
🌈🌈🌈🌈🌈
Acara meeting berjalan lancar. Aisakha sudah kembali beberapa menit yang lalu dengan di dampingi Kristo ke gedung megah Sunjaya Company. Siang ini semua berjalan lancar, pekerjaan selesai dan suasana hatinya sedang baik.
Kristo membukakan pintu ruang kerja sang tuan. Mempersilahkan sang tuan masuk terlebih dahulu.
“Kris, apakah saya boleh pulang lebih awal hari ini ?” Duduk sambil menatap layar handohonenya. Ada foto Nia di sana, Nia yang mengelus perut ratanya itu.
“Apakah tuan memiliki acara khusus ?” Bertanya sambil meletakkan gelas jus yang tadi sempat di minta Aisakha sebelum mereka masuk.
“Nia, dia lagi ngidam sate madura. Saya pengen membelikan sate itu secepatnya “. Menjawab dengan mata masih sibuk menatap layar handphone.
“Ooo, tentu saja bisa tuan. Kebetulan hari ini semua agenda pekerjaan tuan sudah selesai “.
“Kalau begitu, siapakan mobil, 15 menit lagi kita pergi !”
Kristo memahami setiap keinginan Aisakha, dan dalam sekejab semua sudah di siapkannya.
Tepat seperti keinginan Aisakha, 15 menit kemudian sang tuan sudah terduduk di mobil mewahnya. Kristo di posisi bangku depan dan sopir menjalankan kendaraan.
Mobil berbelok ke sisi kanan jalan raya, sebuah tempat penjual sate madura legendaris sudah di kantongi Aisakha.
Senyum terkembang di wajah tampan itu, permintaan sang istri untuk makan sate madura bukanlah hal sulit baginya. Karena sejujurnya, pemderitaan Aisakha semalam akibat adegan tidur tanpa memakai baju adalah titik terberat baginya selama Nia hamil 2 bulan ini.
Bayangkan saja, Aisakha sudah begitu yakin kalau arti ‘aku lagi pengen’ versi dirinya dan Nia pasti akan sama. Apa lagi, bagi seorang Aisakha yang sangat mengilai tubuh istrinya itu. Tentu mendengar Nia mengucapkan susunan kata tersebut, bagaikan angin surga untuknya. Sayang, hembusan angin surga langsung terbang berembus entah kemana. Aisakha pun berhasil tidur setelah melewati malam panjang.
“Tuan, hape tuan berbunyi “. Konsentrasi Aisakha terhadap lamunannya tentang kejadian semalam musnah. Dia segera menatap layar handphonenya. Ternyata, panggilan masuk dari Nia.
“Sayangggggg....”, suara riang Nia di ujung telepon.
“Apakah istriku merindukan aku ?”Tersenyum sambil menatap ke luar jendela.
“Hu-uh “, suara manja. “Lama lagi balik ke rumahnya ?”
“Sebentar lagi. Habis beli satenya langsung pulang kok “.
“Kalau begitu boleh tambah belinya ?” mendadak bersemangat, lupa dengan adegan manja tadi.
__ADS_1
“Tentu saja, mau apa lagi istri dan anakku “. Merasa yakin mampu memenuhi keinginan Nia.
“Sayang, aku pengen makan Mie celor yang rasanya sama kayak di Prapto “, mengajukan permintaan sambil berkhyala.
“Mie celor ?” suara pelan.
“Iya..Mie celor. Mie celor di Prapto itu enak sayang. Aku suka “. Menjelaskan, tetapi Aiskaha di ujung telepon tetap tidak bisa mengerti.
“Di sini, di daerah manakah Prapto itu ?” Bingung bukan kepalang.
“Di sini mana ada suamiku “. Ada gelak tawa di ujung kalimat. “Prapto itu nama pusat pertokoan dan kuliner terkenal di Kota Bengkulu. Lengkapnya jalan Soeprapto sayang “.
“Lantas ?” masih belum mengerti.
“Lantas, aku kepengen makan mie celor yang rasanya sama seperti di sana “. Berucap tanpa beban.
Bagaimana mungkin Nia, ini Jakarta bukan Bengkulu. Kemana aku mau cari, sama persis lagi. Kamu pikir aku ngerti apa itu mie celor ? Membatin sambil memijat pundak beberapa kali.
“istriku sayang “. Mencoba mencari alternatif lain. “Harus mie telorkah ?”
“Iya, iya..celor “. Menggelenkan kepala.
“Iya dong sayang, anak kita mau itu “. Kata-kata sakti yang langsung buat Aisakha tambah bingung.
“Istriku, aku belum pernah mencicipi rasa mie celor di daerah Prapto itu. Jadi aku enggak tahu seperti apa rasanya. Takutnya, nanti aku salah bawa pulang. Gimana ?” berbicara lembut, berharap Nia mau merubah permintaannya.
“Resya tahu, waktu itu Resky dan Resya yang bawa aku mencoba makan di sana “. Senang berhasil memberi solusi. “Sayang, masih ingatkan nama mantan Resya yang sudah hianatin dia ? Nah, Resky yang rekomendasikan tempat makan itu”.
“Okeh..nyonya Aisakha jangan khawatir. Anggap saja permintaannya Junior sedang di olah. Nanti Kristo yang akan bawakan ya “. Menepuk bahu Kristo. Ada rona senang melibatkan Kristo dalam kerumitan ngidam sang istri. Tetapi tidak bagi Kristo, dia diam dengan pikiran-pikiran anehnya. Perasaannya mengatakan kalau sang tuan sedang menjebak dirinya dalam urusan yang gawat. Tapi, gawat bagi si suami yang sedang menuruti kemauan istri yang hamil muda.
“Aku cinta padamu sayang “. Setengah berteriak saking senangnya, membayangkan semu permintaannya akan di penuhi
“Aku juga sangat, sangat cinta istriku “. Senyum bahagia, dan tangan masih sibuk menepuk-nepuk bahu Kristo.
“Kalau begitu tunggu aku pulang ya “. Dan sebuah kecupan di layar handphone.
__ADS_1
“Daaaaa “. Sambil membalas kecupan sang suami.
Serius, perasaan aku enggak enak ini. Kristo membatin gusar begitu tahu sang tuan telah selesai menerima teleponnya.
“Kristo “. Aisakha.
Tukan... kristo membatin dalam hati.
“Iya tuan “.
“Kamu pindah ke mobil belakang, bawa jemput Resya dan bawa ke hotel di daerah Sarina. Minta Resya menceritakan pada Koki terbaik kita di sana, apa itu mie celor dan seperti apakah rasanya ! Kemudian, perintahkan Koki membuat masakan itu, harus sama persis ! Dan setelah selesai antar ke rumah ! Nia lagi pengen makan makanan itu “. Memberi perintah panjang tanpa perduli ekspresi wajah Kristo yang terheran-heran.
“Memang mie tadi itu makan apa tuan ?” Baru pertama mendengar, sangat tidak paham.
“Kalau aku tahu, ngapain aku surub kamu “. Kesal.
“I..iya juga sih tuan “. Sadar kalau sang tuan kesal.
“Dan hubungannya dengan Resya, tuan ?” Mencoba mencari benang merah antara jenis makanan yang diinginkan sang nona muda dengan sahabatnya itu.
“Resya dan mantannya yang memperkenalkan Nia pada makanan itu, waktu mereka masih sama-sama di Bengkulu. Lelaki itu mentraktir Resya dan Nia makan mie celor di daerah Prapto “. Menjelaskan singkat.
“Baiklah tuan “. Langsung mengerti semuanya. “Saya izin pindah kemobil belakang. Nanti saya akan minta Bob pindah ke sini untuk mendampingi tuan “.
“Boleg juga “.
Mobil sudah berhenti di tepi jalan. Kristo turun dan segera bergegas ke 2 mobil yang juga berhenti di belakang mobil milik Aiskaha. Sedikit berbincang, dan seorang lelaki dengan pakaian hitam bernama Bob pindah ke bangku yang di duduki oleh Kristo tadi.
“Tuan, satu mobil akan sama bawa dan satu mobil lagi tetap akan mengikuti tuan “. Berbicara melalui jendela. “Saya pamit tuan “.
“Kris...tolong sama persis ya “. Menatap Kristi dengan tatapan serius. Membuat Kristo merasa merinding. Perasaan si sekretaris ini berkata, sempat beda rasanya, kau harus tanggung jawab.
Kristo hanya bisa mengangguk tanpa berani berjanji. Dia takut, dan lebih takut lagi, di karenakan semur-umur tidak pernah merasakan apa itu mie celor.
Kristo duduk di bangku belakang mobil kedua, ada keringat di keningnya.
Mie celor ya ? Membatin penuh perjuangan untuk memahami nama baru dari sebuah masakan.
__ADS_1