SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
67


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Mama menatap wajah Toni dan kedua orang tuannya yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri itu secara bergantian. Jelas ada raut kebingungan dengan sikap sang anak dan cara tenang Nia menyikapi keberadaan Toni yang menurut Mama dari Aisakha ini adalah sebagai lelaki pemilik hati menantunya itu di masa lalunya. Mama masih mencoba mencerna semua, tetapi tetap tidak bisa menjawab teka teki di dalam pikirannya sendiri


γ€€


"Biar, biar aku yang ceritakan semua ". Sekarang semua mata memandang ke arah Mama Miranda, Mamanya Toni ini sangat semangat mengerakkan tangannya ke depan agar mendaparkan perhatian penuh semua orang, khususnya wanita paruh baya yang seumur dengannya itu.


γ€€


"Begini Nata. Toni dan Nia mereka bersahabat, sama seperti kita. Mereka menjalin pertemanan dari bangku kuliah. Selain mereka berdua masih ada Dafi, Angga dan Ardi. Serta satu lagi, Edo namanya. Nata, Edo adalah lelaki yang kamu maksud, dia...si Edo ini adalah..", penjelasan versi Mama Miranda terhenti sesaat, ada jedanya. Ada keraguan di mulutnya untuk menyebutkan status Edo dalam hidup Nia.


γ€€


"Yang bernama Edo adalah mantan kekasihku Ma ". Ternyata Nia terlihat sangat berani mengucapkan semuanya di depan banyak orang, setelah masa yang cukup lama bagi seorang Nia untuk jujur tentang kisah pahitnya dulu.


γ€€


"Edo dan aku dulu sekali, kami saling mencintai. Tetapi semua sudah berakhir Ma. Dia hanya masa laluku, sekarang aku punya masa depanku yang indah bersama anak Mama ". Nia menatap mata biru Aisakha penuh cinta dan langsung di hadiahakan Aisakha usapan lembut di pipi Nia.


γ€€


"Nia dan keluarga kami sangat dekat. Nia sering main kerumah, dia anak yang santun, kami semua menyayanginya dan sudah menganggapnya seperti anak sendiri ". Toni dan sang Papa terlihat menganggukkan kepala bukti pembenaran ucapan sang Mama barusan, Mama Miranda lanjut bercerita.


γ€€


"Hingga kejadian 3 tahun lalu terjadi. Toni merasa sangat bersalah padamu Nia, membiarkan semua terjadi di depan matanya ". Sang Mama menatap Toni sesaat. "Mama dan Papa juga semenjak kejadian itu, sudah tidak pernah menjalin komunikasi dengan keluarga Edo lagi. Ya, hanya Toni saja yang masih setia menjaga persahaban mereka. Kalau kami, heh..Mama nggak sudi lagi Nia. Sakit hati Mama saat mendengar kamu yang sudah jadi bagian keluarga kami di perlakukan seperti itu oleh Ibu dari kekasihmu sendiri. Mana si Rendra diam saja lagi, buat Mama tambah ngedek saja ". Penjelasan versi singkat Mama Miranda cukup membuat Mama dari Aisakha memahami semua susunan pazzel kehidupan calon menantunya itu. Tahulah sang calon mertua Nia ini, bagaimana kisah kelam yang selama ini menyertai percintaannya di masa lalu.


γ€€


Sedang Aisakha, dia tidak senang mendengar nama Edo di sebut sebagai kekasih Nia. Meskipun itu cuma masa lalu saja bagi calon isterinya itu, tetapi tetap saja Aisakha tidak suka. "Lelaki itu hanya kekasih masa lalu. Sekarang Nia calon isteri saya, kami akan segera menikah ". Tatap kesal Aisakha pada Mama Miranda.


γ€€


Ya ampun, ternyata anak Nata ini pencemburu berat ya. Hehehehe. Tapi baguslah, berarti ini bukti kalau dia memang mencintai Nia sepenuh jiwa. Aku suka itu.Β Mama Miranda.


γ€€


"Maaf tuan, Mama saya hanya menceritakan kisah persahabatan saya dan Nia saja. Dan, tentu saja kami semua sangat senang akhirnya Nia bisa hidup bahagia. Saya percaya, tuan adalah jodoh terbaik yang Tuhan persiapkan buat Nia. Saya malah pengen nangis sekarang, saya tidak pernah menyangka akan bertemu Nia dalam keadaan baik dan penuh keceriaan". Aku Toni tanpa malu-malu.


γ€€


"Saya terharu, sahabat yang saya kira akan hidup penuh duka ini, ternyata sekarang sangat cantik. Luar bisa cantik ". Puji Toni tulus.


γ€€


"Nia, aku benar-benar senang atas kebahagiaanmu sekarang. Kamu sangat layak untuk dicintai seperti cara tuan Aisakha mencintaimu. Tuhan telah mengantikan semua air matamu dengan limpaham cinta, aku bisa lihat kalau tuan Aisakha sangat mencintaimu ". Toni tersenyum cerah memandang hormat pada Aisakha.


γ€€


"Terima kasih Ton. Kamu lupakanlah masa lalu, kamu gak salah Ton. Sekarang aku punya keluarga yang sangat menyayangiku. Jangan cemaskan aku lagi, sahabatmu ini sudah sangat bahagia !" Nia mencium pipi kiri sang Mama mertua dan mengengam erat jemari Aisakha. "Aku sudah sempurna sekarang Toni, terima kasih ya ". Dan entah sejak kapan Mama Miranda sudah menangis tersedu-sedu di tempat duduknya sambil terus memandangi Nia.


γ€€


Wanita paruh baya yang dulu sering di kunjungi Nia ini, benar-benar merasa haru. Suasanan hatinya sangat senang untuk Nia dan air matanya sebagai bukti wujud syukur terdalamnya.


γ€€

__ADS_1


"Mas...", guman Nia pelan pada Aisakha.


γ€€


"Pergilah ", jawab Aisakha juga tidak kalah pelannya. Aisakha tahu kalau Nia ingin sekali memeluk Ibu dari sahabatnya itu. Dan karena Aisakha tahu kalau Toni dan keluarganya sangat menyanyangi dan menghargai calon isterinya itu. Maka, Aisakha tidak segan membiarkan Nia mendekati dan memeluk Mama Miranda. Mereka pasti sangat merindukan Nia, itu pikir Aisakha.


γ€€


"Ma...", Nia sedang duduk di depan kedua kaki Mama Miranda dengan bertopang pada kedua lututnya. "Jangan menangis, sudah ya ". Bujuk Nia sambil memegang erat tangan Mama Miranda.


γ€€


"Oohhhh, Nia...hiksss ". Mama memegang bahu Nia dan mengajak gadis cantik ini untuk berdiri. "Nak, hiksss ". Ucap Mama di sela tangisnya. Dengan kedua mata penuh linangan air mata, Mama Miranda memeluk Nia lama.


γ€€


"Ooo..Tuhan, Mama rindu banget sama kamu nak ". Sesaat Mama Miranda melepas pelukannya dari Nia. Menatap Nia dengan sesama dari atas kepala hingga ujung kakinya. " Maafkan kami atas semua dukamu di masa lalu ". Nia mengelus pungung Mama Miranda saat Ibu kandung Toni ini masih saja menangis


γ€€


"Sudah, gak boleh nangis lagi ". Ucap Nia membujuk pelan.


γ€€


"Ini, ini air mata bahagia nak. Hiksss, air mata syukur Mama atas pencapaian kamu sekarang dalam hidupmu. Kamu memang layak ada di keluarga ini, di sini memang tempatmu. Bersama Nata dan tuan Aisakha. Tuhan itu maha adil, orang baik akan dijodohkan dengan orang baik juga. Orang santun akan dipasangkan dengan orang santun pula. Dan kamu sayang, gadis cantik berhati emas akan disatukan dengan pemuda tampan yang penuh cinta. Kalian sangat serasi, hikssss ". Puji Mam Miranda di antara derai air matanya.


γ€€


"Terima kasih Ma ". Ucap Ni tulus sambil tetap mengusap-usap punggung Mama Miranda.


γ€€


γ€€


"Kamu gak Papah nak ?" Tanya Mama dari kekasih hatinya itu.


γ€€


Nia tersenyum cerah bagai mentari senja dan langsung masuk kepelukan sang Mama mertua. "Terima kasih Ma, sudah membesarkan anak lelaki Mama menjadi lelaki luar biasa. Dan terima kasih sudah mengizinkan anak tunggal Mama ini untuk mencintai aku. Aku sayang Mama ". Ucap Nia sebelum mencium pipi kanan wanita yang telah melahirkan sosok hebat seorang Aisakha.


γ€€


"Kamu sudah sangat yakin dengan anak Mamakan ?" Tanya Mama sambil membelai rambut Nia.


γ€€


"Hanya tuan Aisakha saja pemilik hatiku, Ma ". Ucap Nia malu.


γ€€


"Dan hanya kamu saja pemilik hati ini sayang ". Ucap Aisakha dengan penuh keyakinan.


γ€€


Syukurlah Nia, syukurlah..setelah semua rasa sakit yang ditorehkan keluarga Edo padamu, aku malah mendapatimu sekian tahun kemudian dalam hidup berlimang kasih dari keluarga calon suamimu. Tuhan memang maha baik bagi kamu gadis baik, sekarang kamu sangat cantik, sangat menawan. Entah apa yang akan terjadi kalau suatu hari Edo akan bertemu denganmu ? Apa dia masih juga bisa bertahan dalam pikiran buruknya tentang kamu yang tampil secantik bidadari ini ?


Toni terus memasang senyum terharunya sambil memandangi Nia dan tuan Aisakha.


γ€€

__ADS_1


***************


γ€€


Bagas turun dari mobil sang pengacaranya tepat di depan rumah minimalis yang di belinya dari gaji besar bekerja do cabang perusahaan Sunjaya Company di Kota Bengkulu. Tidak terlalu besar, tetapi sengaja Bagas desain dengan isi dalamnya penuh furniture mewah. Bagi Bagas, kemewahan itu sudah wajib hukumnya untuk menunjang penampilannya sehari -hari.


γ€€


Sudah hampir 1 bulan Bagas meninggalkan rumahnya dan hidup di balik jerali besi. Sekarang, saat matanya sedang menjelajahi tiap inci hasil kerja kerasnya di dunia pekerjaan, tiba-tiba Bagas merasa memang ada yang kurang dalam hidupnya ini. Bagas rindu rumah, hidup dalam kungkungan penjara bukanlah hal yang menyenangkan. Tetapi saat dirinya bisa kembali bebas, bisa leluasa menghirup udara segar. Di saat itu pula hatinya tersadar, Bagas ternyata merindukan kesempurnaan batin sebagai seorang kekasih. Bagas ternyata memang serius mencintai Nia. Wanita yang selama ini hanya ingin di taklukannya saja karena penasaran dengan keacuhan gadis cantik itu padanya.


γ€€


Sekarang saat menatap sisi hampa dari rumahnya sendiri, Bagas langsung tahu. Dirinya menginginkan Nia menjadi nyonya pemilik harta kekayaannya, Bagas ingin Nia menjadi isterinya.


γ€€


γ€€


***************


γ€€


"Aku berharap tentang keberadaan Nia, jangan sampai lelaki itu tahu ! Aku yakin, Nia sudah membiarkan lelaki di masa lalunya itu menguap entah kemana. Tetapi aku tidak yakin hal serupa akan dilakukannya pada Nia ". Ucap Aisakha saat dirinya dan Toni memiliki kesempatan berbicara bersama.


γ€€


"Tuan tidak perlu khawatir, karena saya justru berharap selamanya Edo tidak akan pernah bisa menjumpai Nia. Lagi pula besok Edo akan menikah dengan wanita pilihan Mamanya. Semoga setelah ini Edo dan keluarganya bisa menjauh dariΒ  Nia ". Ucap Toni sungguh-sungguh.


γ€€


"Tapi ada satu hal yang agak menganjal di hati saya tuan ". Aisakha terlihat mengerutkan keningnya menghadap ke arah wajah Toni. "Edo, dia sangat bersemangat untuk mengenal tuan, dia berharap punya celah untuk mengajak tuan kerja sama ".


γ€€


"Mimpi saja !" Jawab Aisakha kesal. "Tidak menghajarnya saja sudah bagus, jadi jangan harap aku akan berbaik-baik diri saat bertemu dengannya ! Mau mengajakku kerja sama. Cih, manusia tidak tahu diri ". Rutuk Aisakha penuh kebencian.


γ€€


"Tuan ". Suara Toni mendadak serius.


γ€€


"Tolong jagalah Nia baik-baik !". Toni menarik nafas dalam. "Saya, saya saksi hidup bagaimana perlakuan kejam yang harus di tanggung Nia. Sayalah orang yang mengantarkan Nia kembali ke kontrakannya malam setelah kejadian itu. Nia sangat putus asa, bahkan sempat terbersit di hati ini, kalau Nia akan nekat mengakhiri hidupnya ". Toni mengelengkan kepalanya perlahan.


γ€€


"Tapi syukurlah, setelah sekian lama. Saya malah berjumpa Nia dalam kondisi sebaik sekarang. Terima kasih tuan, terima kasih sudah menjaga Nia, tuan sangat beruntung bisa mendapatkan cinta suci gadis cantik itu ". Suara Toni terdengar serius.


γ€€


"Terima kasih Ton. Tapi tolong jangan terus memuji kecantikan Nia, saya gak suka itu ". Ada pandangan kesal di mata biru Aisakha. "Kalau kau memujinya cantik, berarti kau memandangi wajahnya. Dan saya tidak suka lelaki manapun memandangi wajah calon isteri saya, walaupun hanya sedetik !"


γ€€


Waduh...


Toni tersenyum simpul sambil mengaruk belakang telinganya. Meskipun pada bagian itu tidak terasa gatal, tetapi entah kenapa Toni merasa perlu melakukannya.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2