
Pagi Hari
πππππ
γ
Matahari telah menunjukkan warna indahnya, sepertinya hari ini langit Kota Bengkulu akan cerah. Warna biru bersih dengan beberapa tampilan awan putih yang terlihat seperti gulali, menampilkan sudut indah memberi semangat baru bagi semua penduduk Kota Bengkulu.
γ
Nia sudah siap sedari tadi, sarapan pun sudah selesai. Saatnya untuk berangkat dan ternyata sopir yang disiapkan Aisakha untuknya juga sudah datang.
γ
"Pakde", panggil Nia pada sopir pribadinya.
γ
"Ya non, kenapa". Pakde sudah berdiri di dekat pintu keluar apartemen Nia.
γ
"Aku pengen kekantor sama Pakde hari ini". Ujar Nia sambil menatap Pakde.
γ
"Boleh non, tapi gimana sama sopir tuan?" Tanya Pakde heran.
γ
Si non kenapa ya?
γ
"Loh, non belum berangkat?" Tanya Bibi heran.
γ
"Bi, aku mau di antar Pakde". Rengek Nia kemudian.
γ
Bibi memandang Pakde, suaminya penuh tanda tanya. Apa kira-kira yang terjadi pada majikan muda mereka pagi ini, rasanya tidak seperti biasanya.
γ
Kenapa Pak, tadi gak papah kok sekarang malah jadi manja banget? Sorot mata penuh tanya Bibi ke Pakde.
__ADS_1
γ
Pakde hanya menggelengkan kepalanya, sama tidak mengertinya dengan si istri atas tingkah laku Nia pagi ini.Β Aku juga enggak ngerti Bu, tiba-tiba aja enggak mau di antar sama sopir si tuan.
γ
"Non, apa gak sebaiknya sampe si tuan tampan pulang, non kemana-mana sama sopir yang sudah disiapkan tuan?" Bibi mengingatkan Nia kembali tentang pesan Aisakha.
γ
"Entahlah Bi, rasanya pagi ini pengen banget ke kantor di antar Pakde". Jawab Nia memelas.
γ
"Ya udah, enggak papah. Kalau memang mau di antar Pakde, tapi non tunggu bentar ya. Pakde ganti baju dulu". Pakde menyudahi drama pagi Nia.
γ
Nia terlihat berpikir, entah kenapa rasanya dia sangat berat sekali untuk berangkatΒ ke kantor dengan sopir sang presdir. Tetapi kalau dia ingat kembali permintaan Aisakha padanya kemaren, ada rasa ragu di hatinya kalau tidak memenuhi keinginan Aisakha tersebut.
γ
"Pakde, aku sama sopir tuan Aisakha saja". Nia menghentikan langkah Pakde.
γ
γ
"Entahlah Bi, perasaanku enggak enak aja". Nia membuat pengakuan pada Bibi. "Pakde, maaf ya. Hehehe", Nia berusaha tertawa. "Aku sama sopir tuan Aisakha aja, tapi nanti kalau ada apa-apa cepat jemput aku ya". Nia mengajukan permintaan.
γ
"Maksud non?" Tanya Pakde cepat.
γ
"Non nggak lagi sakitkan?"Β Bibi mulai cemas melihat tingkah Nia.
γ
"Hahaha, Bibi jangan cemas. Aku cuma lagi galau ajah kok". Nia tersenyum simpul.
γ
"Owallah..rindu sama tuan tampan ya non?" Goda Bibi.
γ
__ADS_1
"Sudah-sudah, aku berangkat dulu ya". Nia malu, ia segera berlalu dari pasangan suami istri yang telah bekerja selama dua tahun ini bersamanya.
γ
Malunya, Bibi apa coba, bilang-bilang rindu. Aku tuh bukan rindu bi, tapiiii lagi belajar caranya kangen, heheheh.
γ
Sepeninggalan Nia, Pakde membantu si istri membersihkan apartemen, mereka berbagi tugas. Tugas berlanjut, tetapi diskusi mereka juga lanjut, tangan bekerja dan mulut bercerita.
γ
"Apa menurut Bapak, si non sudah mulai cinta sama tuan tampan itu?" Bibi meminta pendapat suaminya.
γ
"Semoga aja Bu, Bapak itu ngarapnya si non berbahagia. Berumah tangga lagi, trus punya anak. Nanti kitakan jadi punya cucu Bu". Pakde menceritakan khayalannya.
γ
"Tapi Pak, kalau si non di bawa sama tuan tampan gimana? Kita gimana Pak?" Tanya Bibi sedih.
γ
"Bapak juga memikirkan itu Bu? Ibu sendiri gimana, mau pisah sama si non?" Pakde meminta pendapat si istri terlebih dahulu.
γ
"Kalau Ibu, kalau ibu....gimana baik menurut Bapak saja". Bibi tidak berani mengutarakan pendapatnya.
γ
"Bapak sayang sama si non, bu. Sama besarnya seperti sayang yang ibu berikan untuk si non. Bapak sendiri juga gimana baiknya ibu". Pakde merangkul sang istri.
γ
Walaupun baru dua tahun mengikuti Nia, bekerja pada Nia. Tetapi rasa sayang pasangan suami istri ini pada Nia tidak bisa di pungkiri. Mereka tulus menyayangi Nia seperti anak sendiri, seperti sayangnya orang tua pada anak kandung, sama seperti sayang pada anak semata wayang mereka yang telah meninggal bertahun-tahun yang lalu.
γ
Masih ada waktu untuk memikirkannya Bu, apapun keinginan Ibu, Bapak akan turuti. Bapak tau Ibu sangat sayang sama non Nia.
γ
γ
γ
__ADS_1
γ