
🌈🌈🌈🌈🌈
Kemala masih memperhatikan wajah pucat Edo, keputusannya sudah mantap. Dirinya sangat ingin melihat Edo bahagia. Kenyataan tentang kecelakaan Edo menyadarkan Kemala, betapa dia tidak bisa melihat Edo semenderita ini. Jadi, kalau Edo sehat nanti Kemala lebih suka membiarkan Edo mencari cinta baru yang bisa membuat hidupnya bahagia, karena Kemala tahu kebahagiaan Edo bukan bersama dirinya.
“Anakmu kepengen buah “. Kemala sekali lagi mengecup kening Edo. Kemudian berniat berjalan ke arah meja di depan sofa, tidak jauh dari ranjang Edo. Kemala akan membuka buah segar di sana.
Tetapi, entah bagaimana caranya telunjuk Edo bisa tersangkut di lengan baju Kemala. Gerak langkah Kemala terhenti. Dia memperbaiki posisi tangan Edo.
“Maaf, aku enggak tahu jari kamu bakal ke sangkut di baju aku “. Kemala sudah melepaskan jari Edo dari lengan bajunya. Kemala kembali berbalik dan hendak melangkah. Sepertinya dia memang sangat kepingin makan buah sekarang.
Tetapi, lagi-lagi. Jemari Edo membuat langkah kemala batal, jemari Edo menahan baju Kemala yang ada di atas ranjangnya.
“Sepertinya aku belum waktunya pake baju ini deh, baju ini terlalu longgar ternyata. Sampai-sampai bisa terhimpit jari kamu “. Kemala tersenyum pada jemari Edo dan dia kembali menjauhkan tangan Edo dari bajunya.
“Aku cuma mendengar saran dokter saja, kalau mau anak ini sehat, aku harus membuat dia nyaman ! Termasuk dengan pakaian, harus yang longgar biar dia enggak sesak “. Jelas Kemala pada Edo yang matanya hanya terpejam saja.
__ADS_1
“Sebentar ya, aku ambil buah dulu. Nanti aku duduk sini lagi kok !” Ucap Kemala sekarang yakin Edo bisa mendengar.
Tetapi, lagi-lagi. Gerak langkah Kemala tertahan, jemari Edo lagi-lagi berhasil bertengger di baju Kemala bagian belakang, hingga membuat Kemala kembali harus membalikkan badan.
“Aneh, kenapa jarimu selalu tersangkut di bajuku ?” Tanya Kemala bingung. “Apa aku memang harus ganti baju ini ?” Kemala memegang tangan Edo, bermaksud meletakkan kembali tangan itu ke tempat nyaman di atas ranjang.
Dan Kemala tersentak. Matanya melotot besar, Kemala menahan nafas.
“Do ?” panggil Kemala dalam keterkejutannya. “Coba, coba lagi Do !” suara Kemala sampai gugup. “Ayo, gerakkan jari kamu lagi !” Kemala sedikit histeris. “Aku mohon !”
“Ayolah Do, gerakkan lagi !” pinta Kemala memohon.
“Dengar, kalau kamu cepat sehat, kamu cepat bisa pisah sama aku !” Kemala memotivasi Edo.
“Ahhhhh “, suara Kemala tidak percaya. Edo merespon dirinya, memang ada pergerakan jemari Edo yang di rasakannya. “Aku tahu, aku bisa merasakan itu “. Kemala menggenggam tangan Edo. Air matanya jatuh mengenai tangan Edo. Kemala terlalu terharu.
__ADS_1
“Sebentar ya, aku, aku panggilkan dokter dulu “. Suara Kemala bersemangat. Tetapi Kemala merasa ada gerakan menahan dalam genggam tangan Kemala.
“Iya, iya aku tahu kamu sudah hampir sehat. Aku akan penuhi janjiku, saat kamu sudah sehat seperti sedia kala, aku dan kamu akan bercerai “. Kemala menatap mata Edo yang masih terpejam rapat.
**************
Kemala duduk diam di sofa, memperhatikan setiap gerakan-gerakan yang dilakukan dokter saat memeriksa Edo. Sang Papa mertua terlihat tidak sabaran menunggu kata-kata mutiara dari dokter yang masih saja bergerak ke sana ke mari memeriksa Edo dengan seksama.
“Bagaimana dok ?” Papa langsung bertanya saat dokter telah selesai memeriksa. “Apa iya Edo sudah sadar ?”
“Ajaib..tanda kesadarannya meningkat drastis. Sepertinya ada yang memicu organ-organ di tubuhkan agar bereaksi. Seakan-akan Edo ingin merespon sesuatu “. Dokter terlihat senang.
“Begini Pak, apapun tadi yang sedang di sampaikan pada Edo. Cobalah untuk mengulang hal yang sama, agar saraf-saraf Edo kembali merespon !” pinta dokter serius.
Benar dugaanku, dalam alam bawah sadarmu pun, kamu sangat tidak menginginkan aku. Batin Kemala sedih setelah mendengar semua penjelasan dokter yang dikuping olehnya.
Tenanglah Do..segeralah sehat. Aku akan mengurus perceraian kita ! Sekali lagi batin Kemala memberitahu kebenaran yang diyakininya. Kebenaran yang sangat diinginkan suaminya itu, setidaknya begitulah isi kepala Kemala. Berat, tetapi cinta di hati Kemala mengajarkan pada dirinya, mempertahankan Edo sama dengan menyakiti Edo. Karena sampai kapan pun Edo tidak akan pernah membuka hati pada dirinya.
__ADS_1