
Mungkin Di Lain Kesempatan (2)
🌈🌈🌈🌈🌈
 
Tanpa sungkan Aisakha dengan lancarnya memberikan pujian pada Profesor Yandi dan para staf yang bekerja sebagai peneliti di perusahaannya, Aisakha benar-benar menunjukan apresiasinya atas kerja keras Profesor beserta tim selama ini. Profesor Yandi beserta para stafnya merasa sangat tersanjung, mereka bisa merasakan ketulusan dari ucapan yang disampaikan Aisakha untuk mereka. Mungkin jika mereka bisa melayang, bisa jadi selama Aisakha memuji, mereka sudah terbang ke langit. aahhh, rasanya sangat bahagia. Mungkin perbandingan bahagianya sama seperti menang undian berhadiah miliaran rupiah, Pikir mereka.
 
"Terima kasih tuan semua ini adalah hasil kerja sama tim, saya sangat bersukur memiliki mereka", ujar Profesor merendah sambil menunjuk satu persatu stafnya. "Dedikasi mereka pada perusahaan tidak perlu diragukan, tuan memang tidak salah merekrut mereka". Puji Profesor kepada Wulan, Bowo, Resya dan Anita.
 
"Kenapa hanya berempat Prof?" Aisakha menyadari ada yang kurang. "Bukannya tiga tahun yang lalu perusahaan merekrut satu orang lagi? Yang mana orangnya?" Tanya Aisakha sambil menunjuk empat orang peneliti yang duduk bersama Profesor Yandi.
 
"Benar tuan, tiga tahun yang lalu peneliti di perusahaan tuan bertambah dan peneliti yang telah tuan rekrut tiga tahun lalu sangat bertalenta. Dia sangat cerdas tuan, selama tiga tahun ini, ide inovasi demi inovasi dari lembaga penelitian berasal dari dia". Jelas Profesor Yandi.
 
"Oya, yang mana orangnya Prof?" Ujar Aisakha bersemangat.
 
__ADS_1
"Maafkan saya tuan, tadi Syania minta izin. Beberapa saat sebelum tuan sampai di aula, dia mendapat telepon penting dari keluarganya". Ujar Profesor Yandi. Kemudian Profesor menjelaskan kepada Aisakha situasi dan kondisi yang dihadapi Nia sesaat sebelum Aisakha masuk ke dalam aula.
 
"Oo, begitu rupanya. Ya, kalau memang sangat urgent seperti begitu mau bilang apa lagi". Aisakha mencoba mengerti situasi yang dihadapi Nia saat ini. "Siapa tadi namanya Prof?" Tanya Aisakha kemudian.
 
"Syania Tuan". Jawab Profesor singkat.
 
"Ya sudah tidak apa-apa Prof, kita tidak bisa mengatur kapan saat yang tepat hal baik dan buruk dalam hidup ini akan terjadi. Biarkan saja dia mengurus keluarganya hari ini. Saya masih bisa bertemu dia, mungkin di lain kesempatan. Saya mungkin akan dua minggu di sini." Aisakha tidak mempermasalahkan Nia yang mendadak minta izin saat dia baru saja akan masuk ke aula tadi.
 
 
"Kita lihat saja besok. Kebetulan saya juga sudah lama tidak mengunjungi laboratorium yang anda kepalai, kalau saya ada waktu saya berencana melihat laboratorium besok. Anda tunggu saja kabar dari Kristo selanjutnya!" Perintah Aisakha pada Profesor.
 
"Baik tuan, kami sangat senang pabila tuan mau mengunjungi kami di laboratoium. Rasa bangga kami berkali-kali lipat tuan mendapati tuan sudi ke laboratorium". Ucap profesor penuh rasa haru. "Andai anda besok benar ke laboratoriim, anda bisa melihat langsung seperti apa talenta Syania di bidang penelitian tuan. Kemaren dia sudah mengajak saya berdiskusi tentang pengembangan varietas baru golden melon kotak". Jelas Profesor lagi. "Dikepalanya penuh ide-ide inovatif tuan, dia gadis yang pekerja keras". Profesor memberitahukan pada Aisakha.
 
__ADS_1
"Menarik, sepertinya saya tidak salah menerima dia bergabung di perusahaan ini". Ujar Aisakha sambil menganggukan kepalanya.
 
"Benar tuan, insting ada sebagai presdir sangat tajam". Puji Profesor terhadap kepercayaan Aisakha saat menerima Nia dulu.
 
"Hahahahaha", Aisakha tertawa lepas. "Anda bisa saja Prof".
 
Setelah berlama-lama larut dalam pembicaraan, akhirnya profesor beserta empat orang stafnya pamit kembali ke ruangan kerja mereka. Tetapi sebelum mereka meninggalkan ruang kerja Aisakha, Kristo memberitahukan bahwa Profesor dan seluruh staf pada lembaga penelitian telah mendapat reward dari sang presdir berupa dua bulan gaji.
 
Mereka sangat berterima kasih, bisa bertemu dan berbicara langsung dengan sang presdir, sudah terasa seperti mendapatkan berkah, apa lagi dengan reward yang mereka terima ini. Terbayang oleh Wulan, Bowo, Resya dan Anita berapa banyak nominal yang akan mereka dapat hari ini.
 
Setelah meminta seluruh stafnya untuk berterima kasih pada sang presdir, mereka pun berjalan keluar dari ruang kerja megah milik Aisakha.
 
 
__ADS_1