SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
30


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


"Bisakah anda memulai bercerita pada saya ! Saya perlu penjelasan atas semua ini !" Akhirnya Nia bisa bersuara kembali setelah sesaat dirinya terlalu sibuk memperhatikan lingkungan sekelilingnya.


γ€€


Taman dengan rumput hijau dan jejerang bunga asoka merah menghiasi sisi kanan dan kiri koridor penghubung satu bangunan dengan bangunan lainnya. Sepertinya bunga asoka itu cukup terawat baik, Nia masih sempat menarik kesimpulan akhir dari tampilan bunga yang terlihat tetata rapi.


γ€€


"Ini ". Lelaki berjas putih mengeluarkan sesuatu dari saku jas putihnya dan memberikannya pada Nia.


γ€€


Nia melihat, sebuah kertas putih agak mengkilat, tetapi terlipat berada di atas telapak kanannya.Β Foto ? Buat apa ? Foto siapa ?


γ€€


"Buka lipatan foto itu !" Lelaki berjas putih berhenti berjalan, hingga Nia pun memilih ikut berhenti melangkah di samping lelaki yang terlihat sangat berwibawa dengan balutan jas putihnya.


γ€€


Nia membuka pelan kertas foto di tangan kanannya. Jelas foto itu sudah terlalu sering di buka hingga membuat tampilannya terlihatΒ  kusam.


γ€€


Ni menutup mulutnya dengan tangan kirinya, matanya silih berganti menatap heran antara keras foto itu dan si lelaki berjas putih.


γ€€


Bagaimana mungkin ?


γ€€


kamu kaget juga ya ! Persis seperti saya tadi !" Dokter memperhatikan ada ekspresi tidak percaya pada Nia. Nia menatap serius gambar yang tertera pada kertas foto itu.


γ€€


Sebuah foto kecil, mungkin ukurannya hanya sebesar ukuran pasfoto 4x6 inci. Ada satu wajah yang terpampang di sana, wajah seorang wanita yang tersenyum manis, Nia memperhatikan wajah itu terlihat sama persis dengan wajahnya tidak ada ubah sangat sama. Hanya saja di bagian bola mata memang agak berbeda, lebih tepatnya di warna bola mata. Bola mata si wanita di foto itu hitam pekat berbeda dengan Nia yang berwarna cokelat terang.


γ€€

__ADS_1


"Apa maksudnya ini, anda siapa, ada apa ini, ini apa ?" Nia memberondong lelaki berjas putih dengan banyak pertanyaan.


γ€€


"Perkenalkan...saya dokter Zaky ", lelaki berjas putih tersenyum pada Nia. "Saya bisa maklum kalau anda kaget, wajar ". Dokter Zaky melipat kedua tangannya di depan dada. "Serasa melihat wajah anda sendiri bukan, tapi dengan warna mata yang berbeda ?" Nia diam, meskipun mendengar pertanyaan lelaki berjas putih yang ternyata adalah seorang dokter, tetapi Nia masih sibuk memandang wajah cantik seorang wanita di dalam foto itu.


γ€€


"Tunggu sampai anda melihat foto lainnya yang terlihat seberapa panjang ukuran rambutnya ! Anda akan tahu, panjang rambut kalian tidak sama ". Dokter Zaky masih terus berbicara.


γ€€


"Ini bukan saya ". Akhirnya Nia mampu menenangkan keterkejutannya sendiri. "Siapa dia ?"


γ€€


"Dia Amanda, kalau umurnya panjang, maka umurnya akan sama seperti anda ". Dokter Zaky mengerakkan tangan kanannya mempersilahkan Nia kembali berjalan. "Kita bicara di ruang kerja saya !" Dokter Zaky meminta Nia mengikutinya.


γ€€


Nia menatap sesaat ke arah dokter Zaky, begitu banyak pertanyaan yang ingin di ajukannya. Dirinya masih belum bisa mencerna arti semua ini.


γ€€


γ€€


"Tolong, jelaskan semua !" Nia sudah tidak bisa menunggu lagi.


γ€€


"Amanda meninggal 5 tahun yang lalu. Cukup tragis ". Dokter Zaky mulai bercerita. "Jujur, saya sendiri tidak pernah melihat langsung sosok Amanda, saya tidak pernah bertemu dengannya. Tetapi dari semua foto-foto yang saya miliki, melihat anda, sesaat membuat saya berpikir anda adalah Amanda ". Dokter Zaky membuka laci meja kerjanya dan mengeluarkan 5 lembar foto baru yang ukurannya lebih besar.


γ€€


Nia mengeleng pelan, benar-benar miril dengannya. Begitu kira-kira isi pikiran Nia saat memandang 5 lembar wajah orang yang sama pada foto tersebut. Wajah wanita yang menurut dokter Zaky bernama Amanda.


γ€€


"Sa, saya masih belum mengerti. Apa maksud semua ini ?" Nia menunjuk semua wajah wanita yang ada di dalam masing-masing kertas foto itu.


γ€€


"Dari yang saya tahu, Amanda adalah seorang gadis periang, anak yang baik dan sangat di sayang keluarganya, dia cantik dan bersahaja. Hingga suatu hari, Amanda lolos seleksi administerasi di salah satu Perbankan milik pemerintah, yang di dekat Museum kalau saya enggak salah kantornya ". Dokter Zaky mengerutkan kening, sepertinya sedang berpikir untuk benar-benar memastikan.

__ADS_1


γ€€


"Amanda pamit untuk mengikuti kegiatan seleksi tahap berikutnya pada keluarganya, pada Ibu dan adik perempuannya. Sebenarnya Amanda punya satu kakak lelaki, tapi di hari itu kakaknya harus berangkat pagi karena ada kegiatan mendesak di tempatnya bekerja. Singkat cerita, hari dimana Amanda pamit adalah hari terakhir keluarganya melihat Amanda ". Nia mengangkat kepalanya, mengalihkan matanya dari foto-foto seorang wanita yang sangat mirip dengannya itu dan beralih memandang dokter Zaky.


γ€€


"Apa yang terjadi ?" Nia mendesak agar dokter Zaky segera melanjutkan ceritanya.


γ€€


"Amanda hilang ". Nia membesarkan bola matanya tidak percaya. "Dia, dia...", Dokter Zaky perlu waktu sebentar untuk menyiapkan dirinya buat melanjutkan ceritanya pada Nia.


γ€€


"Amanda di temukan 4 hari kemudian di belantara hutan Kepahyang dengan kondisi yang sangat mengenaskan ". Nia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


γ€€


"Amanda dinyatakan telah meninggal selama 2 hari ". Nafas Nia bergerak cepat, ada gemuruh di dadanya. Entah kenapa Nia merasa begitu sedih. Tanpa di sadarinya, air mata telah jatuh di sudut mata cokelatnya. Nia kehilangan kemampuannya untuk berbicara.


γ€€


"Besar kemungkinan Amanda telah menjadi korban begal. Karena sepeda motor serta tas Amanda hilang, hanya baju yang melekat di badan saja yang tinggal ". Dokter Zaky mengeleng-geleng pelan.


γ€€


Ke, kejam sekali. Demi harta mereka tega merampas nyawa orang lain.


γ€€


"Setelah kematian Amanda, Ibunya begitu terpukul. Ibunya depresi berat, hingga akhirnya harus di rawat intensif di sini. Hari terakhir Ibunya berjumpa Amanda, adalah hari terakhir Ibunya berbicara. Setelah itu Ibunya hanya diam melamun dengan pandangan mata kosong dan seakan-akan tidak berada di sini lagi, hanya raganya saja yang tinggal tapi jiwanya entah kemana ". Nia masih belum mampu bersuara, dia masih membiarkan air mata jatuh di sudut matanya.


γ€€


"Tapi 3 tahun lalu, kakak lelaki Amanda berhasil membuat perubahan besar pada kesehatan Ibunya. Entah bagaimana caranya, dia bisa memiliki foto Amanda yang sedang memakai jas laboratorium sambil tersenyum cerah ". Dokter Zaky tersenyum pada Nia. "Foto itu berhasil membuat Ibunya Amanda merespon dunia sekitar lagi. Ibu renta itu mulai bisa menelan obatnya sendiri, dia tidak juga bersuara seperti biasa. Tetapi setidaknya jiwanya seakan sudah kembali keraganya lagi ".


γ€€


"Setiap hari lelaki muda itu selalu bisa membawa foto-foto terbaru Amanda, saya sampai heran. Jelas Amanda sudah meninggal, tapi foto-foto itu nyata. Terlihat Amanda sedang asyik bercerita, atau Amanda sedang berjalan bersama 3 orang wanita muda yang sepertinya seumuran dengannya, atau Amanda sedang duduk sambil tertawa lepas di sebuah ruang kerja, bahkan Amanda yang sedang berdiri dengan raut wajah serius di depan papan tulis putih pun bisa di dapat lelaki itu ". Nia menghapus cepat air matanya. Sekarang raut wajahnya berubah penasaran.


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2