SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
53


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Benar saja, kurang 5 menit kemudian terdengar suara di ujung anak tangga lantai 2. Ternyata si asisten makeup artis sedang mencoba meminta perhatian dari semua orang di lantai 1 yang sedang duduk menunggu.


γ€€


"Tuan dan nyonya, beserta semua hadirin yang berbahagia. Dengan bangga kami persembahkan nona Syania ". Ucap si asisten dengan suara yang di dramatisir seperti suara pembaca berita di televisi.


γ€€


Mendengar itu, spontan Aisakha berdiri dan gerakkan berdirinya itu pun di ikuti oleh Kristo, sekretaris Aisakha. Tetapi sang Mama, wanita paruh baya ini tetap bertahan di sofa empuknya. Mama hanya tersenyum kecil melihat betapa antusiasnya anak semata wayangnya itu.


γ€€


Percaya sama Mama, nak..Niamu itu pasti sangat cantik malam ini.


γ€€


Ada suara langkah kaki menuruni anak tangga satu demi satu. Aisakha begitu penasaran dan jangan lupakan Kristo, diam-diam si sekretaris yang sangat setia pada sang tuannya inipun juga sangat penasaran.


γ€€


Suara langkah kaki semakin mendekat ke anak tangga bawah. Samar Aisakha bisa melihat sepasang kaki jenjang dengan heels cokelat muda turun semakin ke bawah menuju ke arahnya.


γ€€


Jantung Aisakha berdegub kencang, ritmenya sangat cepat. Aisakha di buat terpesona saat melihat Nia sudah berdiri di anak tangga terakhir lantai 1, heelas cokelat muda, gaun panjang hingga ke bawah lutut dengan aksen pita di bagian pinggang,Β  kalung mutiara menghiasi leher putih itu, kemudian polesan makeup tertata indah di wajah dan sebuah jepit rambut sederhana tapi elegan menghiasi sudut kiri kepala Nia. Aisakha diam, berusaha mengatur nafasnya perlahan, dia terlalu terpesona. Nia memang sangat cantik, sangat-sangat cantik di dalam pandangan mata birunya itu.


γ€€


Sedang sang Mama masih bertahan duduk si sofa empuknya.Β Apa Mama bilang nak, calon isterimu pasti sangat cantik. Sekarang lihat sedirikan, kamu sampai lupa menutup mulutmu saking kagumnya. Sakha, sakha.....


γ€€


Dan bagaimana dengan Kristo ?


Melihat sosok calon nyonya mudanya sudah berdiri anggun di ujung tangga, Kristo mendadak jadi pengen cepat menikah. Entah mengapa, melihat sosok Nia yang bagai dewi turun dari langit ketujuh itu, membuat Kristo jadi termotivasi ingin segera memiliki tambatan hati. Kristo mengagumi sang tuan yang bisa memiliki calon isteri yang cantik dan sangat baik, bersahaja dan lembut,Β Serta polos.


Ucap Kristo sambil tertawa di dalam hatinya.


γ€€


Aisakha berjalan kearah anak tangga tempat Nia berdiri sambil tersenyum kepadanya, kalau saja tidak mengingat banyak mata yang ada di sekitarnya saat ini. Mungkin Aisakha sudah memberi kecupan sayang di bibir merekah Nia, bibir itu di beri warna merah lembut, membuat Aisakha jadi tergoda mencicipi rasanya.


γ€€


"Maaf...", dengan ekspresi wajah serius Aisakha membuka mulutnya. "Apa yang telah anda lakukan ?" Aisakha sedikit memiringkan wajahnya menatap mata si makeup artis saat mengajukan pertanyaan tersebut.


γ€€


"Sa, saya tuan ? Apa maksud anda tuan ?" Si makeup artis mendadak gemetar, rasa takut sedang menjalar di kedua lututnya.Β Apa ada yang salah dengan tampilan nona ? Aduh...bagaimana ini.


γ€€


Nia tiba-tiba kesulitan menelan sulivannya sendiri mendengar isi pertanyaan Aisakha barusan.Β Tukan...pasti Mas nggak suka. Padahal aku udah bilang tadi, riasannya biasa saja. Ah, pasti wajahku terlihat aneh di matanya.


γ€€


"Loh..apa kurang jelas pertanyaan saya ?" Aisakha malah balik bertanya.


γ€€


"Saya sudah melakukan yang terbaik tuan. Percayalah !" Suara si Makeup artis berusaha menyakinkan Aisakha. "Untuk gaun dan seluruh asesoris nona, itu adalah pilihan nyonya langsung. Dan saya hanya sedikit memoles wajah nona yang memang sudah cantik dari sananya ".


γ€€


"Ka, kalau Mas tidak suka. Aku akan segera mencuci mukaku. Tunggulah sebentar ya !" Nia berniat akan secepat mungkin berlari kembali ke kamarnya di lantai atas.


γ€€


"Astagaaaaa ", suara Aisakha terdengar sangat terkejut. "Jadi bidadari cantik ini adalah wujud asli wanita yang akan segeraku nikahi ya ?" Ucap Aisakha tidak percaya.


γ€€


"A, apa maksud Mas ?" Nia masih belum mengerti.


γ€€


"Sayang, kamu terlihat sangat cantik. Hingga membuat aku berpikir kalau kamu adalah bidadari yang sedang tersenyum padaku. Kamu sangat cantik Nia ". Puji Aisakha tulus.


γ€€


"Mas ini....", ucap Nia malu, sekarang rona merah hasil polesan makeup menjadi semakin sempurna di wajahnya akibat rasa malu mendengar apa yang terlontar dari bibir kekasihnya itu.


γ€€


Sedang si makeup artis, tanpa aba-aba dirinya langsung menarik nafas lega. Ternyata dirinya kena di perdaya oleh ulah jahil Aisakha.Β Dasar tuan, efek sedang jatuh cinta jadi bisa mengombal sekarang. Untung jantungku kuat, kalau tidak mungkin aku sudah pingsan sedari tadi.


γ€€


γ€€

__ADS_1


***************


γ€€


Semua mata memandang terkesima pada sepasang anak manusia yang baru saja lewat di hadapan mereka. Dengan sikap hormat, silih berganti para karyawan di hotel bintang 5 itu menyapa sang pemilik, tuan Aisakha dan Mamanya. Selentinggan kabar menyeruak, bahwa tuan mereka, Aisakha, malam ini datang bersama kekasihnya.


γ€€


"Apakah wanita cantik yang bergandengan tangan bersama nyonya adalah calon isteri tuan Aisakha ?" Semua orang mulai bergosip.


γ€€


"Aku rasa iya deh ", sebuah suara bisik-bisik terdengar menjawab.


γ€€


"Cantik banget ya, dan sepertinya baik ". Yang lain ikut menimpali.


γ€€


"Lihat, lihat...nona cantik itu tersenyum ke arahku ". Sebuah suara bisikan yang terdengar bangga pun tidak mau kalah ikut bergosip.


γ€€


Aisakha berjalan di depan, memimpin langkah sang Mama dan kekasih hatinya menuju aula besar di lantai 5 yang telah di sulap menjadi ruang pertemuan keluarga yang hangat dan penuh nuasa keluarga, ada bunga mawar putih kesukaan Nia menghias di meja-meja yang ada, semua adalah ide sang Mama. Sepertinya calon mertua Nia ini benar-benar ingin membuat Nia merasa nyaman dalam acara perkenalan dirinya nanti.


γ€€


Pintu lift terbuka, Aisakha berjalan ke arah aula dengan Mama dan Nia tepat beberapa langkah di belakangnya. Semua pengawal berjalan mendampingi sang tuan, lengkap dengan Kristo sebagai orang kepercayaan Aisakha.


γ€€


Pintu aula di buka, terdengar lantunan piano dengan musik santainya, serta derai tawa beberapa orang dari dalam aula.


γ€€


"Silahkan tuan, nyonya, nona...", ucap Kristo setelah pintu aula terbuka.


γ€€


Tetapi...


γ€€


"Tanteeeee Nataaaaa ". Mama mendengar ada suara lelaki muda yang cukup akrab di telinganya, memanggil dirinya. Mama ragu, melihat ke arah depan.


γ€€


γ€€


"Siapa Ma ?" Tanya Nia heran karena sang calon mertua menghentikan langkahnya


γ€€


"Mama kurang jelas nak, maklumlah..". Jawab Mama mengakui kesulitan mengenali wajah si pemilik suara lelaki muda yang memanggilnya itu karena jarak mereka yang cukup jauh, beberapa meter di depannya.


γ€€


"Masuklah dulu bersama Sakha ya !" Ucap Mama pada Nia.


γ€€


"Sakha, bawalah Nia ke dalam ! Mama mau temui orang itu dulu ". Aisakhapun mengiyakan permintaan Mama dan membiarkan Mamanya di dampingi Kristo dan 2 orang pengawal berjalan mendekat ke sumber suara yang telah memanggilnya tadi.


γ€€


"Tante Nata ", seorang lelaki muda yang sepertinya seumuran Aisakha menghampiri kearah Mama Aisakha.


γ€€


"Sebentar ", ucap Mama sambil berusaha mengingat siapakah sosok lelaki muda itu. "Astagaaaaaa... ", suara Mama terdengar kuat. "Toni kan ? Kamu Toni anak Mirandakan ?" Tanya Mama bersemangat.


γ€€


"Benar tante, saya Toni. Saya pikir tante sudah lupa sama saya ". Ucap lelaki bernama Toni ini sambil tersenyum.


γ€€


"Maaf, maaf nak..tante tadi agak kesulitan mengenalimu. Maklumlah sudah lama tante tidak bertemu kamu ". Jawab Mama jujur.


γ€€


"Iya..sudah 8 bulanan ya tan ?" Tanya Toni kemudian.


γ€€


"Benar...benar..tante rasa sudah sekitar 8 bulanan tante tidak ketemu kamu dan Mamamu. Oya, apa kabar Mamamu Ton ?"


γ€€


"Mama baik tante, Mama masih seperti biasa. Masih sering ikut rapat pengurus panti asuhan. Itu dia, kata Mama tante sekarang lebih sering video call bareng pengurus lainnya ya ?"


γ€€

__ADS_1


"Iya nak, benar. Tante sudah beberapa bulan ini selalu di bawa Aisakha kemanapun dia pergi saat mengunjungi semua cabang-cabang perusahaannya. Katanya, dia kasihan sama tante kalau terlalu lama di tinggalnya ". Ucap Mama sambil tersenyum.


γ€€


"Aku bisa ngerti itu tante. Lagi pula benar juga apa yang di bilang tuan Aisakha, kan kasihan tante kalau hanya di rumah saja. Mending ikut tuan Aisakha sekalian liburan tante, hehehehe ". Suara cenggiran Toni sambil berbicara.


γ€€


"Kamu bisa saja Ton ". Jawab Mama sambil mengeleng pelan.


γ€€


"Ada acara apa Ton ? Sendiri ?" Tanya Mama kemudian, sambil memperhatikan sekeliling Toni.


γ€€


"Benar tante, aku sendiri. Tetapi di balairoom selatan ada sahabat baikku yang menunggu. Dia sedang glady buat acara pernikahannya tante, dan aku akan menjadi pendampingnya ". Jelas Toni singkat.


γ€€


"Kapan nikahannya Ton, sahabatmu itu ?


γ€€


"Senin besok tante ". Jawab Toni cepat.


γ€€


"Lah, nikah senin besok kok baru glady malam ini ? Gimana itu weading organizernya ?" Tanya Mama heran.


γ€€


"Hehehehe ", ada suara cenggiran Toni. "Itu bukan salah WO nya tan, itu salah sahabatku sendiri. Dia sangat sibuk belakangan ini, sampe baru bisa malam ini buat gladynya ". Toni melihat Mama Aisakha sibuk mengeleng tidak percaya.


γ€€


"Besok kalau kamu menikah, jangan seperti sahabatmu itu ya Ton !" Nasehat Mama pada Toni. "Itu tidak baik, seakan-akan tidak ada keseriusan saja, padahal pernikahan itu sakral dan sekali seumur hidup. Ini malah glady memepet sama hari-H, nggak baik itu ".


γ€€


"Siap tante, tapi sejujurnya kalau aku belum tahu tante kapannya, aku masih jomblo ". Ucap Toni sambil mengangkat kedua bahunya.


γ€€


"Sabar..buat dapat yang terbaik butuh kesabaran nak. Lihat Aisakha, berkat kesabaranya mencari wanita yang dicintainya selama 3 tahun, sekarang mereka bersama dan bahagia ". Toni melihat ada senyum bangga di kedua sudut bibir Mama Aisakha saat bercerita.


γ€€


"Jadi, tuan Aisakha sudah menikah tante ?" Tanya Toni bersemangat.


γ€€


"Sebentar lagi Ton, 3 minggu lagi ".


γ€€


"Beruntungnya tuan Aisakha, sudah menemukan tambatan hatinya. Pasti sosok calon menantu tante ini sangat spesial, sangat cantik ya ?" Selidik Toni.


γ€€


"Tidak cuma cantik fisik Ton, tapi hatinya juga sangat cantik ". Puji Mama pada calon menantunya itu. "Dia cerdas, bersahaja dan lembut. Hatinya sangat baik, membuat tante tidak habis pikir, bagaimana cara orang tuanya mendidiknya dulu hingga dia tumbuh menjadi gadis yang sangat santun dan berhati tulus ".


γ€€


"Andai aku bisa memiliki isteri sesempurna itu tante ". Ucap Toni sambil tersenyum. "Pasti aku akan sebahagia tuan Asiakha saat ini ".


γ€€


"Tante selalu doakan kamu Ton, semoga kamu segera menemukan calon isteri terbaik untukmu ". Doa Mama sungguh-sungguh.


γ€€


"Terima kasih tan...", ucap Toni sambil tersenyum. "Kalau gituh aku permisi dulu tante, takutnya sahabatku itu sudah ribut menunggu kedatanganku, soalnya aku juga masuk dalam acara gladynya ". Jelas Toni saat hendak pamit.


γ€€


"Iya, iya..silahkan Ton ", jawab Mama ramah.


γ€€


"Tante, saat acara pernikahan tuan Aisakha, jangan lupa undang Mama dan keluargaku ya ", Toni mengajukan permintaan sebelum berbalik badan.


γ€€


"Pasti nak, kamu tenang saja. Malah tante berencana membawa menantu tante itu ke rumahmu buat ketemu Mamamu, kebetulan dia agak lama di sini. Nanti tante kasih kabari ya ". Janji Mama pada anak temannya itu.


γ€€


"Baik tante..aku akan kasih tahu Mama. Aku ke sana dulu ya tan, bay ", ucap Toni sambil berlalu.


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2