SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 59


__ADS_3

Hasil Pengamatan


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


γ€€


Pintu kamar Nia telah terbuka, masih terlihat bias-bias ketakutan dan kesedihan di wajah Nia. Nia memang telah sadar, sepertinya nyawanya telah terkumpul lagi, tetapi detak jantungnya masih terdengar jelas. Ritme jantungnya begitu cepat. Masih butuh waktu bagi Nia untuk membuat dirinya bisa kembali rileks.


γ€€


"Non kenapa? Ada apa?" Nia dapat melihat dengan jelas kalau saat ini, Pakde dan sang istri terlihat sangat panik.


γ€€


"Aku, aku enggak papah kok Pakde, Bi". Jawab Nia sambil menarik nafas panjang.


γ€€


"Tapi tadi kata Pakde, non teriak. Kenapa?" Tanya Bibi mendesak Nia menjawab.


γ€€


"Maaf ya sudah buat Pakde dan Bibi kawatir. Sepertinya tadi aku mimpi". Jawab Nia pelan.


γ€€


Sepasang suami istri yang masih menatap penuh kekhawatiran pada Nia itu, sekarang malah saling berpandangan.


γ€€

__ADS_1


"Mimpi buruk ya non?" Tebak Pakde pada Nia.


γ€€


"Benar Pakde". Jawab Nia sambil menganggukan kepalanya.


γ€€


"Non tenangnya, itu hanya mimpi. Bunga tidur untuk mewarnai malam kita. Semua hanya mimpi saja". Bibi berusaha membuat Nia tenang sambi mengelus rambut Nia.


γ€€


"Mau Bibi buatkan segelas susu putih hangat?" Tanya Bibi untuk mengalihkan Nia dari cerita mimpi buruknya.


γ€€


Nia melihat ke sisi kanan dan kiri kamarnya, Pakde memperhatikan gelagat Nia. Dan Nia pun menjawab pertanyaan Bibi dengan anggukan kepala. Bibi pamit hendak ke dapur, membuatkan segelas susu hangat untuk Nia. Pakde pun bersiap menuruni tangga, mengekori si istri yang akan turun ke dapur.


γ€€


γ€€


"Bibi, tungguuuuu". Suara Nia yang sukses membuat Bibi menghentikan langkahnya. Tidak kalah dengan sang istri, Pakde pun refleks menghentikan langkahnya setelah mendengar majikan muda mereka memanggil sang istri.


γ€€


"Kenapa non, ada lagi yang mau Bibi buatkan?" Tanya Bibi kepada Nia.


γ€€


"Ikut Bi". Jawab Nia cepat.

__ADS_1


γ€€


Kembali, Bibi beradu tatap dengan si suami, merasa heran dengan tingkah majikan muda mereka. Pakde hanya diam, sesaat kemudian mengalihkan pandangannya dari sang istri ke majikan mereka dan berbalik ke sang istri kembali. Selanjutnya Pakde memberikan tatapan pada sang istri dan anggukan kecil, yang kira-kira berisi kata-kata membiarkan saja apa yang ingin dilakukan oleh Nia.


γ€€


Si non kenapa ya? Apa masih kebawa mimpi buruknya tadi?


γ€€


Nia mengikuti Bibi menuruni tangga, sementara Pakde diam-diam menuju pintu kamar Nia yang masih terbuka lebar. Tanpa izin sang majikan, Pakde berdiri di depan pintu yang terbuka, memperhatikan ke segala penjuru kamar, melihat setiap sudut yang terjangkau oleh matanya dari arah posisi dia berdiri.


γ€€


Enggak ada yang aneh. Kesimpulan Pakde dari hasil pengamatannya. Berarti murni pengaruh dari mimpi buruk tadi.Β Kesimpulan Pakde atas sikap Nia barusan, yang terlihat seperti orang yang sedikit takut, tetapi entap pada apa dan kenapa rasa takut tersebut timbul.


γ€€


Pakde pun pergi menuruni tangga, menjauh dari kamar Nia dan kembali masuk ke kamarnya. Ada rasa penasaran di hatinya tentang mimpi buruk Nia, tetapi ada pula rasa segan dalam dirinya untuk bertanya terlalu jauh pada Nia tentang isi mimpi.


γ€€


Kejadian ini apa perlu diceritakan pada tuan Aisakhakah? Tapi ini sudah sangat malam. Pakde melirik ke arah jam dinding yang terpajang di depannya. Kalau diam aja, mana tau nanti kenapa-napa, kalau di kasih tau nanti malah ganggu istirahat tuan saja.


γ€€


γ€€


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2