SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
39


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


"Akhirnya.....", Mama segera berjalan ke teras villa begitu tahu anak semata wayangnya telah sampai. Entah sudah kali ke berapa si Ibu ini sibuk bolak balik dari ruang tamu ke teras rumah. Mama memang sengaja menunggu kedatangan Aisakha, hatinya sangat cemas saat siang Aisakha meneleponnya dengan suara penuh kepanikan, memberitahukan kalau Nia hilang.


 


Tentu saja Mama terbawa panik, calon menantu yang begitu di idamkannya itu bisa hilang di bawa pengawalan 2 orang terbaik Aisakha. Mama menjadi kesal, lenyap sudah rasa sukanya pada Satriyo dan Damar begitu tahu kalau 2 manusia tersebut ternyata lalai. Alhasil, emosi Mama campur aduk, antara takut dan sedih, bahkan Mama mendadak merasa suhu badannya meninggi, sepertinya Mama terserang demam karena terlalu mencemaskan kondisi calon menantunya itu.


 


"Ma ". Sapa Aisakba sambil mencium pipi kanan sang Mama. Mama tersenyum sesaat, kemudian cepat menarik tangan Aisakha masuk ke dalam Villa.


 


"Siniiii...", Mama membawa Aisakha agar mengikutinya ke ruang tamu.


 


"Bagaimana Nia ?" Mama langsung bertanya begitu Aisakha duduk di sebelahnya sambil menyandarkan pungungnya di sandaran sofa.


 


"Nia baik-baik saja Ma, sekarang sudah tidur. Karena itu aku pulang ". Aisakha terlihat sangat lelah. Kancing baju atas kemejanya telah di buka satu, sedang dasi yang pagi mengantung di lehernya kini entah kemana. Lengan panjang bajunya di tarik asal ke atas dan jas kerjanya pun tidak tahu dimana persisnya lagi. Sungguh Aisakha benar-benar lelah.


 


"Syukurlah ". Mama menarik nafas lega.


 


"Capek nak ?" Mama tersenyum memandangi Aisakha yang terlihat sedari tadi memejamkan mata, tetapi tidak tidur.


 


"Dikit Ma", jawab Aisakha tanpa membuka matanya.


 


"Tapi buat cerita tentang Nia gak buat kamu tambah capekkan ?" Aisakha membuka matanya dan memandangi wajah tua sang Mama. Ternyata jawabanya barusan kalau Nia baik-baik saja belumlah mengurangi kadar kekhawatiran sang Mama.


 


"Tentu aja enggak kok Ma ". Aisakha mengengam jemari tangan kiri Mama dan menciumnya. "Maaf ya Ma sudah buat Mama jadi khawatir. Aku tadi panik Ma, udah gak tahu harus gimana. Semua rasanya buntu, bayangan akan hal-hal buruk terus saja memenuhi isi kepalaku. Karena itu aku terpaksa kasih tahu Mama, aku kepaksa cerita sama Mama". Aisakha menghembuskan nafas dalam. "Maaf ya Ma ". Ucap Aisakha sangat menyesal.


 


"Mama mengerti nak, Mama malah bersyukur kamu mau cerita sama Mama. Karena kalau sampai Mama tahu masalah hilangnya Nia dari orang lain. Kamu tahukan, Mama bakal marah banget sama kamu ". Mama menepuk-nepuk pelan tangan Aisakna yang mengengam tangannya.


 


"Jadi apa yang terjadi ?" Mama mengulang pertanyaannya pada Aisakha, Mama penasaran.


 


"Menantu Mama itu ", Aisakha berhenti sesaat, ada senyum di wajah lelahnya. "Kebaikan hatinya dan kepolosan dirinya telah dimanfaatkan sama rekan seprofesinya sendiri Ma ". Mama terlihat mengeleng pelan.


 

__ADS_1


"Salah satu rekan Nia di laboratorium yang bernama Bowo yang telah membawa Nia, Ma ". Aisakha memandang mata biru Mama yang sama persis dengan warna matanya. "Sebenarnya niat Bowo baik, dia mengharapkan bantuan Nia untuk menyelamatkan Ibunya yang sedang sakit keras. Tapi caranya yang salah Ma, dia membawa Nia tanpa memberitahu siapapun bahkan tanpa izin padaku, sedang Nia, dia enggak tahu apa-apa kemana dia akan di bawa".


 


"Loh..kok bisa gituh nak ?" Mama masih belum bisa mengerti penjelasan Aisakha padanya.


 


"Ibunya si Bowo itu sakit karena depresi berat Ma dan sekarang di rawat di Rumah Sakit khusus, semenjak anak gadisnya dinyatakan meninggal karena menjadi korban begal. Rupanya semakin hari keadaan Ibunya Bowo semakin mengenaskan, jadi Bowo bermaksud meminta bantuan Nia untuk membantunya membujuk si Ibu agar mau menerima proses perawatan dan pengobatan lagi. Jadi Ma, Nia memiliki kemiripan wajah sama adik si Bowo yang sudah meninggal karena begal itu ".


 


"Kasihan sekali ibunya si Bowo itu. Pasti sangat terpukul banget, mama bisa membayangkan nak ada di posisi si Ibu, naluri keibuan Mama bisa tahu betapa hancur hatinya ". Mama terlihat cukup terharu.


 


"Kalau di lihat dari segi kemanusiaan, memang kasihan Ma. Tapi di lihat dari caranya membawa Nia, aku sangat tidak terima ". Mama merasakan ada nada tidak suka di dalam suara anak tunggalnya itu.


 


"Iya..iya..kamu benar. Caranya memang salah, Mama setuju itu. Tapi mau gimana lagi nak, kekasihmu itu baiknya bukan main, gampang iba. Mama heran, hati Nia itu terbuat dari apa ya, sampe baiknya bukan main, malah luar biasa baik bagai malaikat tak bersayap ". Puji Mama tulus.


 


"Mama jadi telepon Bibi Ros ?" Sekarang Aisakha sudah tidak menyandarkan lagi pungungnya di sandaran sofa.


 


"Sudah, besok pagi Mama ke rumah mereka. Mama sudah janjian sama Paman dan Bibi Nia ". Jawab Mama cepat.


 


 


"Iya, iya....mama ngerti. Mama akan usahakan sebaik mungkin unruk membujuk Paman dan Bibi Nia agar mau menikahkan kalian secepatnya. Nggak pake nunggu sebulan lagi. La wong Mama juga setuju kok kamu cepat-cepat nikah, Mama juga deg degan kalau ingat kejadian hilangnya Nia tadi. Mama juga khawatir kalau Nia sampai kenapa-kenapa ". Mama menganguk-anggukan kepalanya.


 


"Percayakan urusan besok sama Mama, Mama pasti akan berusaha membuat Paman dam Bibi Nia mengerti, agar kamu dan Nia segera menikah ". Mama membelai rambut Aisakha. "Sekarang istirahatlah dulu. Mama lihat kamu sangat lelah ! Pergilah naik ke kamarmu nak !"


 


Sambil memijat pelan pundaknya, Aisakha mengerakkan pelan lehernya ke kanan dan ke kiri. " iya Ma, rasany memang sangat lelah sekali. Kalau gituh aku istirahat dulu ya ma ".


 


Aisakha bersiap untuk berdiri. "Malam Ma ". Sebuah kecupan selamat malam dari Aisakha dihadiahkan di pipi kiri Mama.


 


Malam semakin larut, kepenatan hari ini mengiringi langkah Aisakha menuju peraduannya. Jelas dirinya memang perlu beristirahat, tidur dalam balutan keyakinan tentang sebuah harapan, bahwa sebentar lagi sebuah ikatan suci pernikahan impiannya akan segera dijalinnya bersama wanita yang sangat di pujanya, dicintainya sepenuh jiwa, Syania.


 


Selamat malam dunia...


Semoga besok akan ada kabar bahagia...


Aisakha pun menutup rapat pintu kamarnya....

__ADS_1


 


***************


 


Ku selalu mencoba untuk menguatkan hati


Dari kamu yang belum juga kembali


Ada satu keyakinan yang membuatku bertahan


Penantian ini 'kan terbayar pasti


Lihat aku, sayang, yang sudah berjuang


Menunggumu datang, menjemputmu pulang


Ingat selalu, sayang, hatiku kau genggam


Aku tak 'kan pergi, menunggu kamu di sini


Tetap di sini


Jika bukan kepadamu aku tidak tahu lagi


Pada siapa rindu ini 'kan kuberi


Pada siapa rindu ini 'kan kuberi, oh


Lihat aku, sayang, yang sudah berjuang


Menunggumu datang, menjemputmu pulang


Ingat selalu, sayang, hatiku kau genggam


Aku tak 'kan pergi, menunggu kamu di sini


Di sini


Lihat aku, sayang, sudah berjuang


Menunggumu datang, menjemputmu pulang


Ingat selalu, sayang, hatiku kau genggam


Aku tak 'kan pergi


Aku tak 'kan pergi, menunggu kamu di sini


Menunggumu Pulang


By. Anji


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2