SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
15


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Wulan, Resya dan Anita mungkin sudah beberapa menit yang lalu meninggalkan Nia di laboratorium, mereka memilih pulang duluan meninggalkan Nia yang memilih tinggal lebih lama karena beralasan masih ada yang harus di kerjakannya sebentar. Sedang Bowo, setelah mendapat persetujuan dari Nia untuk membawanya besok ke tempat yang Nia tidak pernah tahu dimana, maka Bowo memilih segera pergi dari laboratorium lebih dulu dari biasanya bahkan dari semua rekan seprofesinya. Wajahnya cerah, senyum terkembang di sudut bibirnya. Tidak hanya itu, saat Damar memberi pelototan mata tajam pada Bowo saat mereka bersitatap sebelum Bowo keluar laboratorium, Bowo menanggapi santai tanpa pertengaruh. Acuh, seakan tidak terganggu apa lagi merasa takut dengan mata besar penuh kecurigaan Damar padanya.


γ€€


Apa yang aku lakukan ini tidak apa-apa ? Kenapa sekarang aku malah takut ? Sebenarnya Bowo mau bawa aku kemana ? Bagaimana kalau Bowo sebenarnya punya niat jahat sama aku ?Β Nia menatap kosong ke arah tabung larutan yang tadi telah di sterilkan oleh Anita.Β Aku ragu....


γ€€


"Boleh saya tahu apa yang nona dan Bowo bicarakan tadi ?"Β Nia benar-benar tidak menyadari kedatangan Damar. Ke arahnya. Entah sudah berapa lama Damar berdiri, memperhatikan di sebelah kursi Nia.


γ€€


"Kam buat saya kaget saja ". Nia segera berdiri, mencoba menjauhi Damar.


γ€€


"Nona, rasanya saya tidak perlu menanyakan hal yang sama sampai 2 kalikan. Saya yakin nona dengar apa yang saya sampaikan tadi ?" Damar terlihat mendesak Nia.


γ€€


"Kami hanya membicarakan masalah persiapan presentasi besok ". Jawab Nia tanpa mau melihat ke arah Damar. Nia sedang berbohong.


γ€€


"Apa yang nona tutupi dari saya ?" Nia merasa Damar meragukan jawabannya.


γ€€


"Kamu tidak percaya pada saya ?" Tanya Nia tapi tetap tidak berani menatap Damar. Sesungguhnya Nia bukan pembohong ulung, dalam hatinya sekarang sedang sibuk berdoa agar Damar berhenti mendesaknya. Karena kalau tidak, dapat dipastikan Nia akan segera jujur menceritakan semua.


γ€€


"Saya percaya pada nona, tapi saya tidak percaya pada Bowo ". Suara Damar terdengar sangat dingin. "Jadi tolong nona jangan menyembunyikan apapun dari saya !"


γ€€


Nia menarik nafas dalam, hatinya mulai ciut, tapi dia harus mencoba tenang. Selama Damar tahu dirinya tenang, Nia pasti bisa menutupi rencana Bowo untuk membawanya besok.


γ€€


"Terima kasih Damar, kamu menjaga saya dengan baik ". Nia berbalik dan memberi senyum terbaiknya pada Damar. Damar terkesima melihat pemandangan luar biasa indah di depan matanya. Jantungnya sedang sibuk berlari sekuat tenaga. Nona cantik yang sebentar lagi akan menjadi isteri dari majikannya sedang tersenyum padanya, sungguh di luar prediksi Damar yang diam-diam memang mengagumi Nia.


γ€€


Cantiknya....kayak peri imut di film-film.Β Mulut Damar sedikit terbuka.

__ADS_1


γ€€


Sayang semua tidak berlangsung lama, kesempatan Damar menikmati kecantikan wajah Nia harus segera berakhir. Handphone Nia yang masih tersimpan di sakunya berbunyi keras. Dengan malasnya Damar mengeluarkan Handphone Nia dan menatap layar yang terus menyala.


γ€€


"Siapa ?" Tanya Nia saat melihat Damar memperhatikan layar handphonenya.


γ€€


"Mama, nona ". Jawab Damar sambil menyerahkan handphone Nia kembali padanya.


γ€€


"Astaga, aku lupa. Kan sore ini ada janjian sama Mama ". Segera Nia menjawab panggilan masuk di handphonenya sambil memberi kode pada Damar agar mengikutinya kembali ke ruang kerja, mengambil tas dan barang-barang pribadinya di sana.


γ€€


"Ya Ma, Hallo ".


γ€€


"Mama sudah di luar, Nia dimana ?" Tanya Mama di ujung telepon.


γ€€


γ€€


"Ya udah, Mama tunggu sini ya. Nanti Nia sama Mama saja, pengawalnya kamu biar ikutin kita ".


γ€€


"Iya Ma, aku dah siap, ini lagi jalan ke tempat Mama ". Demi mempermudah jalan Nia, Damar menawarkan membawa tas kerja Nia.


γ€€


"Ya ampun, kenapa bisa lupa sih ada janji sama Mama. Enggak enak banget deh Mama sampe nunggu. Segen banget ". Guman Nia pelan pada diri sendiri sambil mempercepat jalannya.


γ€€


Untung saja, Nia tidak terlalu lama membuat Mama mertuanya menunggu. Hanya 2 menit saja dan dia sudah duduk manis di samping Mama di kursi belakang mobil.


γ€€


"Maaf Ma, maaf benar. Mama harus nunggu. Tadi aku sedang asyik untuk persiapan presentasi besok. Jadi lupa waktu Ma ". Ucap Nia penuh penyesalan.


γ€€


"Gak masalah nak, jangan seperti itu. Mama sama sekali enggak masalah ". Dan Mama pun memberikan kode si sopir untuk segera menjalankan laju mobil ke tempat tujuan mereka, memecah lalu lintas sore Kota Bengkulu agar segera sampai di Kawasan Soeprapto, tempat salon langganan Mama.

__ADS_1


γ€€


γ€€


***************


γ€€


Sebenarnya perjalanan dari laboratorium tempat Nia bekerja ke salon langganan sang calon Mama mertua lumayan jauhloh, hampir 1 jam lamanya. Tapi karena sepanjang jalan di isi oleh Nia dan Mama dengan bercerita seputar penelitian Nia yang akan di presentasikan Nia besok, rasanya waktu malah cepat berlalu. Nia bersemangat sekali menceritakan semuanya pada Mama dan Mama terlihat kagum dengan kecerdasan calon menantunya itu. Wajar saja anak lelakinya begitu mencintai Nia, begitu pikir Mama saat melihat senyum puas di wajah Nia tepat diakhir ceritanya.


γ€€


"Maaaaa ". Rengek Nia berusaha menolak perintah calon mertuanya itu saat memaksa Nia agar masuk ke ruang pijat Spa. Petugas Spa sudah lama menunggu.


γ€€


"Kenapa sih, kok susah benar hanya Mama suruh perawatan saja ?" Mama mengeleng pelan mendengar penolakan Nia.


γ€€


"Itu Ma, soalnya buat apa ? Lagi pula rencananyakan Mama tadi yang mau nyalon. Kok setelah sampe sini malah aku ?" Jidad Nia mulai berkerut bingung.


γ€€


"Sayang, dengar Mama ya. Ini tuh semua Mama lakukan buat kamu loh. Biar kamu yang cantik ini semakin glowing nak, jadi saat Sakha pulang besok dia akan semakin cinta sama kamu ". Mama tersenyum jahil pada Nia.


γ€€


Ihhhh, Mama apa coba. Ada-ada aja deh.


γ€€


"Lagi pula kamu bulan depan mau nikah, jadi sangat baik perawatan wajah dan tubuhnya kamu di mulai dari sekarang. Jadi besok setelah menikah kamu akan semakin di manja anak lelaki Mama itu. Percaya deh sama Mama, yaaa ". Mama menarik Nia agar mau masuk ke dalam ruang perawatan Spa.


γ€€


Nia hanya patuh saat tangan kanannya sudah di pegang erat oleh calon Mama mertunya itu. Sepertinya percuma menolak kemauan Mama. Nia yakin semakin dirinya menolak, Ibu kandung kekasihnya itu akan semakin getol memaksa dirinya. Jadi biar sajalah Nia mengalah, lagi pula ada benarnya juga sih kalau Nia memulai perawatan sebelum hari jadi pernikahannya bulan depan. Setelah di pikir-pikir, ada baiknya kalau Nia merawat wajah dan tubuhnya, toh semua untuk membahagiakan lelaki pujaannya, lelaki yang sangat dicintainya itu.


γ€€


Akhirnya sore itu dihabiskan oleh Nia dengan perawatan sekujur tubuhnya, wajah cantiknya, rambut panjangnya, hingga tubuh indahnya. Semua, setiap inci tanpa terkecuali. Sementara sang calon Mama mertua lebih memilih creambat seperti yang awal direncanakan beliau. Lumayan, Mama bisa merasa rileks kembali setelah mendapat pijatan terbaik di sekitar kepala dan bahunya.


γ€€


Sepertinya kedepan, menantu dan mertua ini bakal punya kegiatan seru bersama untuk menghabiskan sore mereka di hari-hari berikutnya, Mama dan Nia terlihat sangat kompak, benar-benar membuat orang iri saja.


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2