
🌈🌈🌈🌈🌈
Resya tertidur lelap, sudah beberapa menit yang lalu. Kristo bisa melihat bagaimana nafas gadis cantik dengan rambut sebahu itu telah terembus dengan teratur.
“Ada aku “. Gumam Kristo pelan sambil menatap wajah sedih Resya.
Kristo meletakkan tangan kanannya di pipi Resya, membelai di sana sebelum akhirnya melangkah keluar kamar, meninggalkan Resya dan kembali ke kamar rawatan nyonya mudanya.
Perlahan Kristo membuka pintu kamar yang isinya telah di tata semirip mungkin dengan hotel berbintang. Fasilitas terbaik demi kenyamanan si pemilik Rumah Sakit ini, layanan utama untuk memastikan sang nyonya akan baik-baik saja.
“Tuan “, Aisakha ternyata menyadari kedatangan Kristo.
“Bagaimana Resya ?” bertanya pelan.
“Baik tuan, sudah tenang “. Menjawab juga pelan.
“Tenang kenapa ? Apa yang kau lakukan padanya ?” bertanya heran.
“Itu, saya tidak sengaja menyebutkan tentang kekasihnya yang selingkuh “. Suara penuh sesal.
“Bodoh “, marah tapi, dengan suara sepelan mungkin.
“Kau ini tidak bisa menunggu menyampaikan hasil penyelidikanmu itu lain waktu ?”
__ADS_1
“Saya benar-benar tidak sengaja tuan “. Hanya berani menunduk.
“Setelah ini, sering-seringlah lihat Resya ! Aku takut kondisinya labil, Nia pun bisa khawatir kalau tahu tentang sahabatnya itu !” Memberi pemerintah, tanpa menatap ke arah Kristo. Dan Kristo hanya menjawab dengan anggukan.
“Tuan, istirahatlah dulu. Ada saya, ada Dani dan Bayu. Kami akan menjaga nona “.
“Aku di sini saja “. Menolak tanpa mau menjelaskan.
“Kalau begitu tuan mau saya ambilkan sesuatu ?”
“Tidak, tidak usah “.
“Kau pergilah duduk, jangan berdiri di sana lagi !” perintah Aisakha yang sepertinya tidak segera di laksanakan oleh Kristo.
“Tuan..mohon maafkan saya “. Menunduk penuh permohonan.
“Kris, kau pasti tahu bagaimana berharganya Nia dalam hidup saya. Nia segalanya bagi saya, Kris. Sumber kebahagiaan dan nyawa saya. Ini sudah kali ke 2 kau buat kesalahan yang selalu saja membuat nyawa Nia menjadi taruhannya. Saya minta, lenyapkan lelaki di masa lalu Nia. Tetapi, waktu itu kau bilang jangan. Kasih kesempatan dia bernafas lebih lama lagi, setidaknya dia tidak mengganggu Nia “. Menatap Kristo kecewa.
“Tetapi, realitanya apa ? Lelaki itu dengan penuh kenyakinan menggoyahkan hati Nia. Menganggap aku tidak ada dan mengajak Nia merajut kasih mereka kembali “. Kristo tertunduk malu.
“Dan lelaki tidak waras yang nyaris membuat aku kehilangan Nia tadi. Kau jugakan dulu yang minta aku kasih kesempatan kedua padanya ? Padahal ulah dia yang nyaris membuat aku rugi besar 3 tahun yang lalu, bisa menjadi dasar bagus untuk menyingkirkan dia. Sayangnya, kau tidak patuh padaku. Bahkah, di saat dia ugal-ugalan di jalan raya, saat Bibi Ros kecelakaanpun kau masih bela dia. Hingga akhirnya, kau lihat Kris apa yang harus aku tanggung atas kebaikan hatimu itu ?”
__ADS_1
“Cukup sampai di sini Kris, kedepannya jangan membantah perkataanku. Kalau aku bilang habisi, kau cukup menurut, jangan buat aku sulit. Kau tidak akan mengerti seberapa besar rasa ingin melindungi orang yang sangat kau cintai. Tunggu sampai kau menemukan belahan jiwamu. Kau akan tahu kenapa aku bisa bersikap seperti ini “. Aisakha melihat Kristo masih saja menundukkan wajahnya.
“Saya akan patuh tuan, saya berjanji. Saya mohon, maafkan saya tuan “. Meminta maaf dengan sungguh-sungguh.
Aisakha menarik nafas panjang, menatap wajah pucat yang masih memejamkan mata. Mencium punggung tangan Nia dan mengelus perut sang istri.
“Nia sedang mengandung anak kami “. Ucap Aisakha pelan, tetapi penuh rasa senang. Kristo mengangkat wajahnya cepat, ada aura senang di sana.
“Maksud tuan, tuan akan segera menjadi seorang Ayah ?” Lupa untuk berbicara pelan.
Aisakha menendang kaki Kristo, membuat Kristo mengaduh di dalam hati, tetapi tidak berani untuk mengusap bagian yang sakit.
“Kecilkan suaramu itu ! Kau mau istriku jantungan apa ?” Marah dengan suara tertahan.
“Maaf tuan, saya terlalu senang “. Mengakui kesalahan.
“Ya, ya..saya tahu itu “. Tersenyum senang juga.
“Kedepannya, kau harus jaga istri dan anakku dengan segenap jiwamu Kris ! Jangan ada kejadian serupa lagi !”
“Saya berjanji tuan “, membungkukkan badan. “Saya berjanji akan melakukan apa saja untuk tuan, nona dan semua keponakan saya “.
Tersenyum penuh rasa senang.
“Ah, saya akan menjadi Paman paling gagah di dunia ini tuan “, mengucap bangga tanpa melihat kalau wajah sang tuan jengah mendengar suaranya. “Paman Kristo, hemmmm “. Masih membanggakan diri sendiri.
__ADS_1