SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
77


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Aisakha menutup rapat pintu kamar Nia sebelum melangkah meninggalkan Nia yang masih diam mencerna semua perkataan Aisakha barusan.


γ€€


Dengan kesal Aisakha menuruni satu persatu anak tangga, jelas wajahnya tidak sedang baik-baik saja.


γ€€


"Tuan ". Sapa Kristo hormat saat mendapati Aisakha sudah di ujung tangga paling bawah.


γ€€


"Panggil 2 orang itu kemari !" Perintah Aisakha yang tidak di pahami Kristo.


γ€€


"Bayu dan Dani tuan ?" Tanya Kristo kemudian.


γ€€


"Aihhh, kau ini bodoh sekali Kris. Bukan mereka tapi 2 pelayan Nia itu ". Rutuk Aisakha kesal sambil mendudukkan dirinya di safa ruang keluarga


γ€€


Hahaha...aku ini mimpi apa semalam ya ? Kok pagi-pagi sudah kena rutukan tuan. Lagian apa tuan pikir aku bisa membaca masa lalu apa ? Sampai bisa tahu apa yang telah terjadi di atas tadi . Ahhh, ini ada apa lagi coba ? Dua pelayan nona itu ngapain sih, apa ulahnya sampai buat tuan marah.


Kristo mengurut pelan tengkuknya, di benar-benar bingung.


γ€€


"Butuh berapa bulan bagimu memanggil 2 orang itu ?" Suara bentakan Aisakha membuat Kristo segera berjalan cepat.


γ€€


"Sebenarnya ada apa sih ?" Guman Kristo penuh pelan keheranan sambil berjalan cepat menuju dapur.


γ€€


Tidak butuh waktu lama bagi Kristo menemukan 2 sosok gadis muda yang sekarang mendapat kepercayaan membantu segala keperluan calon nyonya muda mereka. Kristo melihat Lita dan Riana sedang duduk sambil di kerumuni pelayan wanita lainnya.


γ€€


"Kalian di gaji buat bekerja !" Suara Kristo membuat para pelayan wanita itu kompak menatap kearahnya. "Siapa yang suruh kalian berkerumun di sini ? Kalian pikir ini tempat bergunjing apa ? Kerja sana !" Perintah Kristo yang sukses membubarkan semua mahluk wanita itu ke segala penjuru.


γ€€


Lita dan Riana juga ikut berdiri, bermaksud melangkah pergi menjauh dari Kristo. Tapi...


γ€€


"Kalian berdua berhenti !" Sontak saja Lita dan Riana membatalkan maksud mereka.


γ€€


"Iya Pak ". Suara Riana mewakili Lita.


γ€€


"Apa yang telah kalian lakukan pada nona ?" Kristo memandang kedua pelayan Nia ini silih berganti.


γ€€


"Ti, tidak ada Pak. Sungguh ". Jawab Lita gugup.


γ€€


"Kalau tidak ada kenapa tuan terlihat tidak senang dan mencari kalian ha ?"


γ€€


"Sung, sungguh Pak. Kami tidak melakukan apapun pada nona ". Riana juga terlihat gugup.


γ€€


"Apa yang terjadi di kamar nona tadi ?" Kristo menganti pertanyaannya.


γ€€


"Tadi itu Pak, kami masuk ke kemar nona saat nona sudah selesai mandi. Lalu kami meminta maaf pada nona karena tidak bisa melayani nona sebaik mungkin. Tapi Pak, nona bilang itu bukan salah kami. Kata nona, memang nona yang tidak terbiasa di layani, nona itu sudah biasa mandiri. Jadi nona menawarkan diri buat berteman sama kami ". Lita menarik nafas dalam sesaat.


γ€€


Raut wajah Kristo berubah.


Ahhh...nona yang sangat baik. Pasti karena kebaikannya itu tuan kesal pada 2 orang ini. Kasihan mereka.

__ADS_1


γ€€


Lita dan Riana menyadari perubahan raut wajah sekretaris tuan mereka itu, "tapi, tapi Pak. Kami menolak permintaan nona buat jadi teman kami. Kami, kami cukup tahu diri Pak ". Riana memcoba membela diri.


γ€€


"Sudahlah, saya tahu kalau nona itu sangat baik. Kalian pasti tidak salah. Sekarang ikutlah ! Tuan menunggu kalian ". Ajak Kristo sambil memimpin langkah menuju ruang keluarga tempat dirinya tadi meninggalkan sang tuan.


γ€€


Aisakha memperbaiki duduknya begitu mendengar suara langkah kaki yang hampir sampai ke arahnya.


γ€€


"Tuan ". Kristo menunduk hormat diikuti Lita dan Riana yang berdiri di sampingnya.


γ€€


"Kemasi semua barang-barang kalian, ambil gaji kalian bulan ini dan angkat kaki dari siniΒ  !" Kristo menatap sang tuan tidak percaya, sedang Lita dan Riana, kedua anak manusia ini saling menautkan tangan mereka sambil berusaha menahan air mata.


γ€€


"Ampuni kami tuan ". Lita mencoba bersuara di sela air mata yang gagal di cegahnya jatuh di sudut mata.


γ€€


"Tidak akan pernah !" Jawab Aisakha tegas.


γ€€


"Kami, kami sungguh -sungguh sudah berusaha tuan. Tetapi nona yang memang belum terbiasa dengan keberadaan kami di sisinya ". Sekarang Riana yang berusaha mencari cara untuk menyelamatkan masa depan pekerjaan mereka.


γ€€


"Bagus kalau Nia memang tidak terbiasa dengan keberadaan kalian ". Jawab Aisakha santai.


γ€€


"Tuan, tuan..sebentar. sepertinya ini hanya salah paham saja. Mereka memang salah, kinerja mereka perlu di pertanyakan. Tapi tolong jangan pecat mereka. Kasihana tuan ". Kristo ternyata ikut membela juga.


γ€€


"Ya sudah ". Aisakha menghela nafas. "Sekalian kau juga kemasi semua barangmu Kris, kamu saya pecat ".


γ€€


Lohhhhhhh?


γ€€


"Kenapa diam ?" Tanya Aisakha kesal.


γ€€


"Ayoooo, bela mereka lagi !" Tantang Aisakha pada Kristo.


γ€€


Kristo memilih diam.


γ€€


"Apa kau tahu kesalahan mereka itu dangat fatal ?" Tanya Aisakha yang di balas gelengan kepala oleh Kristo.


γ€€


"Mereka itu, kedua manusia yang berdiri di sebelahmu itu, memiliki hati pada Nia ". Kata-kata sang tuan sontak membuat Kristo mengangga lebar, sedang Lita dan Riana malah terpelonggo tidak percaya.


γ€€


Wah..nggak beres nih. Tuan mulai aneh-aneh lagi.


Perasaan Kristo mulai bisa menebak ada sang salah dengan sang tuan.


γ€€


"Nah..kamu saja sampai mengangga begitu. Pasti kaget jugakanΒ  ?" Aisakha masih saja bicara sesuai analisanya.


γ€€


"Maaf tuan, jujur saya belum mengerti ". Aku Kristo sambil mengaruk kepalanya.


γ€€


"Aiihhhhh...kau ini. Jadi begini ". Aisakha memulai penjelasannya. "Tadi itu, 2 orang itu ". Telunjuk Aisakha bergerak ke arah Lita dan Riana. "Mereka bilang kalau mereka sudah jatuh hati pada Nia. Enak saja, berani-berani memiliki perasaan cinta pada milikku, wanitaku. Cari mati ?"


γ€€


Sudanlah...keabsuran kembali terjadi. Ya...Tuhan, kenapa juga tuan bisa bucin seakut ini sih. Jatuh hati ? Aduh tuan, ini tuh pelayan wanita loh. Gimana kalau pelayan lelaki yang bilang kata-kata itu. Bisa tutup dunia ini karena amukan tuan. Ya....Tuhan......

__ADS_1


Kristo sangat ingin menertawakan tingkah bucin sang tuan.


γ€€


Kami memuja nona karena kebaikannya tuan, karena hati lembutnya. Bukan karena hal-hal aneh tuan, sumpah.


Sejujurnya Lita dan Riana sangat ingin berteriak menyuarakan isi hati meraka.


γ€€


"Sayang...boleh kita bicara sebentar ". Nia berjalan dengan wajah yang terlihat sedang berjuang, berjuang keras menahan tawa.


γ€€


Sepertinya nona mendengar semua..hihihihihihi. Kristo.


γ€€


"Lita dan Riana kembali bekerja ya !" Setelah mengangguk hormat, cepat kedua pelayan Nia ini melangkah pergi. Entah bagaimana cara mereka mengucap syukur atas kedatangan Nia yang menyelamatkan pekerjaan mereka di istana megah ini. Nia bagai pahlawan dalam ketakutan mereka akibat amarah sang tuan yang sepertinya telah mengalami kesalah pahaman paling aneh sejagad raya.


γ€€


"Loh !" Aisakha berniat protes.


γ€€


"Sayang, ada yang harus kita luruskan ". Nia duduk di sebelah Aisakha, mengambil tangan kanan lelaki itu dan meletakkan di pangkuannya.


γ€€


"Apa ?" Tanya Aisakha menahan kesal melihat 2 pelayan yang masih belum selesai urusannya dengan dirinya melenggang bebas.


γ€€


"Sayang, kamu sudah salah sangka pada Lita dan Riana ". Aisakha melihat ada senyum di wajah Nia. "Maksud mereka itu jatuh hati padaku, itu bukanlah jatuh hati seperti perasaan cinta orang pada umumnya. Tetapi ini adalah perasaan kagum mereka, sayang. Mungkin, mungkin tapinya sayang. Mereka melihat aku agak unik jadi mereka suka dan kagum ". Wajah Aisakha sedang mencerna semua perkataan Nia.


γ€€


"Unik ? Kenapa ?" Aisakha masih tidak terima.


γ€€


Kalau aku bilang karena mereka memuji aku, nanti aku terlalu terdengar ngalantur. Nia.


γ€€


"Emmm, mungkin karena aku bisa mendapatkan cinta kamu ". Jawab Nia asal.


γ€€


"Itu bukaΒ  unik. Heh, mereka bodoh apa ?" Tidak terima. "Itu karena kamu istimewa, spesial banget, berarti dalam hidupku. Itu baru benar ".


γ€€


"Iya...iya ". Nia berusaha mengalah.


γ€€


"Ya sudah..aku maafkan mereka ". Suara Aisakha sangat datar.


γ€€


Sementara Kristo, "hahahahahahaah..", khilaf dan gagal membungkam mulutnya sendiri. Kristo tertawa lucu. Menertawakan sang tuan.


γ€€


"Kristooooooooo...kemasi barang-barangmu. Kau pergi sana ". Teriak Aisakha tidak terima melihat Kristo tertawa bahagia.


γ€€


Secepat kilat Kristo berlari, meninggalkan Aisakha yang kesal menjadi bahan tertawaan dirinya itu bersama calon nyonya mudanya,Β  Nia yang tersenyum penuh cinta pada Aisakha.


γ€€


****************


γ€€


EPILOG...


γ€€


"Apa-apaan Mas ini, jadi alasan dia mau memecat Lita dan Riana karena mereka memujiku. Astaga, itu cemburuannya kok separah itu coba ". Nia cukup lama menguping pembicaraan yang sedang berlangsung di ruang keluarga itu.


γ€€


Ternyata begitu Aisakha meninggalkan Nia di dalam kamarnya, perlan-pelan Nia mencari kesempatan mengekor kekasihnya itu. Hingga tahulah dia, apa yang membuat tuan Aisakha marah besar pagi ini. Marah besar pada kedua orang pelayan wanita yang jelas tidak berdosa.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2