SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 28


__ADS_3

Satu Jam Dua puluh Tujuh Menit


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


Walaupun sangat lama, akhirnya Nia menghabiskan juga makanan yang berada di dalam piringnya. Terlihat jelas, Nia sama sekali tidak bernafsu terhadap makanan itu. Dia hanya memaksakan diri untuk mengunyah dan menelannya dengan sesekali di bantu air putih agar makanan tersebut berhasil terdorong dari kerongkongannya, walaupun sesekali Nia juga memainkan makanannya itu sebelum akhirnya tangan kanan Nia menyendoki masuk ke dalam mulutnya.


γ€€


"Sudah", tanya Aisakha yang sudah lebih dulu menyelesaikan makan siangnya.


γ€€


Nia hanya menganggukan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Aisakha.


γ€€


"Kamu suka membaca?" Tanya Aisakha sesaat kemudian.


γ€€


Dan lagi Nia hanya menjawab pertanyaan Aisakha dengan anggukan kepalanya kembali.


γ€€


"Di sudut kanan kamar istirahatku, kamu bisa menemukan berbagai macam buku bacaan. Masuklah kembali ke sana, beristirahat atau membaca buku. Kalau kamu bosan, kamu boleh ke sini. Lakukanlah apa yang membuat kamu nyaman". Usul Aisakha pada Nia.

__ADS_1


γ€€


"Bolehkan saya kembali ke laboratorium tuan?" Nia malah bertanya pada Aisakha.


γ€€


"Nia, sudah aku bilang sebelumnya. Kamu gak boleh kembali ke laboratorium untuk hari ini. Kamu masih belum tenang benar, apa yang akan kamu lakukan saat Profesor atau teman-temanmu di sana bertanya. Aku tidak mau kamu menjadi histeris seperti tadi".


γ€€


"Tapi tuan, tas saya di labor". Ujar Nia cepat.


γ€€


"Jangan kawatir, Kristo akan mengambilkannya untukmu. Sekarang kamu mau duduk di situ selagi aku bekerja, atau kembali ke kamar?" Tanya Aisakha kemudian.


γ€€


γ€€


--------------------


γ€€


Tepat satu jam dua puluh tujuh menit kemudian Kristo masuk ke ruang kerja sang majikan lengkap dengan map hijau berisi file di tangan kanannya. Dengan hati-hati Kristo menyerahkan map tersebut kepada sang majikan.


γ€€

__ADS_1


"Semua tentang nona Nia telah lengkap didalamnya tuan". Ujar Kristo.


γ€€


Aisakha memperhatikan jarum jam di pergelangan tangannya. "Tiga puluh tiga menit lebih cepat dari waktu yang kamu minta. Ternyata kamu cukup berguna, sukurlah kamu tidak mengulangi kesalahan bodohmu itu". Ujar Aisakha sambil membuka map hijau yang telah di taruh Kristo di mejanya.


γ€€


Lagi Kristo merasakan tamparan keras diwajahnya mendengar kata-kata sang majikan. Iya, Kristo memeng merasa sangat bodoh, butuh waktu bertahun-tahun hanya untuk mencari seorang wanita. Dan parahnya di tidak berhasil menyelesaikan misi pencaharian tersebut. Yang ada malah si wanita yang selama ini di cari ternyata ada di perusahaan milik sang majikan.Β Bodohnya aku.


γ€€


"Saya berjanji tuan, kejadian seperti itu tidak akan terjadi lagi. Maafkan saya tuan". Kristo benar-benar menyesal.


γ€€


"Semoga saja, tapi kalau kamu kembali membuat saya kecewa, kamu tahu bukan apa konsekuensinya!. Ujar Aisakha tegas.


γ€€


"Baik tuan, dan terima kasih tuan masih mau mengampuni saya". Kristo sangat bersyukur mendengar ucapan sang majikan.


γ€€


Kemudian Kristo lebih memilih diam sambil memperhatikan sang majikan membuka lembar demi lembar map hijau yang tadi dibawanya. Ternyata ekspresi sang majikan sama seperti Kristo saat mengumpulkan file-file yang sekarang menjadi isi map tersebut. Ada ekspresi sedih, bahagia, geram, kesal dan marah. Kristo sangat tahu kenapa dangan majikannya itu, hingga bisa sedemikian larut saat membaca informasi di dalam map tersebut, wajar saja menurutnya. Dia pun sempat merasakan berbagai rasa saat menyusun isi map tadi. Karena map hijau itu berisi semua informasi tentang Nia. Nona Syania Fira Sujoko, gadis cantikΒ  yang telah di cari majikannya selama tiga tahun ini.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2