SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
52


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


"Benar saja ", guman Nia pelan. "Ini memang bukan di hotel ". Nia bisa memastikan pendapatnya itu benar setelah memperhatikan sekeliling dari tempat dirinya berada saat ini. Halaman luas dengan bunga mawar, lili dan beberapa jenis angrek yang bisa si pastikan belum pernah Nia lihat sebelumnya. Hamparan rumput yang sama tingginya, seakan memanggil Nia untuk bermain di atasnya, semua tertata rapi.


 


Nia tertegu. Bagian luarnya aja sebagus itu, gimana bagian dalamnya ya ? Apa aku sedang berada di sebuah istana ya ?"


 


"Apa yang nona perlukan ?" Tanya Lita pelayan baru Nia.


 


"Dimana tuan Aisakha ?" Bukan menjawab pertanyaan Lita, Nia malah balik bertanya.


 


"Tuan di ruang baca nona ". Jawab Lita cepat.


 


"Bawa saya ke sana !" Perintah Nia yang di jawab dengan anggukan oleh kedua pelayannya itu.


 


"Tapi tunggu sebentar ", kaki Nia mendadak berhenti saat Nia menatap wajahnya di cermin sekilas. Rambut panjangnya kusut, mungkin pengaruh dari posisi tidurnya tadi. Makeup minimalisnya juga sudah mulai tidak rapi. Cepat Nia mencuci mukanya bersih, memberi lipsgloss agar tampilan bibirnya lebih segar dan menyisir rambutnya rapi lalu mengikatnya.


 


"Saya bantu nona ?" Riana berjalan mendekat ke meja rias tempat Nia sedang menyisir rambutnya.


 


"Terima kasih ". Tapi kali ini saya bisa sendiri ". Tolak Nia halus.


 


Kalau tahu tuan, habislah aku dan Lita. Jelas kami mendapat tugas agar melayani nona. Tapi kenyataannya nona malah terlihat canggung saat bersama kami. Bagaimana ini ya ?


 


 


***************


 


Aisakha sedang duduk nyaman di ruang bacanya. Sengaja dirinya memilih aktifitas membaca sebagai pengisi waktu sambil menunggu Nia bangun. Mungkin Nia cukup lelah atau mungkin Nia cukup memikirkan tentang acara pertemuan keluarga besarnya nanti. Entah mana yang benar ? Yang jelas Aisakha tidak sampai hati membangunkan Nia saat pesawat dirinya sudah mendarat. Aisakha dengan gagahnya memilih mengendong Nia pelan dan menyandarkan kepala kekasihnya itu di dadanya. Hingga akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Britana, Nia masih tertidur pulas.


 


Masih dengan buku bacaannya, Aisakha merasa ada ketukan di pintu ruang baca, entah siapa ? Tetapi Aisakha mengizinkan orang tersebut masuk.


 


"Mas ", Aisakha melihat sosok kekasihnya berdiri di ambang pintu masuk.

__ADS_1


 


"Sudah bangun ?" Tanya Aisakha sambil merentangkan tangan kanannya meminta Nia mendekat ke arahnya.


 


"Sudah ", jawab Nia singkat sambil berjalan ke arah Aisakha.


 


"Enak tidurnya ?" Nia langsung mengangguk cepat untuk jawaban pertanyaan Aisakha barusan.


 


"Ini dimana Mas ?" Nia sibuk mengedarkan matanya keseluruh ruangan. Kagum, itu yang Nia rasakan. Interior ruangan yang mewah, susunan buku yang rapi, Nia di buat takjub dengan begitu banyak buku koleksi di ruangan tersebut.


 


"Ini namanya ruang baca ". Aisakha sedang memperhatikan mata Nia yang sedang menjelajah setiap inci buku-buku yang tertata sebaik perpustakaan nasional milik negara.


 


"Dan ini adalah bagian dari rumah tua ini !" Niapun mendengarkan dengan seksama. Sebuah ucapan yang terdengar santun, sangat merendah.


 


"Kita sudah sampe ya ?" Tanya Nia dengan polosnya.


 


"Iya...sekarang kamu ada di rumah keluarga Britana ". Jawab Aisakha sambil memperhatikan wajah Nia, ada kerutan kecil di keningnya.


 


 


"Kok aku gak nyadar Mas, tahu-tahu udah sampe aja ". Kepolosan Nia membuat Aisakha semakin gemes pada raut wajah tidak berdosanya itu.


 


"Gimana kamu mau tahu kalau kita sudah sampai. Kamu itu tertidur pulas loh ", jawab Aisakha sambil menahan tawa.


 


"Hehehehehehe ", suara cekikikan Nia. "Iya, iya....akukan tidur. Maaf Mas, aku lupa ". Nia mengaruk pelan bagian belakang telinga kirinya. "Habis tidur di dadanya Mas enak, damai banget. Habis itu anget ". Nia bicara dengan jujurnya.


 


"Kamu mengemaskan banget Nia, Mas jadi pengen cium deh ". Mendengar ucapan sang kekasih Nia spontan menjauhkan badannya dari Aisakha.


 


"Eeeiiittt, Noooo...ingat perjanjian kitakan Mas ?" Nia menatap serius pada Aisakha.


 


"Iya Nyonya Aisakha...saya ingat ". Jawab Aisakha sambil mengunyel-unyel rambut Nia.


 

__ADS_1


"Massssss ", suara protes Nia yang di lanjutkan dengan derai tawa mereka.


 


Sepasang kekasih ini benar-benar berbahagia, mereka tertawa lepas hanya dengan sesuatu yang sederhana saja. Sungguh menyentuh jiwa dan membuat siapa saja ikut bahagia menyaksikan mereka memadu kasih, menghangatkan jagat raya.


 


 


***************


 


Waktu berlalu dengan cepat, mengantarkan separuh penduduk bumi pada udara malam dan keindahan bintang terang di langit hitam. Malam ini cerah, berdasarkan prakiraan cuaca, kemungkinan akan turun hujan di Kota Jakarta sangat kecil.


 


Nia sudah hampir selesai di dandani oleh makeup artis profesional yang sengaja didatangkan oleh sang calon Mama mertuanya untuk membuat tampilan Nia luar biasa malam ini. Mama ingin membuat semua mata keluarga besar Britana terkesima dengan pesona kecantikan Nia saat acara pertemuan keluarga yang akan berlangsung sebentar lagi.


 


Akhirnya, malam perkenalan Nia di keluarga Aisakha tiba juga. Mama senang, Aisakha bahagia, tetapi tidak bagi Nia. Nia cemas dan merasa mulai gelisah.


 


"Nona..coba tarik nafas panjang, kemudian hembuskan !" Asisten si makeup artis memberi perintah pada Nia. Ternyata si asisten ini memiliki mata yang cukup jeli. Dia bisa melihat kalau semakin mendekati selesai proses merias Nia, Nianya malah semakin gelisah.


 


"Anda sangat cantik, aura anda sangat luar biasa nona. Jadi jangan takut ya, anda harus percaya diri ". Si asisten memberikan semangat pada Nia.


 


"Iya..terima kasih ", jawab Nia singkat sambil melaksanakan semua instruksi si asisten tadi.


 


Sementara itu...


 


"Kok lama sih Ma ?" Aisakha sudah mengganti gaya duduknya di ruang keluarga. Sepertinya perasaan lelaki tampan ini sama seperti perasaan kekasihnya yang sedang berdandan di lantai 2 rumah mewah itu, sama-sama sedang gelisah. Aisakha terlalu gelisah menunggu kekasihnya turun, dirinya terlalu penasaran dengan tampilan Nia malam ini.


 


Siang tadi, setelah Aisakha dan Nia berbincang banyak tentang rumah megah bak istana itu. Mama pun datang, Mama membawa Nia berkeliling rumah, membuat Nia terpelongo penuh keheranan dengan kemewahan yang berpadu keindahan alam, bangunan dan interior rumah itu. Sebuah rumah bergaya klasik dengan 2 lantai, seperti istana dalam cerita kerajaan yang pernah Nia lihat di sebuah serial televisi. Nia tidak menyangka, ternyata di sinilah sekarang dia berada. Jauh dari semua ekspektasinya, kemegahan ini serasa bukan bagian dari dirinya. Terlalu sempurna, terlalu sulit bagi Nia untuk diungkapkan wujud rasa kagumnya.


 


Selesai memperkenalkan Nia pada lingkungan barunya, rumah yang nanti akan menjadi istana bagi keluarga bahagianya setelah Aisakha menikahinya, Nia pun di bawa oleh Mama mertua untuk mencoba baju yang akan di kenakannya nanti malam. Baju baru, gaun berwarna cokelat muda dengan heels senada dan sebuah jepitan rambut berwarna kuning. Jepitan rambut yang terbuat dari kumpulan mutiara indah lengkap dengan asesoris kalung senada dan anting-anting serupa. Nia memeluk Mama mertuanya itu, hatinya terharu. Wanita paruh baya itu sangat memanjakannya, terkadang Nia berpikir cara sang Mama mertua memperlakukannya bukan seperti menantu, tetapi sudah seperti anak sendiri. Mama benar-benar melimpahkan Nia kasih sayang. Sebuah pencapaian tertinggi dalam hidup Nia, setelah dulu seorang Ibu dari kekasih di masa lalunya begitu membencinya hingga membuang Nia begitu saja. Tetapi Tuhan Maha segalanya, lihatlah sekarang. Nia hidup berlimpah kasih sayang dan cinta tulus, dari sang Mama mertua dan kekasih hatinya.


 


Maka malam ini, sesuai rencana Mama, Nia harus menjadi bintang spesial di dalam keluarga besar mereka. Karena ini adalah debut awal Nia sebagai calon nyonya muda keluarga Britana, maka Mama tidak ragu-ragu mempercayakan Nia pada Makeup artis profesional. Sekarang tinggal menunggu hasil, Mama yakin sebentar lagi Nia akan turun.


 


"Sabar Sakha, sebentar lagi Nia pasti selesai ", ucap Mama sambil tersenyum pada anak lelakinya itu.

__ADS_1


 


 


__ADS_2