
🌈🌈🌈🌈🌈
Sempurna, hari berlalu dengan cepat. Semua persiapan untuk bulan madu tuan dan nyonya Aisakha sudah selesai. Pagi ini mereka akan berangkat ke Gorontalo, Aisakha menggandengan mesra Nia, membawa istrinya melangkah menaiki pesawat pribadi miliknya.
“Kenapa sih sayang, aku harus ikut ? Padahal kamukan kerja, nanti aku selama 3 hari di sana ngapain ?” Rengek Nia dengan mata mengiba pada Aisakha.
“Tenanglah, Kristo sudah menyiapkan segalanya, kamu nggak bakalan bosan di situ “. Aisakha mengecup kening isterinya sayang
“Kenapa Kristo enggak bawa pacarnya ke sana ? Akukan jadi punya teman kalau dia bawa pacarnya saat kamu tinggal kerja ?” Nia masih merengek.
“Nah, kalau itu kamu bisa tanya langsung sama orangnya !” Aisakha tersenyum.
“Kristo kemarilah !” Suara tegas Aisakha pada sekretarisnya itu yang sudah terduduk dengan laptop di depannya, jauh dari sang tuan.
“Ada yang mau saya siapakan tuan ?” Kristo sudah berdiri hormat di depan tuan dan nyonyanya.
“Nia punya pertanyaan untukmu !”. Aisakha memperbaiki letak rambut Nia kembali ke belakang telinganya.
“Kristo “. Nia menatap mata Kristo. “Kenapa kamu enggak bawa pacarmu bersama hari ini ? Kalau kamu bawa, sayakan punya teman main di sana nanti saat tuan dan kamu sibuk “. Wajah Nia memelas. “Atau, kamu hubungi saja pacarmu, suruh nyusul !” Nia mengangguk-anggukan kepalanya senang dengan ide kreatifnya barusan.
Astaga...ini kenapa sampe ke pacarku ya ? Kok horor banget ya ? Padahal akukan jomblo. Aduh, nasib..nasib. lantas aku harus jawab apa ? Jujur ? Wah...kalau jujur gimana dengan harga diriku dong, malu dong. Batin Kristo terdiam.
“Hey, istriku bertanya, kenapa diam ?” Suara Aisakha membuat Kristo terperanjat.
__ADS_1
“Maaf tuan, maaf nona “. Jawab Kristo cepat.
“Gimana ?” Nia menatap iba lagi pada Kristo.
“Maaf nona, tetapi saya tidak bisa. Maaf “. Hanya itu saja jawaban Kristo.
“Tapi, tapi “. Nia memegang tangan Aisakha, mengoncangnya pelan. “Sayang “. Sekali lagi Nia merengek sambil mengoncang lengan Aisakha.
“Kris, telepon pacarmu. Suruh dia menyusul kita ! Siapakam akomodasinya sekarang !” Aiskaha tidak tega melihat Nia merengek iba.
“Maaf tuan “. Kristo jadi bingung sendiri.
“Apa lagi !” Aiskaha membuat Kristo tersentak kaget. “Kerjakan sekarang !” Perintah Aisakha tegas.
“Maaf tuan, nona “, Kristo menarik nafas panjang. “Saya gak punya pacar “. Suara Kristo agak pelan.
“Hah ?” Nia heran dan menatap Kristo untuk melihat seberapa jujur sekretaris suaminya itu.
Sedang Aiskaha, “hahahahaaa “, tertawa puas hingga memegang perutnya.
Heh, tuan bahagia banget ya. Padahal sudah tahu aku gak punya pacar, tapi iseng banget membuat aku malu. Batin Kristo kesal.
“Kamu jomblo ?” Tanya Nia tidak percaya.
__ADS_1
Nah, ini lagi nona. Memang apa artinya kata saya gak punya pacar ? Sekali lagi Kristo membatin kesal.
“Bagaimana bisa ?” Nia masih tidak percaya.
“Sayang, apa iya sekretarismu itu jomblo ?” Nia bertanya dengan polosnya pada Aisakha.
“Seperti yang kamu dengar sendiri Nia “. Ucap Aisakha sambil tertawa pelan.
“Ya ampun.. “. Suara Nia terdengar iba.
Sudah nona, jangan mengasihani aku seperti itu juga. Mau seberapa banyak lagi rasa malu di wajahku ini mau nona lihat.
“Tuan, nona.. saya permisi dulu “. Kristo menunduk hormat dan berlalu cepat. Kembali ke posisi duduknya di awal dengan laptop yang berada persisi di depannya.
“Kasihan Kristo ya “. Ucap Nia tulus, tetapi malah membuat Aiskaha kembali tertawa.
“Mau gimana lagi, dia pemilih sih “. Aisakha menarik Nia masuk dalam pelukannya.
“Sudahlah, berhenti membahas Kristo ! Lebih baik kamu fokus sama kegiatan liburan ini “. Aisakha mengusap-usap rambut Nia.
“Fokus apaan, fokus di tinggal kamu yang sibuk kerja. Itu bukan liburan sayang, tapi penyiksaan “. Nia mencebek kesal.
“Ooow, menggoda aku ya nyonya Aisakha ?” Aisakha mengangkat wajah Nia ke arahnya. Mendekatkan bibir mungil yang mencebek tepat di depannya itu perlahan ke arah bibir tegasnya. Membuat penyatuan penuh kasih, menuntut partisipasi Nia selama adegan tersebut berlangsung.
__ADS_1