
🌈🌈🌈🌈🌈
“Sayang...ini aku, Mas Bagasmu “. Suara lembut Bagas di belakang kepala Nia. Dengan sebilah benda logam tajam di leher Nia, Bagas bisa leluasa memeluk tubuh lemah Nia dari belakang.
“Maaf ya, Masmu ini lama datang “.
“Tapi kamu jangan takut, sekarang kamu sudah aman bersamaku. Ada aku di sini sayangku, cintaku “. Berucap lembut. Nia hanya diam, kekacauan perut dan rasa pusing yang mendadak mendera. Nia sudah dalam kondisi shock.
“Jauhkan tangan kotormu dari nona muda kami !” Teriak Bayu kesal. “Kau benar-benar sudah bosan hidup ya ?” Semakin kesal sampai mengepalkan tangan keras.
“Kau pikir siapa dirimu manusia kotor ?” memaki akibat tidak menemukan cara terbaik menolong Nia.
“Kau dengar !” Berteriak marah. “Lepaskan nona kami !”
“Aku kekasihnya, mana mungkin aku akan melepaskan dirinya “. Bagas menghirup dalam aroma wangi rambut Nia.
“Brengsek.....lepaskan nona “, Bayu refleks melangkah saat melihat gelagat Bagas yang nampak leluasa di rambut istri majikannya.
“Diam “. Bagas mendadak mendekatkan bilah besi yang terlihat sangat tajam itu ke leher Nia. Nia merinding, mendekatkan bagian belakang kepalanya pada dada Bagas. Bayu memilih mengalah, memundurkan kembali posisi awalnya.
__ADS_1
“Jangan takut sayang, aku hanya mengertak dia “. Bisik Bagas di telinga Nia. “Aku cinta padamu “.
“Tolong lepaskan aku “, suara pelan Nia tidak berdaya.
“Sayang, jangan takut. Aku akan membahagiakanmu. Sebentar lagi kita pergi dan kamu akan segera aku nikahi. Kita akan hidup bersama “. Bagas melonggarkan bilah besi tajam di tangannya, sedikit memberi jarak di leher Nia.
“Minggir kalian semua !” perintah Bagas tegas. “Aku tidak akan segan-segan melukai Nia !” ancam Bagas sambil menuntun Nia melangkah.
“Minggiiiirrrrrrr !!!” perintah Bagas lebih keras saat semua orang mengacuhkan dirinya.
Sementara itu...
“Selidiki, ada apa sebenarnya di sana ! Apa yang terjadi pada istriku !” Di antara kegelisahannya, Aisakha sedang berusaha berpikir cepat. Mencari tahu situasi sebenarnya kalau mau membuat Nia selamat.
“Tuan, nona di sandera oleh Bagas “. Sedikit ragu, tetapi Kristo tidak punya pilihan lain untuk mengungkapkan kebenaran pada sang tuan.
“Siapa Bagas ? Kenapa dia melakukan ini pada Nia ? Apa dia musuh Nia ?” Aisakha mengusap kasar wajahnya. “Atau, jangan-jangan dia adalah musuhku ? Orang bayaran dari pihak musuhku ”.
__ADS_1
“Bagas ini adalah Wakil Kepala Promosi di cabang tuan, di Kota Bengkulu. Tetapi sekarang dia telah turun jabatan menjadi staf biasa di Kota Lampung Selatan “. Aisakha mendengar semua penjelasan Kristo. “Dia adalah sumber masalah yang membuat tuan 3 tahun yang lalu harus berangkat ke Bengkulu saat itu juga. Dai juga penyebab tuan sedikit terlambat menemui nona, saat Bibi nona sakit masa itu. Karena kelakuan ugal-ugalannya mengendarai mobil. Dan tuan “. Kristo menarik nafas dalam.
“Dia begitu mencintai nona “.
“Kau...... “, mencekik leher Kristo dari belakang. Nafas Kristo mendadak satu-satu, ada rasa sakit di bagian lehernya.
“Tuan...tuan “. Suara sopir yang sangat terkejut dengan kemarahan sang majikan.
“Jadi dia adalah lelaki yang itu ?” Tanya Aisakha yang telah melonggarkan jemarinya di leher Kristo. Dan Kristo hanya bisa merespon dengan anggukan pelan.
“Berarti ini semua salahmu, Kris. Sejak awal aku sudah katakan. Orang ini akan menjadi sumber masalah untuk kehidupanku suatu hari nanti. Tapi kau “, kesal. Serta merta mengeraskan kembali jemarinya di leher Kristo. “Aku sudah meminta kau untuk menyingkirkannya, tapi kau terlalu sombong dengan prinsip beri kesempatan yang kedua “.
“Sekarang, lihat kenyataannya !” Marah, bahkan nyaris gelap mata. “Kalau ada apa-apa dengan Nia, jangan harap aku akan mengampuni nyawamu ! Kau akan berpisah dengan nyawamu detik itu juga ! Kau dengarrrrrr !” teriak marah sambil mengeraskan cekikannya di leher Kristo.
Wajah Kristo memutih, nafas tinggal satu-satu. Perasaan takut dan bersalah campur aduk. Meskipun semaput, tetapi Kristo tidak berani sedikit pun bereaksi melawan, apa lagi membantah. Pasrah membiarkan sang tuan seandainya mengambil nyawanya, sebagai wujud perasaan bersalah yang sangat besar.
Maafkan saya tuan, saya mohon. Maafkan saya. Batin Kristo di tarikan nafas yang semakin habis.
__ADS_1