SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
107


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


 


Sudah 2 hari Nia di boyong suaminya, Aisakha kembali ke Kota Jakarta. Kembali ke istana megah milik Aisakha untuk menjalani kehidupan rumah tangga mereka. Sesuai perjanjian Aisakha pada keluarga besar Nia, maka Nia sudah bisa di lepas keluarga besarnya setelah 2 hari dari hari pernikahan mereka.


 


Jadilah 2 hari yang lalu semua mengantar Nia. Bibi yang sudah mulai bisa berjalan tanpa alat bantu ini, meskipun agak sulit dan masih pincang. Tetapi tetap bersemangat untuk mengantarkan Nia ke bandara. Paman juga ikut serta, dengan wajah sedikit sedih Paman pun melepaskan Nia pada suaminya. Alika yang paling parah, air mata tidak henti mengalir di pipinya. Entah kenapa, Alika begitu berat melepas sepupunya itu. Mungkin karena selama 3 tahun lebih Alika dan Nia selalu bersama, kedua saudara sepupu ini sangat akrab. Hingga sekarang ada perasaan sedih di tinggalkan Nia di dalam hatinya. Pandu, suami Alika sampai harus berkali-kali memeluk Alika demi menenangkannya.


 


Tidak hanya itu, si Alex tampan kesayangan Nia pun tidak mau lepas dari gendongan Nia. Alex menarik apa saja yang bisa di raihnya pada diri Nia, demi tidak di pisahkan dari sang bunda. Hingga akhirnya Aisakha turun tangan, membujuk dengan menjanjikan akan membelikan si kecil berpipi gembul ini es krim. Barulah setelah itu, dengan mata berkaca-kaca Alex mau melepaskan Nia. Kasihan sekali Alex, meskipun masih balita, tetapi dirinya bisa merasakan arti perpisahan.


 


Kamudian, Profesor Yandi, Wulan, Resya dan Anita juga mengantarkan Nia ke bandara. Mereka semua yang telah menghabiskan waktu 3 tahun bersama Nia di dalam laboratorium ini sangat berat membiarkan Nia pergi. Tetapi, sejujurnya mereka sangat senang karena sekarang mereka tahu kalau Nia telah bersama lelaki yang paling baik untuknya, suami paling sempurna untuk Nia. Akhirnya acara berpelukan dan sedikit adegan melow drama terjadi. Sahabat-sahabat Nia ini bergantian mendoakan Nia untuk masa depannya di Jakarta. Sedangkan Resya, dia berjanji akan menyusul Nia untuk memulai aktifitas di kantor baru, di labarotarium baru Nia 2 minggu lagi. Resya senang, diriny sukses di terima di tampat baru itu.


 


Bagaimana dengan Tomi ? Sepupu Nia, adik Alika ini adalah orang paling beruntung dalam acara pelepasan Nia ke bandara. Tomi juga akan kembali ke Bandung, ke aktifitas perkuliahannya. Tetapi kali ini Tomi sangat beruntung, dia akan ke Jakarta dengan pesawat pribadi Aisakha, bersama Nia. Penerbangan terbaik yang belum pernah di rasakannya dan tentu saja, Tomi bisa merasakan tinggal di rumah Aisakha saat sampai di Jakarta. Tomi tersenyum semeringah, hatinya berbunga-bunga.

__ADS_1


 


 


*******************


 


Sementara itu, sudah 2 hari ini Kemala memutuskan kembali ke rumah orang tuanya.


 


Kesehatan Kemala kian memburuk. Badannya sudah sangat tidak terurus. Entah kenapa, sudah hampir 1 minggu ini frekuensi muntah Kemala sangat sering, hingga membuatnya tidak berdaya. Kemala sangat heran, sakit apakah yang telah menyerangnya hingga bisa menjadi selemah ini.


 


 


Dan Kemala yang tidak tahu apa-apa yang merasakan akibatnya, di tengah kondisi tubuhnya yang kurang sehat. Kemala harus menanggung semua sendiri, tanpa kasih sayang suami dan perhatian dari Mama mertua lagi.


 


Sebuah keputusan berat, tetapi mungkin ini yang terbaik. Meskipun harus membohongi orang tuanya, dengan mengatakan kalau Edo sedang mengurus proyek ke luar kota, tetapi setidaknya sekarang Kemala telah ada di rumah. Rumah yang sebenarnya, yang memiliki kehangatan dan cinta untuknya.

__ADS_1


 


 


*******************


 


Saat Kemala memutuskan kembali ke rumah orang tuanya, justru di saat itu Papa Rendra, Papanya Edo sedang menjaga Edo di sebuah Rumah Sakit di Kota Bengkulu.


 


Dua hari yang lalu, sosok lelaki yang sangat menyayangi Edo ini mendapatkan pemberitahuan kalau Edo telah mengalami kecelakaan Mobil hingga harus di rawar intensif. Sebuah kecelakaan yang menurut naluri seorang ayah adalah bukan faktor kebetulan. Tetapi sayangnya, tidak ada bukti apapun selain bukti kalau kecelakaan itu memang faktor manusia. Atau karena kelalaian si pengendara sendiri.


 


Papa menatap iba pada wajah pucat anaknya, sudah 2 minggu Edo pergi dari rumah untuk mengejar cintanya. Meskipun sang Papa sangat berat, tetapi keteguhan hati sang anak membuatnya melepaskan Edo. Siapa yang menyangka, sekarang dirinya harus menunggui anak tunggalnya yang sedang tertidur lemah dalam koma.


 


Papa menangis meratapi jalan hidup Edo, sebuah keegoisan yang berasal dari wanita yang sangat di cintainya, dari Ibu kandung Edo, telah membuat penyesalan mendalam dalam keluarga mereka. Sepenuh jiwa, sebanyak yang Papa bisa. Papa berharap Tuhan sudi memulihkan Edo lagi seperti sedia kala, Papa sangat ingin membawa Edo pulang, dirinya rindu kemanjaan anak semata wayangnya itu.


 

__ADS_1


 


__ADS_2