SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 68


__ADS_3

Membahas Bagas


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Profesor mengantarkan Bagas sampai di pintu laboratorium, memberi hormat saat Bagas akan segera berlalu dari hadapannya. Kemudian, dengan perasaan bangganya Profesor menemui semua penelitinya, Nia, Wulan, Bowo, Resya dan Anita yang tengah berjabat tangan satu sama lain atas kesuksekan presentasi mereka tadi.


γ€€


"Kalian memang luar biasa, saya bangga pada kalian". Salut, Profesor sangat bangga pada Nia dan rekan-rekannya. "Selanjutnya siapkan diri, saya yakin Divisi Promosi akan setuju dengan inovasi kalian ini". Perintah Profesor kemudian.


γ€€


"Siap Prof". Terdengar Nia, Wulan, Bowo, Resya dan Anita menjawab saling bersamaan dengan penuh semangat.


γ€€


"Bagus-bagus, kalau begitu saya permisi dulu ya. Silahkan kalian lanjutkan". Profesor pun meninggalkan laboratorium dan kembali ke ruang kerjanya.


γ€€


Sambil mensterilkan peralatan yang mereka pakai tadi, terdengar Wulan memulai bersuara sambil tanganya sibuk bekerja.


γ€€


"Aku seneng banget deh teman-teman. Semua berjalan lancar tadi". Wulan.


γ€€


"Iya benar, kalian dengar kata Pak Bagas tadi, kalau dia akan segera mengabari Profesor perkembangan inovasi kita". Resya juga memberi pendapat.


γ€€


"Semoga saja ya". Wulan memberi jawaban. "Nia, kok diam aja?" Wulan heran melihat Nia yang hanya sibuk beraktivitas tanpa ikut menyuarakan pendapatnya.


γ€€


"Wo". Panggil Nia pada Bowo. Bowo pun menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Nia.

__ADS_1


γ€€


"Makasih ya". Ucap Nia tulus. Bowo membalas dengan tersenyum sambil menganggukan kepalnya.


γ€€


"Ihhhhh, curang. Makasihnya cuma sama Bowo. Kamu tuh?" Protes Anita.


γ€€


"Nia, kamu kenapa sih?" Wulan mulai merasa curiga dengan sikap Nia barusan.


γ€€


"Itu, Pak Bagas tadi loh. Apa kalian tidak perhatikan sikap dia?" Nia bertanya pada teman-temannya.


γ€€


"Hah, kenapa? Ada apa memangnya Nia?" Anita memandangi Wulan dan Resya bergantian, tidak mengerti dengan arahan pembicaraan Nia.


γ€€


γ€€


"Apah? Benarkah itu, astagaaaaa. Aku terlalu fokus pada presentasi kita, aku tidak perhatian pada hal lain". Wulan membuat pengakuan.


γ€€


"Iya sama, aku juga. Pikiranku hanya tercurah pada presentasi kita. Aku jadi lupa dengan hal-hal di sekitar". Anita pun membenarkan ucapan Wulan.


γ€€


"Aku sempat beberapa kali memergoki Bagas memperhatikan Nia sih, tapi, tapi aku pikir itu wajar aja. Kan Nia lagi memberi penjelasan jadi aku gak ambil hati. Andai saja aku tau, Bagas itu membuat kamu enggak nyaman Nia, sudahku kerjain dia. Maaf ya, aku kurang peka". Terlihat penyesalan di wajah Resya.


γ€€


"Sudah, tidak usah dipikirkan. Yang penting sekarang dia sudah pergi". Nia menyudahi ras bersalah teman-temannya.


γ€€

__ADS_1


"Kedepan kita harus hati-hati sama Bagas. Supaya ruang gerak dia tidak leluasa bersama Nia". Bowo mengingatkan teman-temannya.


γ€€


"Iya". Semua menjawab dengan serius. Nia tersenyum melihat kebaikan sahabat-sahabarnya itu pada dirinya. Sungguh bersyukur Nia memiliki sahabat sebaik mereka.


γ€€


"Ini pelajaran buatmu Nia, segeralah punya tambatan hati. Jadi Bagas tidak akan berani ganggu kamu lagi". Canda Wulan pada Nia.


γ€€


Nia tersenyum,Β Doakan aku teman-teman. Semoga dia adalah lelaki terbaik yang Tuhan kirimkan untuk aku. Semoga saja Tuhan.


γ€€


"Cie, cieee, cieeeeee..kayaknya ada some one special nih. Iyakan, jujur deh ma kita-kita!" Wulan mengguncang tangan Nia agar segera memberi jawaban.


γ€€


"Aku..aku..aku". Nia binggung memberi penjelasan.


γ€€


"BERARTI BENARRRRR". Jawab Wulan, Resya dan Anita berbarengan. "Hahahaha, siapa-siapa? Cerita dong, cerita".


γ€€


"Sudah, sudah, berhenti". Nia melembaikan tangannya ke arah Wulan, Resya dan Anita yang terlihat sangat bersemangat untuk mengodanya.


γ€€


Bowo hanya tersenyum simpul melihat kejahilan rekan-rekan wanitanya terhadap Nia. Di lebih memilih memperhatikan semua dari sudut ia berdiri saat ini.Β Semoga kamu berbahagia Nia.


γ€€


γ€€


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2