SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 8


__ADS_3

Perayaan


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


"Selamat Nia, sejak awal saya sudah yakin kamu pasti bisa menyelesaikan proyek ini dengan sempurna". Ucap bangga Profesor Yandi sambil menepuk-nepuk bahu sebelah kanan Nia.


γ€€


"Terima kasih Prof, ini semua berkat kepercayaan dan dukungan semua rekan-rekan serta Profesor pastinya, ini keberhasilan kita bersama Prof, saya cuma menjadi pion penampil saja dan yang saya tampilkan adalah hasil kerja keras kita semua". Jawab Nia dengan senyum manisnya.


γ€€


Satu persatu orang yang hadir di ruang meeting tersebut menyalami Nia, mengucapkan selamat atas suksesnya memaparkan tentang hasil kerja terbaru dari lembaga penelitian perusahaan tersebut. Semua berdecap kagum padanya, kecerdasannya layak diperhitungkan.


γ€€


Setelah semua selesai menyalaminya, tiba-tiba rekan satu timnya yaitu sesama peneliti yang lain menghampirnya. Di komandoi oleh Wulan, yang lain pun menggekor di belakang. Tujuan mereka tentu saja mengajak Nia merayakan keberhasilan mereka. "Hebat kamu Nia, kamu sukses menjual hasil penelitian kita. Aku tuh ya Nia sebenarnya ragu sama kamu. Kamu tuh apa iya sih sebenarnya seorang peneliti? Soalnya saat tadi kamu presentasi, yang kami lihat kamu tuh lebih cocok jadi bagian marketing, hahahahaha". Tawa Wulan saat dia menyalami Nia dan semua rekan-rekannya serta merta membenarkan perkataan Wulan.


γ€€


Nia hanya tertawa mendengar pujian Wulan. Dia tidak mau ambil pusing dengan kata-kata Wulan, yang penting dia sukses menghantarkan hasil kerja kerasnya bersama rekan-rekannya. Nia yakin saat varietas baru tersebut sudah di pasarkan, masyarakat luas akan memetik hasil manis dari penelitian mereka.


γ€€


"Jadi kemana nih kita rayakan kesuksesan kita hari ini?" Bowo salah satu rekan kerja Nia bertanya. "Ada ide nggak, soalnya aku sudah ngak sabar pengen makan-makan".


γ€€


"Kamu tuh ya Bowo, makan aja yang di pikir. Ihhhh, males banget deh. Lihat tuh perut sudah sepuluh lipatanya, apa gak malu". Resya mengomentari kata-kata Bowo dengan kesal. Semua tergelak mendengar jawaban Resya. Karena memang benar, diantara mereka yang bekerja sebagai peneliti si Bowolah yang nafsu makannya paling besar. Kapan pun di mana pun dia akan selalu ingat pada makanan. Lucu sekali memang si Bowo ini.


γ€€


"Aku terserah kalian aja, aku ikut deh suara terbanyak". Nia mencoba memberi jawaban diplomatis, karena sejujurnya dia sendiri tidak memiliki ide ke mana bagusnya mereka jalan buat perayaan ini.


γ€€


"Ke Beach Resort di Pantai Panjang saja gimana, kan di situ ada restoran khusus seafood bakar. Semua doyankan?" Tanya Anita.


γ€€


"Boleh juga tuh, aku belum pernah memcoba hidangan di sana. Dengar-dengar tampatnya asyik dan banyak pejabat yang makan di situ. Emm, pasti enak tuh. Yuk, kita ke Beach Resort aja". Wulan menyetujui usulan Anita.


γ€€

__ADS_1


"Coba kita tanya Profesor Yandi dulu, apa dia suka dengan seefood bakar, bukan apa-apa sih, takutnya si Prof malah nggak suka nanti saat kita bawa ke sana". Nia mengingatkan teman-temannya tentang Profesor yang belum di tanya persetujuannya.


γ€€


Dan ternyata setelah di komfirmasi ke Profesor, dia tidak mempermasalahkan lokasi yang di pilih untuk merayakan kesuksesan tim mereka hari ini.


γ€€


Semua sudah sepakat nanti sore jam 17.00 Wib sepulang dari bekerja mereka langsung menuju Beach Resort untuk perayaan keberhasilan mereka hari ini. Akhirnya Profesor Yandi menuntun Nia dan rekan-rekannya untuk kembali ke ruangan mereka, untuk melanjutkan aktivitas seperti biasa.


γ€€


Tetapi saat langkah kaki mereka menjauh, ada pula langkah kaki yang diam-diam pergi meninggalkan sudut ruangan yang tersembunyi dari mata-mata yang sedang bercerita tersebut. Ternyata, selama Nia dan rekan-rekannya berbicara ada mata dan telinga yang sengaja di pasang untuk mencuri dengar percakapan yang berlangsung tanpa ada yang menyadari keberadaannya.


γ€€


*************************************


γ€€


Pukul 17:00 Wib


γ€€


Semua pekerjaan telah diselesaikan untuk hari itu, peralatan laboratorium pun sudah di susun dan disterilkan lagi untuk bekerja esok hari. Nia dan yang lain sudah siap untuk berangkat. Nia menuju lokasi di antar oleh Pakde, sopir setianya. Sebenarnya yang lain sudah mengusulkan pada Nia agar Pakde di suruh pulang duluan saja, jadi Nia bisa pergi bersama mereka dalam satu mobil. Tetapi Nia menolak dengan alasan kasihan teman-temannya kalau harus jauh mengantarkan dia pulang nanti. Jadilah Nia berangkat dengan mobil ya sendiri, Wulan bersama yang lain dan Profesor dengan kendaraan sendiri.


γ€€


γ€€


Sampai di lokasi, Nia bersama yang lain langsung memesan tempat. Supaya bisa leluasa bercanda dan menikmati suasana malam yang indah di Pantai Panjang, mereka pun memlilih duduk di lesehan yang mengarah ke view laut. Uh, semilir angin dan pelannya gerakan sunset menuju peraduan benar-benar mereka nikmati. Menyenangkan, sejenak terlepas dari rutinitas biasa dan duduk santai untuk menikmati kuasa Tuhan, luar biasa rasanya.


γ€€


Makanan sudah siap, ikan bakar, cumi bakar, udang bakar dan pepes bakar teri pun sudah tersusun rapi. Semua tidak sabar untuk segera memulai acara makan mereka. Bowo tanpa di beri aba-aba langsung menarik dua potong cumi bakar ke arahnya, ya tentu saja untuk dia sendiri. Mereka hanya meneriaki Bowo dengan kesal, jelas-jelas makan yang dihidangkan itu banyak, kenapa juga coba harus di tarik duluan seperti orang tidak bakal kebagian saja tingkah Bowo itu, siapa juga yang mau rebutan sama Bowo. Semua tidak ada yang mau, karena kalau sampai hal tersebut terjadi, mereka pasti kalah dalam adu cepat rebutan makanan dengan Bowo.


γ€€


Saat Nia sedang bersiap untuk suapan pertamanya, tiba-tiba terdengar suara lelaki yang menyapa Profesor Yandi. Sontak semua menghentikan gerak tangan mereka dan beralih ke sumber suara. "Wah..kebetulan sekali ya, semua ternyata sedang kumpul di sini. Profesor sama yang lain lagi acara makan malam ya".


γ€€


"Oh, Pak Bagas. Tidak di sangka ke sini juga rupanya. Sama siapa pak? Ada acara kantor atau memang mau makan malam Pak?" Tanya balik Profesor.


γ€€

__ADS_1


"Ooo, saya mamang sengaja mau santai Prof, lagi pengen makan malam dengan suasana berbeda. Ya, menikmati sunset sambil mencoba menu seefood disini. Kabarnya hidangan seefood di sini sangat enak". Jawab lelaki itu.


γ€€


"Pas sekali, kalau begitu gabung saja. Kami juga baru mau mulai makan, ayo Pak Bagas, kita sama-sama di sini. Di sini masih lapang kok, dari pada sendiri lebih enak rame-ramekan". Profesor Yandi menawarkan lelaki itu untuk gabung bersama. Ajakan Profesor di sambut dengan tatapan mata kesal dari Wulan, Bowo, Resya dan Anita. Sedang Nia, dia tak mau ambil pusing. Terserah sajalah pikir Nia karena dia tidak merasa ada untung atau rugi kalau orang tersebut bersama mereka. Meskipun dia sendiri kenal siapa laki-laki tersebut. Tetapi lain dengan rekan-rekan Nia, mereka merasa keberadaan laki-laki tersebut di antara mereka pasti akan membuat suasana berubah kaku, secara mana mungkin mereka berani berseloroh aneh-aneh kalau ada orang lain di antara mereka. Candaan mereka pasti tidak akan lepas, harus di jaga tutur bahasanya.


γ€€


"Apa tidak menganggu kalau saya gabung Prof, nanti kehadiran saya malah merusak suasana". Terdengar sedikit keraguan dalam suara tersebut. Padahal sebenarnya memang tawaran itu yang diharapnya.


γ€€


"Tidak, tidak Pak Bagas. Sama sekali tidak, kami sangat senang kalau Pak Bagas mau gabung. Iyakan anak-anak?" Profesor meminta persetujuan semua. Mau tak mau semua mengiyakan, walaupun dengan muka tidak tulus dan di dalam hati mereka masing-masing kesal dengan datangnya penganggu itu.


γ€€


Pak Bagas adalah wakil Kepala Divisi Promosi, dia masih muda paling hanya berbeda dua atau tiga tahun dari Nia dan rekan-rekannya. Wajah tampan dan ditunjang karir yang cemerlang, siapa yang tidak kenal padanya. Sayangnya di balik wajah tampan dan karir cemerlang tersebut, Pak Bagas di kenal sebagi playboy. Sepertinya Bagas memang memanfaatkan wajah dan kesuksesan karirnya untuk menjerat wanita, menurut Anita yang dulu petnah suatu kali mengosipkan tentang Pak Bagas. Inilah alasan kenapa Wulan, Bowo, Resya dan Anita menolak dalam hati kalauΒ  Pak Bagas gabung bersama mereka. Mereka sudah bisa menebak,Β  Pak Bagas pasti ada maksud lain saat ini.


γ€€


"Baiklah kalau mamang saya tidak menganggu, saya sangat senang bisa bergabung dengan Profesor dan lainnya". Suara bahagia Bagas, walaupun dia tahu banyak mata yang tidak suka dengan kehadirannya. Tetapi dia tidak mau ambil pusing.


γ€€


Profesor Yandi menyarankan agar Pak Bagas duduk di samping Bowo, yang artinya Pak Bagas akan duduk berdekatan dengan Nia. Entah sengaja atau tidak maksud Profesor tersebut, yang jelas Pak Bagas sangat merasa beruntung bisa duduk di dekat Nia. Tidak percuma aku mencuri dengar pembicaraan mereka di ruang meeting tadi. Akhirnya aku bisa duduk di dekatmu Nia. Aku benar-benar harus bisa memanfaatkan moment ini. Suara hati Pak Bagas yang sangat berbahagia.


γ€€


*************************************************


γ€€


Fleshback Tentang Pak Bagas di Ruang Meeting


γ€€


Sudah sedari tadi Bagas menunggu waktu yang tepat untuk mendekati Nia. Dia sangat ingin mengucapkan selamat atas keberhasilan presentasi Nia, ya..sekedar berbasa basi demi bisa mendekati wanita yang sudah hampir satu tahun ini dikejarnya. Nia cantik, walaupun wajahnya hanya berhias makeup tipis dan lipstik pink biasa tetapi selalu membuat Bagas penasaran padanya. Nia juga wanita yang cerdas, wanita yang menurut Bagas bisa membuat dia bergairah pada tubuh Nia, karena semua yang ada pada diri Nia adalah kriteria wanita yang didambanya selama ini. Tetapi bukan perkara mudah baginya untuk mendekati Nia, berbeda dengan wanita-wanita lain yang dikejarnya selama ini, dengan wajah dan harta bisa ditaklukan dengan gampang.


γ€€


Dan setelah menunggu lama,Β  ternyata Bagas tidak memliki kesempatan untuk mendekati Nia. Nia langsung di bawa rekan-rekannya menjauh dan kembali keruangan mereka. Ada rasa kesal di hati Bagas, harapannya gagal. Tetapi untung saja dia sukses mencuri dengar pembicaraan Nia dan rekan-rekannya tadi. Tidak mengapa aku gagal menyapamu Nia, setidaknya aku sudah tahu kemana kalian akan pergi.Β Bagas pun menyusun rencana untuk bisa mendekati Nia dan akhirnya dia pun sengaja mengikuti Nia dan rekan-rekannya ke Bach Resort demi agar bisa sekedar bisa berbincang-bincang wanita yang didambanya. Maka, tepat pukul 17.00 Wib Bagas pun menjalankan mobil Kijang Innovanya pelan di belakang mobil-mobil Nia dan lainnya. Dia pun sudah menyusun rencana seakan-akan tidak sengaja berjumpa dan makan di tempat yang sama dengan yang lainnya.


γ€€


γ€€

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2