SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
129


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


 


“Belum juga 7 bulan bekerja, sudah minta pengajuan cuti “. Suara kesal Kepala Personalia, atasan langsung si lelaki muda ini sambil berkacak pinggang. “Kamu pikir ini perusahaan Bapakmu ?”


 


Lelaki tampan itu hanya bisa mengepalkan tangannya, berusaha menahan marah atas kata-kata yang tidak pernah bersahabat untuk dirinya. Pagi ini, dirinya sengaja menemui atasannya itu. Mengajukan permohonan cuti untuk akhir bulan ini. Padahal pengajuan cutinya masih lama, masih 3 minggu lagi. Tetapi mulut pedas si Kepala Personalia sudah membuat rusak pagi indahnya.


 


“Saya sengaja mengajukannya 3 minggu lagi Pak, bukan besok pagi. Dan saya mengajukan cuti juga mengikuti prosedur “. Ucap si lelaki muda sambil menahan luapan amarahnya.


 


“Memangnya kamu mau melakukan apa sampai harus cuti segala ?” Tanya Kepala Personalia tidak suka. “Kamu itu hanya staf biasa, bukan wakil Kepala Promosi lagi. Jadi tidak usahlah terlalu sombong pake acara cuti segala “. Ejek si Kepala Personalia.


 


“Orang biasa ya sikapnya biasa jugalah. Jangan buat malu saya !”. Kepala Personalia itu memberikan senyum sinis pada lelaki muda itu.


 


Kurang ajar, brengsekkkkk....kalau bukan aku perlu uang untuk melancarkan rencanaku, aku tidak pernah sudi di rendahkan seperti ini. Andai bukan karena cinta suciku pada Nia, aku pasti senang hati untuk menghabisi nyawamu. Batin lelaki muda ini mengutuki atasannya itu.

__ADS_1


 


“Hey...kau bisu ya ? Atau mau sok kuasa ? Cih, enggak sadar diri banget. Aku ini atasanmu, jawab aku kalau kutanya ! Bukan diam, dasar bodoh “. Sekali lagi, Kepala Personalia itu membuat si lelaki muda yang sedang berdiri di hadapannya itu, menjadi sangat marah.


 


“Saya ada urusan keluarga Pak “, suara lelaki muda itu terdengar penuh pengendalian diri. Berusaha tenang dalam amarah dalamnya.


 


Awas kau, saat aku sudah mendapatkan Nia kembali. Aku akan datang untuk mengurusmu ! Kau tunggu saja giliranmu, setelah Aisakha, kau berikutnya. Batin lelaki muda itu penuh janji.


 


“Keluarga ?” Sebelah alis si Kepala personalia naik. “Pegawai rendahan sepertimu punya keluarga juga ya, hahahahaaaaa “, tawa menghina yang sangat bahagia membahana di dalam ruangan.


 


 


“Saya punya kekasih Pak, dan dia tidak pernah memandang saya dari harta, tetapi dari cinta tulus saya padanya “. Lelaki muda ini sedang membayangkan wajah Nia.


 


“Heh, jangan mimpi di pagi hari anak muda ! Kau pikir dirimu tuan Aisakha apa, yang begitu beruntung mendapatkan cinta tulus dari isterinya yang cantik jelita itu ?” Lagi-lagi si Kepala Personalia mengejeknya.


 

__ADS_1


“Kalau kau sekaya dan setampan tuan Aisakha mungkin kau bisa seberuntung dirinya. Dan satu lagi, kalau kau sebaik tuan Aisakha mungkin kau bisa mendapatkan wanita baik juga. Tetapi sayangnya kau ini hanya seorang staf buangan yang tidak berguna, dan karena kebaikan tuan Aisakha, kau masih bisa mendapat makan di perusahaan miliknya “. Suara Kepala Personalia tegas.


 


Sial, sial, sial.....


Aisakha lagi dan lagi. Membuat aku semakin muak saja. Membuat aku semakin ingin menjauhkan Nia secepatnya dari lelaki tidak berguna itu. Semakin lama Nia bersamanya, semakin membuat aku sesak. Aisakha sangat tidak pantas untuk wanita sebaik Nia. Batin lelaki muda ini merutuki Aisakha.


 


“Jadi, apakah saya bisa mengajukan cuti di akhir bulan ini Pak ?” Tanya lelaki muda itu masih dengan menahan luapan emosinya.


 


“Ahh, masih berkeras juga kau ?” Melihat dengan ekspresi tidak suka. “Terserah kau saja, mau cuti kek, malah mau berhenti sekalian juga tidak masalah ! Terserah kau sajalah. Aku malas meladeni pola pikir bodohmu itu “.


 


“sekarang keluarlah dari ruanganku ! Melihat mukamu di pagi hari membuat semangat bekerjaku sirna saja “. Usir Kepala Personalia.


 


Kau lihat saja nanti, setelah Aisakha, kau berikutnya ! Batin lelaki muda itu sambil menunduk sebelum berlalu dari ruang kerja atasan langsungnya itu.


 


 

__ADS_1


__ADS_2