
Cerita (1)
πππππ
γ
γ
Bibi terlihat panik mendapati Nia yang masih terpejam dalam gendongan Aisakha, terlihat mata Bi Kartik mulai berkaca-kaca. Sepertinya asisten rumah tangga Nia itu benar-benar takut hal buruk akan menimpa majikan kecilnya.
γ
Nia telah di baringkan di ranjang besarnya oleh Aisakha, Aisakha pun menyelimuti Nia hingga pinggang. Membelai rambutnya dan mengenggam erat jemarinya.
γ
Maafkan aku sudah membuatmu seperti ini. Aisakha terus menatap Nia yang terpejam di atas ranjang.
γ
"Tuan, ini obat nona". Ucap Kristo yang berdiri di belakang Aisakha.
γ
"Iya terima kasih. Sekarang kamu pulanglah, kamu harus istirahat!' Perintah Aisakha pada sekretarisnya itu.
γ
"Saya akan bersama tuan, tuan tidak perlu menghawatirkan saya. Saya bisa istirahat dimana saja". Jawab Kristo yakin.
γ
"Baiklah, terserah bagaimana baik menurut kamu saja". Aisakha akhirnya berhenti mendesak Kristo untuk pulang.
γ
"Bi, tolong ambilkan minum buat Nia. Tapi air hangat ya. Sama kompres, juga air hangat". Aisakha masih mengenggam erat jemari Nia.
γ
Cepat Bi Kartik turun dan mengambilkan apa yang di minta oleh Aisakha, meninggalkan Pakde dan Kristo yang masih setia menemani Aisakha menjaga Nia.
γ
"Pakde, bawa Kristo keluar supaya dia bisa istirahat!" Pinta Aisakha pada Pakde kemudian.
γ
"Baik tuan, mari den". Ajak Pakde pada Kristo.Β "Den Kristo, istirahat di kamar bawah saja gimana?" Tanya Pakde pada Kristo setelah mereka keluar dari kamar Nia. "Di bawah ada tempat tidur kecil, tapi bersih kok den. Cukup nyaman untuk menghilangkan lelah aden". Pakde mengajukan penawaran pada Kristo.
γ
"Tapi gimana dengan tuan Aisakha, Pakde. Kasihan tuan, saya tidak sampe hati melihatnya. Lagi pula kalau di rasa-rasa, tuanlah yang sebenarnya sangat capek. Pagi kemaren tuan sangat sibuk, ada masalah besar yang harus diselesaikan, belum lagi berbagai rapat yang harus diselenggarakan tuan, siangnya sudah terbang ke sini. Dan setelah sampe sini hingga sekarang tuan gak ada istirahatnya barang sebentar". Terlihat jelas di mata Pakde bagaimana khawatirnya Kristo pada Aisakha.
γ
"Tuan nanti biar Pakde dan Bibi yang coba bujuk. Aden tenang saja. Ayo, aden ikut Pakde". Pakde mengantar Kristo ke kamar bawah. Ruangan yang terbentuk dari hasil skat sebuah gudang. Tetapi benar kata Pakde, walaupun ruangan tersebut kecil dengan sebuah ranjang kecil atau yang biasa di sebut tempat tidur bujang dan satu meja ukuran minimalis, yang di atasnya terdapat lampu meja, serta kaca untuk bercermin seukuran 30 x 30 centi meter.
__ADS_1
Kecil dan sangat sederhana, tetapi untuk seorang Kristo yang bukanlah lelaki pemilih dan sudah terbiasa dengan kehidupan sulit, apa yang ditawarkan Pakde ini, sudah lebih dari cukup. Toh dia hanya butuh sedikit meluruskan otot-ototnya saja, agar kembali segar.
γ
Ah, kenapa tuan? Andai tadi tuan mau mendengar anjuran saya agar kita bawa nona ke rumah tuan saja. Kristo terlihat sedang menerawang, sambil menatap langit-langit kamar, memorinya sedang kembali ke masa dalam perjalanan membawa Nia, di dalam mobil.
γ
"Tuan, kita ke pulang ke rumah tuankan?" Tanya Kristo saat mobil yang dikemudikannya telah keluar dari area parkir Rumah Sakit, masuk ke jalan raya.
γ
"Jangan, ke rumah Nia saja". Jawab Aisakha cepat.
γ
"Kenapa tuan. Bukannya kalau di rumah tuan lebih baik. Ada Ibunya tuan, terus fasilitas di rumah tuan lengkap. Nona pasti nyaman". Kristo memberitahu Aisakha segala argumen yang menurutnya sangat baik.
γ
"Benar, di rumah ada Mama, fasilitas juga ada. Tapi Nia belum kenal Mama, saya enggak mau saat kondisinya masih belum stabil, dia malah merasa terbebani dengan keberadaan Mama". Aisakha terlihat membelai wajah Nia.
γ
"Tuan ragu, Ibunya tuan gak terima nona?" Kristo memandang Aisakha dari kaca kecil di atas kemudi mubil yang tengah di bawanya.
γ
"Hahaha", tawa Aisakha pelan. "Kamu tau pasti saya tidak pernah ragu akan hal itu, Mama sangat tau gimana cintanya saya pada Nia. Dan saya yakin, kalau Mama tau saya sudah menemukan Nia, bahkan sudah mendapatkan hatinya, Mama pasti akan sangat senang. Bisa-bisa Mama maksa aku nikahi saat itu juga". Aisakha bisa menebak apa yang akan di lakukan sang Mama andai melihat dia membawa Nia kerumah.
γ
γ
"Nia, Nia yang saya ragukan Kris". Jawab Aisakha sambil menatap wajah pucat Nia. "Pengalamannya hari ini sangat luar biasa. Apa yang dialaminya sudah membebaninya, bahkan lihat, kondisinya jadi seperti sekarang. Saya tidak mau, saat dia bangun besok, dia malah semakin takut. Pada saya dan Mama".
γ
"Cukup rumit ya tuan?" Kristo mengeleng pelan.
γ
"Kristo, apakah masih ada informasi tentang Nia yang belum kamu beritahu saya?" Terdengar suara serius Aisakha pada Kristo.
γ
"Tidak tuan, sudah semua. Sangat Lengkap tuan. Dari latar Ayah dan Ibu nona, dimana pekerjaan Ayah nona, kapan meninggalnya dan karena apa, tentang kehidupan nona bersama Ibu dan neneknya setelah Ayah nona tiada. Lengkap tuan. Masa bayi nona, masa sekolahnya, saat nona remaja. Dan itu tuan, pacar pertama nona di SMA kan juga ada saya laporkan...."
γ
"Siapa yang suruh kamu sebut mantan pacarnya". Aisakha langsung memotong penjelasan Kristo dengan emosi.
γ
Auto cemburu, hehehehe. Kristo.
γ
__ADS_1
"Maaf tuan, saya hanya bermaksud menjelaskan bahwa semua informasi tentang nona sudah tuan baca semua. Bahkan tentang penyebab nona sampai di Bengkulu pun sudah saya serahkan informasinya pada tuan". Kristo sedikit berhati-hati saat memberi penjelasan berikutnya pada Aisakha.
γ
"Jadi apa yang menyebabkan dia jadi seperti ini. Situasi apa yang membuat memori buruknya kembali?" Tanya Aisakha tidak bingung.
γ
Kristo hanya diam. Tidak tahu harus memberi jawaban terbaik apa untuk sang tuan.
γ
***************
γ
Hai..hallo kaka-kaka readers budiman.
Author mau kasih sedikit pengumuman, dikit banget kak...sumpahπ€
γ
Jadi kak, alhamdulilah kita semua diperkenankan Allah bertemu ramadhan yang sangat dinanti-nanti pada tahun ini. Ooooo, iya. Bagi kaka-kaka readers budiman yang tengah melaksanakan ibadah puasa di tahun ini, semoga selalu sehat dan sukses hingga akhir ramadhan di hari fitri nantiπ€²aamiin.
γ
Balik lagi, jadi kak...selama ramadhan ini author akan up episode baru novel SBUS (Senja Baru Untuk Syania) pada hari senen-jumat, dengan jumlah episode 2-3 banyaknya.
γ
Nah, kalau hari sabtu gimana tor?
Author enggak bisa janji ya kak. Insyaallah kalau memang bisa akan di upload. Tetapi kalau tidak, di hari senennya kaka-kaka readers sudah bisa kembali menikmati episode barunya.
γ
Berarti minggu enggak tor?
Iyap kaka...minggu enggak ya kak. Minggu adalah hari author ada di dunia nyata dan berkutat dengan tugas negara.
γ
Gayamu torπ€π€
Hehehehehe..iyain aja napa kaka, author lagi rada-rada nihπ π π
γ
Baiklah kaka-kaka readers semua. Terima kasih atas kesetiaan kaka pada novel author iniπ€
γ
Sehat selalu dan jangan lupa berbahagiaπ
γ
γ
__ADS_1