SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 33


__ADS_3

Flash Back Di Laboratorium (1)


🌈🌈🌈🌈🌈


 


"Apa menurut Profesor semua baik-baik saja?" Tanya Wulan setelah melihat sang presdir berlalu dari hadapan mereka sambil mengenggam jari-jemari Nia.


 


"Iya..iya..tentu semua baik-baik saja". Jawab Profesor sedikit ragu.


 


"Nia memang salah, kita semua tahu itu. Tapi memang seperti itu kan Nia yang kita kenal? Dia akan dengan mudahnya tengelam di dunianya saat tengah asik bekerja". Anita mencoba memberi pendapat.


 


"Kalau orang yang menemukan Nia adalah kita-kita, mungkin sikap Nia tadi bisa di maklumi, karena kita sudah biasa melihat Nia seperti itu. Tapi ini bukan kita kan, melainkan orang paling penting seatero jagad. Dia seorang Aisakha Elang Britana loh teman-taman, bahkan parahnya yang dicuekin Nia tadi itu adalah presdir kita. Tuan pemilik raja bisnis yang salah satunya tempat kita bekerja ini. Kebayangkan seberapa besar kesalahan Nia?" Resya sedikit panik saat mengingat situasi awal saat Nia larut dengan semua rumus-rumusnya di white board dan tanpa di sadari Nia, dia tidak menyambut dan menyapa kedatangan presdir mereka.


 


"Dan sebelum hari ini, kemaren Nia pun tidak menyambut presdir dan bersama kita memenuhi undangan presdir di ruang kerjanyakan?" Wulan kembali mengingatkan.

__ADS_1


 


"Tapi itukan karena Alex keponakan tersayangnya sakit". Ujar Anita mencoba membela Nia.


 


"Apa pun itu Nit, sedari awal Nia sudah sedikit salah. Seharusnya saat dia memiliki kesempatan ke dua untuk menyapa presdir, dia bisa bersikap ramah". Wulan kembali berpendapat.


 


 


"Ahhh, aku jadi pusing teman-teman. Sekarang gimana coba nasib Nia". Resya pun panik.


 


 


"Saya tidak bisa berbuat apa-apa Wulan, semua tergantung nasib baik Nia. Tapi apa kalian tidak merasa ada yang salah tadi?" Tanya Profesor Yandi karena merasa ragu.


 


"Benar, ada yang salahkan Prof?", ujar Bowo cepat, Bowo yang sedari tadi hanya diam memperhatikan rekan-rekannya membahas kejadian Nia dan presdir mereka. "Emm, bukan Profesor. Menurut saya bukan salah, tapi sedikit, aduh bagaimana ya cara menceritakannya. Emm, sedikit berjalan tidak seharusnya. Iya, mungkin seperti itu". Bowo mencoba menganalisa semua dari sudut pandangnya.

__ADS_1


 


"Bowooo", ujar Wulan sedikit kesal. "Tentu saja semua salah dan apalah itu namanya tadi? Tidak berjalan seperti seharusnya, iya? Ya tentu aja Wo, semua sikap Nia salah dan kesalahan Nia ini benar-benar tidak seharusnya terjadi. Jadi kita semua tahu dong, ini semua akan berimbas pada karier Nia yang tidak akan berjalan lagi".


 


"Bukan Wulan, bukan itu maksud aku. Coba deh kalian ingat-ingat, sikap presdir kepada Nia gimana tadi?" Perintah Bowo pada semua. "Apa kalian semua tidak merasa aneh dengan sikap presdir kita? Bahkan coba kalian ingat, sekretarisnya pun juga ikut bersikap anehkan? Gimana pendapat Profesor?" Tanya Bowo meminta kepastian.


 


"Iya, kau benar Bowo. Presdir di awal memang sedikit merasa heran terhadap Nia yang sangat asik dengan hitungan rumusnya, tetapi setelah dia berhasil mendekati Nia sepertinya ada rasa penasaran dengan sosok Nia, hingga akhirnya saat Nia membalik badan terlihat ke kecewa di wajah presdir kita. Hanya saja menurut saya kecewanya itu beda, bukan kecewa atasan pada stafnya. Tapi anehnya lagi si sekretaris malah kanget tadi, sangat kaget lebih tepatnya saat melihat Nia berdiri dihadapannya". Profesor akhirnya bisa merangkai cerita seperti sudut pandang Bawo.


 


"Gak cuma itu Prof, sangat jelas ada rasa kecewa pada diri presdir terhadap sekretarisnya saat Nia hanya menatap bingung pada presdir. Kalian sempat dengarkan ada nada emosi di suara presdir tadi, emmm..apa itu ya, seperti mencari selama tiga tahun ini. Ya, kira-kira seperti itu". Ujar Bowo sambil mengingat kembali.


 


Kembali semua manusia yang sekarang ada di dalam laboratorium tersebut terdiam, semua sedang berusaha merangkai peristiwa apa yang sebenarnya terjadi tadi. Sepertinya sekarang mereka belum bisa menarik kesimpulan pasti, semua masih berupa tanda tanya bagi masing-masing, yang jelas memang ada keanehan pada cara Pesdir dan sekretarisnya bersikap pada Nia, itu yang mereka rasakan.


 


 

__ADS_1


__ADS_2