SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
117


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


Lancar...semua berjalan baik, meskipun tertunda berjam-jam tetapi semua sukses. Kristo bernafas lega, dirinyalah yang paling senang siang ini. Peresmian gedung baru sukses, pembukaan laboratorium juga sukses. Tarikan nafas dalam terdengar berkali-kali di hembuskan oleh Kristo.


 


Nampak jelas tadi bagaimana Aisakha begitu berwibawanya saat memberi pidato pembukaan. Kata-kata yang dikeluarkannya sangat menyemangati semua yang hadir. Aisakha memuji Nia, Nia si peneliti yang berhasil menaikkan jumlah pundi-pundi rupiah perusahaan dari hasil peneletian laboratorium di Kota Bengkulu. Siapa yang tidak tahu arti seorang Syania di dalam hidup Presdir muda ini. Semua yang hadir, beratus pasang mata itu tahu kalau wanita cantik dalam balutan blazer navy di sebelah sang Presdir itu adalah nyonya Aisakha. Tetapi, mereka juga tahu kalau nyonya Aisakha ini memang wanita berprestasi. Nia memang cerdas, jauh sebelum Aiskaha menemukannya kembali setelah 3 tahun lamanya. Nia memang telah memberikan laba mengiurkan bagi perusahaan dengan semua inovasinya yang laris manis di dunia pertanian.


 


Semua bertepuk senang, mereka kagum, mereka benar-benar di buat terpesona. Cantik, pintar, bersahaja dan Kepala Labotaroium pula.


 


Dan selesai sudah semua rutinitas yang batal pagi ini, sekali lagi Kristo tersenyum, kelegaan tergambar jelas di wajahnya.


 


"Jam berapa kamu akan masuk ke dalam ruanganku, nyonya Aisakha ?" Aisakha berbisik pelan di telinga Nia saat semua orang mulai berjalan kembali ke aktivitas mereka masing-masing. Peresmian selesai, pembukaan telah berlalu, rutinitas kembali di jalankan seperti biasa.


 


"Tuan Aisakha, aku ada rapat staf sebentar lagi ". Nia menjawab juga dengan berbisik.


 


"Nyonya Aisakha, kamu sudah berjanji !" Aisakha merubah raut wajahnya.


 


"Aku serius tuan Asiakha, aku ada rapat staf sebentar lagi. Jangan nakal ya ". Nia menyadari Kristo sedang memandangi mereka. Kristo sedang mengamati tuan dan nyonyanya itu, bicara sambil berbisik. Ada senyum lucu di wajahnya.


 


Romantis banget sih, aku jadi iri lihat tuan dan nyonya. Apa aku bisa seberuntung tuan ya ? Kristo sedang membatin.

__ADS_1


 


"Sayang, sebentar ya. Aku rapat staf dulu, plisss ". Nia mencoba merayu Aisakha.


 


"Berapa lama ?" Aisakha sedang di mode tidak senang.


 


"Satu jam, boleh ?" Nia mengerjabkan matanya, berharap mendapat jawaban iya.


 


"Tiga puluh menit !" Suara Aisakha sudah tidak berbisik lagi. "Dan kalau dalam 30 menit itu kamu tidak datang ke ruanganku, kamu ingat perjanjian kita nyonya Aisakha ? Ada penekanan di dalam suara Aisakha. Nia hanya mampu menganggukkan kepalanya, kelakuan sang suami berhasil membuat Nia sangat malu di depan para penelitinya, termasuk di depan Resya, sahabat baiknya itu yang sedang berpura-pura tidak mendengar di ujung laboratorium.


 


"Ayo Kris, kita kembali ke ruang kerja. Kamu juga cuma punya waktu 30 menit untuk membuat aku sibuk. Karena setelah itu aku akan mengunci pintu ruang kerjaku, jangan coba menganggu !" Ucap Aisakha tanpa beban, hingga membuat Nia sangat ingin menutup mulut suami tercintanya itu, sedang Krsito, dirinya hanya bisa mengeleng tidak habis pikir dengan sikap tanpa dosa sang tuan.


 


 


 


********************


 


"Kenapa kamu nggak cerita sama Mama, sayang ?" Pelayan wanita Kemala hanya bisa tertunduk saat Kemala memberi sorotan mata kesal padanya, seakan mata Kemala berkata tega kau menghianatiku.


 


Tidak punya pilihan lain, sesungguhnya itulah penyebab si Bibi yang sudah sangat lama menjadi pelayan Kemala terpaksa jujur pada sang nyonya besar, Ibu dari Kemala.


 

__ADS_1


Jelas Kemala sedang tidak baik-baik saja, tetapi Kemala terlalu keras kepala untuk di periksa oleh dokter. Tidak hanya itu, Kemala sepertinya juga sedang menutupi sesuatu dari semuanya. Bahkan dari kedua orang tuanya, padahal kalau dilihat dari gelagat Kemala, si pelayannya ini menyimpulkan Kemala justru sedang butuh perhatian ekstra. Kadang dia terlihat sangat perasa dan kadang terlihat sangat berduka. Perasaan Kemala seakan sangat sulit di kontrol. Itu yang di tafsirkan si Bibi. Lagi pula, pelayan wanita Kemala ini hanya menceritakan semuanya saat di tanya, saat sang nyonya memergoki dirinya membuatkan Kemala susu dengan rasa yougert sesuai keinginan Kemala.


 


"Ada apa Ma ?" Kemala berusaha bersikap sebiasa mungkin di depan sang Mama.


 


"Kamu sakitkan ? Dan kenapa diam saja ?" Mama sedang berusaha menilai wajah Kemala.


 


"Hahahaha...", tawa pelan dan di buat-buat. "Siapa bilang aku sakit Ma ? Aku baik-baik saja kok ". Kemala masih berbohong.


 


"Oyaaa ?" Mama mengambil tangan kanan Kemala dan meletakkannya di atas pangkuannya. "Jangan bohong sayang ". Mama mengusap-usap punggung tangan Kemala. "Mama ini Mama kamu nak, Mama tahu semua. Mama tidak perlu orang lain untuk mengenali anak Mama sendiri ". Mama masih mengusap pungung tangan Kemala.


"Tunggu saat kamu menjadi Ibu nanti. Kamu akan membuktikan semua perkataan Mama ini. Sembilan kamu mengandung anakmu, membesarkannya dengan kasih sayang. Kamu pasti mengerti Nak ".


 


Glekkkkk.....


Mendadak Kemala kesulitan menelan ludahnya sendiri. Hatinya ingin menjerit, ada perasaan sedih begitu dalam di sana.


 


Anak ? Bisakah Ma, apa mungkin ? Aku, seorang isteri yang di tinggalkan suaminya untuk sebuah masa lalu menjadi Ibu ? Aku, anak Mama ini, yang sekarang mulai dilupakan Ibu mertuaku entah karena apa ? Apa bisa aku seistimewa itu Ma, menjadi Ibu ?


 


Mata Kemala berkaca-kaca. Dirinya ingin menangis, sedih dan sakit. Semua bercampur sempurna di dalam mata yang cekung itu.


 


 

__ADS_1


__ADS_2