
Yang Terbaik Untuk Bibi Ros
πππππ
γ
"Ada aku di sini, ada aku di sini". Berulang-ulang kali Aisakha membisikkan kata itu pada Nia yang masih menangis di dalam pelukkannya.
γ
Tidak sekali pun Aisakha meminta Nia berhenti menangis, dirinya justru sangat ingin Nia meluapkan semua duka yang telah lama di tanggungnya sendiri. Tidak terbayang oleh Aisakha, bagaimana bisa kekasih hatinya itu terus bertahan dalam menit, jam yang sangat lama untuk menyembunyikan sedihnya dan menjadi pelipur lara bagi orang-orang disekitarnya.
γ
Ada rasa sesal dihatinya, kenapa tidak bisa datang secepat mungkin untuk berada di sisi Nia, di saat Nia sangat membutuhkannya. Ah, andai tidak ada urusan yang sangat penting di Jakarta. Aku pasti sedari awal sudah memelukmu seperti ini. Tidak membiarkan mu merasakan duka ini sendiri.
γ
Lama, sekitar Nia hanya memperhatikan semua yang di lakukan Aisakha untuk Nia. Mereka sangat terkesima menyaksikan kesabaran lelaki tampan itu melindungi Nia dalam tangisnya. Bahkan Kristo pun tidak menyangka kalau sang tuan akan diam, tidak bergeming sedikit pun saat Nia memukul dada majikannya itu, berkali-kali malah.Β Sejujurnya Kristo tadi sempat ragu, sempat berencana maju melindungi sang majikan dari luapan duka Nia. Tetapi melihat begitu teguhnya hati Aisakha, Kristo pun membatalkan niatnya. Dia pun memilih hanya berjaga-jaga saja kalau-kalau Aisakha memerlukan dirinya.
γ
Luar biasa wujud cinta anda pada nona Nia, tuan. Semoga Tuhan segera menyatukan tuan dan nona Nia. Dalam lubuk hatinya, Kristo berdoa untuk kebahagiaan sang majikan.
__ADS_1
γ
Wulan, Resya dan Anita sudah menutup mulut mereka, mereka telah mengerti arti adegan demi adegan yang di tunjukkan oleh Aisakha pada sahabat mereka, Nia. Sungguh di luar dugaan akal pikiran mereka kalau Nia bisa memiliki hubungan yang sedemikian rupanya bersama sang Presdir. Presdir loh, begitu kira-kira tanda tanya yang sempat singgah di pikiran mereka tadi.
γ
Seorang pria yang menjadi raja di raja dunia bisnis, mencintai seorang wanita bisa? Siapa yang tidak akan mengganga menyaksikan semua itu. Tetapi untungnya wanita biasa itu adalah sahabat mereka sendiri, jadi saat ini dapat dipastikan Wulan, Resya dan Anita menjadi sangat bangga pada Nia.
γ
Bowo bersyukur di dalam hatinya, saat dirinya tahu sang Presdir telah sampai, jangan di tanya berapa banyak ucapan syukurnya terucap di dalam hati. Senangnya, itu yang dirasakan oleh Bowo saat tahu lelaki yang mencintai Nia telah berada di sisi sahabatnya itu. Bowo yakin, sang Presdir adalah pembujuk terbaik untuk membuat Nia kuat dengan semua peristiwa ini.
γ
Pakde dan Bi Kartik tidak kalah bahagianya, melihat majikan muda mereka, yang sudah seperti anak sendiri bagi pasangan pasutri ini telah berada di dalam pelukan Aisakha. Kepanikan Bibi di awal mendapati Nia yang semakin terpuruk, menyerah dengan benteng ketegaran yang sengaja di buatnya demi menghibur sepupu dan iparnya sendiri. Sekarang sudah berganti kejujuran, jujur bahwa Nia juga manusia biasa. Butuh dukungan, butuh dikuatkan, butuh disemangati, butuh dijanjikan segela hal baik untuk membuat dia tenang.Β Terima kasih Tuhan telah mengirimkan tuan tampan pada si non.
γ
γ
γ
**********
__ADS_1
γ
Waktu berlalu, isak tangis Nia telah menghilang. Meninggalkan sesegukan beberapa kali yang terkadang membuat bahunya kembali berguncang. Tanpa ragu, Aisakha mengendong Nia mendudukkan wanita cantik dengan mata sembab itu ke salah satu bangku kosong di ujung lorong kamar operasi.
γ
Nia hanya diam, dia sangat lelah hingga membiarkan saja Aisakha mengendong dan mendudukkan tubuhnya di bangku.
γ
Aisakha bersimpuh dihadapan Nia, "Lihat aku". Ucap Aisakha sambil mengangkat dagu Nia agar menatap lurus pada matanya.
γ
Mata sembab yang telah memerah itu pun menatap lurus pada Aisakha. "Aku akan melakukan yang terbaik untuk Bibi Ros. Percayalah". Janji Aisakha pada Nia yang disambut anggukkan kepala oleh Nia. Nia menggengam kuat jemari Aisakha dan berusaha tersenyum. Walaupun yang tampak hanya sebentuk tarikan tipis di kedua sudut bibirnya, tetapi dia sangat percaya dengan janji Aisakha padanya. Janji lelaki yang telah disadari oleh Nia bahwa dirinya telah jatuh cinta pada Aisakha.
γ
"Te-terima kasih". Jawab Nia yang disertai sesegukkannya.
γ
γ
__ADS_1
γ
γ