tapi, itu semua bisa terjadi kalau kedua pasangan ini sedang baik-baik saja. Ya, layaknya orang yang tengah memadu kasih, terkadang antara Nia dan Aisakha ada juga selisih paham. Ada jugaloh adegan gambek khas Nia yang menurut Aisakha sangat mengemaskan. Bagaimana tidak, melihat wajah cemberut Nia dengan kening terlipat mengkerut dan bibir yang di buat monyong, bagi Aisakha kekasihnya itu sangat lucu sangat mengemaskan. Dan jangan di tanya apa yang ada di dalam kepala lelaki tampan ini saat melihat Nia menampilkan model merajuknya, rasanya Aisakha sangat ingin menempelkan bibirnya pada bibir tipis Nia dan berdiam lama di sana. Kalau sudah seperti ini dengan segala cara akan Aisakha lakukan untuk menaikkan kadar pengendalian dirinya. Karena sangat mudah baginya mewujudkan isi pikirannya itu, namun untuk menyudahi adegan bibirnya yang bersatu bersama bibir NiaΒ  bukanlah perkara mudah baginya. Entah kenapa, semenjak Aisakha tahu bagaimana manisnya rasa bibir wanita yang di cintainya itu, maka semenjak itu Aisakha juga tahu bahwa dirinya mulai kecanduan rasa manis yang disuguhkan bibir Nia padanya.


γ€€


Dan siang ini, kekuatan pengendalian Aisakha tengah di uji. Seberapa kuat dirinya bisa mengontrol isi kepalnya jelas sedang di ukurnya, kapan tepatnya dia harus menaikan level pengendalian tersebut? Aisakha tengah bertahan keras. Semua itu berawal dari hasil pemeriksaan terbaru tim dokter yang Aisakha siapkan khusus untuk Bibi Ros. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan seksama, maka di tarik kesimpulan kalau kondisi Bibi sudah sangat baik. Menurut dokter, semangat Bibi untuk sembuh sangat luar biasa. Hasilnya tergambar jelas dengan kesehatan Bibi yang meningkat drastis, sangat menakjubkan. Kalau seperti ini, maka dapat dipastikan minggu depan Bibi sudah bisa pulang. Tinggal rawat jalan saja dan 3 kali dalam seminggu akan di beri jadwal fisioterapi untuk patah tulang yang Bibi alami. Benar-benar sebuah mukzijat dari Tuhan.


γ€€


Nah, karena kondisi Bibi yang sudah sangat baik ini. Maka seperti perjanjian awal antara Nia dan Bibi, bahwa Nia akan kembali bekerja setelah tim dokter menyatakan Bibi sudah lebih baik, jadi besok Niapun di minta oleh Bibi untuk kembali kerutinitas hariannya seperti biasa. Kembali ke laboratoriumnya untuk melanjutkan semua pekerjaaannya. Niapun setuju, besok dirinya akan kembali bersua dengan Profesor Yandi dan rekan-rekan seprofesinya, besok dirinya akan kembali melanjutkan proyek mereka yang selama nyaris 2 minggu ini benar-benar tidak tersentuh olehnya.


γ€€


Maka, disinilah letak timbulnya perdebatan antara sepasang kekasih ini, bahkan perdebatan itu juga muncul antara Aisakha dan dirinya sendiri. Bagaimana bisa?


Tanpa bertanya pada Nia, ternyata Aisakha telah menyiapkan 2 orang pengawal terlatih yang sangat dipercayainnya untuk mengawal keseharian Nia kedepannya. Dua orang lelaki dengan badan tinggi besar dan berwajah dingin yang akan menemani Nia kemanapun dia pergi. Nia kesal dengan apa yang dilakukan Aisakha padanya. Terlalu berlebihan dan sepertinya tanpa manfaat saja bagi Nia kalau dirinya harus di kawal. Terlalu memalukan, memang siapa dia sampai harus di kawal segala ? Dan Aisakha tidak mau mendengar penolakan Nia, Aisakha tetap dengan keputusannya. Jadilah Nia memasang sikap merajuk sepertu biasanya, wajah cemberut dengan kening yang dikerutkan dan bibir yang di buat monyong, khas seorang Nia.


γ€€


γ€€


"Nia, Mas lakukan ini demi kebaikan kamu. Dalam waktu 24 jam, Mas tidak bisa selalu berada di dekatmu. Jadi Mas perlu orang yang bisa dipercaya untuk menjaga kamu". Aisakha masih bertahan untuk membujuk Nia. Dan dirinya pun harus bertahan untuk tidak menarik Nia ke dalam pelukannya, mengangkat dagu kekasihnya itu dan membuat bibir mereka yang entah bagaimana bisa sangat cocok satu sama lain saling menempel, saling menikmati.


γ€€


Harus kuat, jangan sampai mencium bibirnya !

__ADS_1


Tapi sulit, coba saja kamu lihat bukankah Nia sangat mengemaskan


Iya juga sih...aku setuju.


Berarti aku boleh dong mencium bibirnya.


Kalau kamu mau Nia marah besar sih ya lanjut saja. Tapi aku nggak mau ikutannya.


Ah, kenapa sih dia harus begitu mengemaskan ?


γ€€


"Mas, inituh terlalu berlebihan". Suara Nia berhasil membuat Aisakha mengalihkan pikirannya dari bibir Nia kembali kemata coklat yang tengah kesal padanya. "Apa nanti kata teman-temanku lihat para pengawal ngekorin aku kesana kemari. Bisa-bisa mereka takut dan gak mau jalan bareng aku lagi". Nia mendengus kesal. "Lagian aku itu baik-baik aja Mas, sudah lebih 3 tahun aku hidup di Kota Bengkulu ini dan enggak pernah tuh aku di kawal-kawal".


γ€€


"Sayang". Aisakha mencoba sedikit lembut menghadapi penolakan Nia. "Dulu orang-orang belum tahu tentang hubungan kita dan sekarang, orang-orang sudah tahu seberapa berharganya kamu dalam hidup Mas. Mas tidak bisa menjalankan hari seperti biasa dan bekerja dengan tenang saat hati ini sibuk bertanya-tanya. Kamu dimana, lagi ngapain, apakah tidak ada yang berniat buruk padamu, apakah kamu aman saat jauh dari jangkauan Mas, dan banyak lagi kekhawatiran di hati ini". Aisakha membelai rambut Nia. "Rasanya jauh dari kamu itu membuat Mas tidak berdaya". Pada tahap ini, Aisakha telah menaikkan level pengendalian dirinya satu tingkat demi menjauhkan dirinya dari candunya itu.


γ€€


Apakah dengan menjadi kekasih Aisakha, Nia harus kehilangan kebebasannya ? Nia tengah berpikir hal tersebut. Kalau baru berstatus kekasih saja dia harus selalu di kawal 2 orang lelaki yang menurut Nia cukup menyeramkan itu. Lantas bagaimana saat dirinya sudah resmi menyandang status sebagai nyonya Aisakha, isteri dari pemilik Subjaya Company ? Apakah di saat itu semua kebebasaannya benar-benar hilang 100 persen? Kira-kira berapa banyak pengawal yang akan di sediakan Aisakha untuk mengawal dirinya ? Membayangkannya saja sudah membuat kerutan di kening Nia semakin terlipat sempurna, tidak bisa dibayangkannya kalau hari itu tiba, apa yang harus dilakukannya dikemudian hari saat setiap gerak langkahnya Nia harus dikelilingi para pengawal.


γ€€


Tapi inilah dia yang sekarang, seorang Nia yang sangat ingin dilindungi oleh Aisakha. Seorang wanita yang menjadi prioritas utaman bagi lelaki tampan pemillik kerajaan bisnis itu. Hingga walaupun terasa sulit, Nia tetap harus belajar menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya sekarang. Memang sulit bagi wanita biasa seperti Nia yang jelas-jelas bisa bebas menikmati hari tanpa perlu merasa kurang nyaman dengan keberadaan para pengawal, tapi Nia percaya Aisakha melakukan semua ini demi kebaikannya. Karena satu alasan, bahwa Aisakha sangat mencintainya

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2