
Klarifikasi
πππππ
γ
γ
"Boleh aku bertanya?" Bowo sudah berada di belakang Nia saat mereka tengah meracik beberapa larutan di laboratorium.
γ
"Kamu ini ngangetin aku aja". Nia terlonjak kaget mendengar suara Bowo yang ternyata sudah berada di belakang pungungnya.
γ
"Maaf, hehehehe". Bowo cengegesan.
γ
"Ada apa Wo? Kok serius amat?" Nia meletakkan gelas larutan yang tengah dipegangnya ke atas meja.
γ
"Bolehkan?" Bowo meminta kepastian pada Nia terlebih dahulu.
γ
"Hahaha, kamu kenapa sih? Kok serius banget?" Perasaan Nia mulai tidak enak. Nia yakin sikap Bowo ini pasti ada hubungannya dengan pertanyaan Bowo pada Nia tadi di ruang kerja.
γ
Pasti Bowo masih penasaran? Gimana yah baiknya? Apa aku cerita saja, tapi kalau jujur nanti gimana pendapat teman-teman semua. Ahh, boong aja kali ya? Tapi kalau Bowo kan perasaannya sangat peka.
γ
"Aku penasaran". Ujar Bowo seakan bisa membaca isi pikiran Nia.
γ
"Boleh, tapi boleh nanti? Sekarang kita fokus kerja dulu. Aku segan sama Profesor kalau di jam kerja". Nia mencoba mencari celah untuk mengalihkan Bowo dari rasa penasarannya.
γ
__ADS_1
"Siip, nanti pulang kantor kita bicara ya, kamu harus klarifikasi beberapa hal sama aku". Bowo menatap Nia dengan serius.
γ
"I..iya". Nia tergagap mendapati sikap Bowo padanya.
γ
Cepat Nia kembali dengan aktifitasnya, seakan-akan dia tengah sangat sibuk luar biasa. Dia sengaja melakukan semua itu untuk membuat Bowo segera menjauh darinya. Setidaknya masih ada beberapa jam kedepan bagi Nia untuk menghindar dari berbagai pertanyaan Bowo.
γ
Nia kembali fokus pada kegiatannya, sesekali dia meninggalkan tabung larutan dan mengarah ke white board sibuk dengan berbagai tulisan rumus dan angka.
γ
"Nia". Profesor Yandi telah berada di depan pintu laboratorium, memanggil Nia. Tetapi yang di panggil malah diam saja.
γ
Ini anak seperti biasa, kalau sudah sibuk dengan berbagai tulisannya pasti dia lupa dengan lingkungan sekitar. Profesor Yandi.
γ
γ
"Iya, iya, kenapa Wulan? Kenapa teriak-teriak, kamu pikir aku budeg apah". Nia sibuk memarahi Wulan.
γ
"Budeg sih enggak, tapi gak dengar". Jawab Wulan sewot. "Ituloh Profesor sudah ribuan kali manggil kamu". Wulan sengaja mendramatisir ceritanya sambil menunjuk ke arah Profesor Yandi.
γ
"Eh, begitu ya". Jawab Nia sambil berjalan ke arah pintu, menghampiri Profesor.
γ
"Profesor panggil saya?" Tanya Nia setelah berdiri di depan Profesor.
γ
"Keruangan saya sebentar". Ujar Profesor singkat.
__ADS_1
γ
Nia menganggukan kepala dan meninggalkan jas labornya. Semua rekan kerja Nia memperhatikan kepergiannya meninggalkan laboratorium, mengekori Profesor menuju ruang kerjanya.
γ
"Kenapa tuh?" Tanya Resya pada Wulan, Bowo dan Anita.
γ
"Tau", jawab Wulan singkat sambil mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh.
γ
Mereka saling beradu pandang, mencoba mencari tahu satu sama lain apa yang terjadi dengan Nia. Kenapa mendadak Profesor memanggil Nia keruang kerjanya, tidak seperti Profesor yang biasanya. Selama ini Profesor selalu terbuka pada mereka, apa pun itu selalu di bicarakan bersama di depan mereka, tidak sembunyi-sembunyi seperti saat ini.
γ
Rasanya aneh sekali sikap Profesor saat ini.
γ
********************
γ
Hai...Hallo..Hallo para readers semua, terima kasih banyak atas kesetiaan para readers kepada Novel author ini, terima kasih banyak atas support luar biasa readers dalam bentuk LIKE, COMEN, COIN dan POIN. Jujur, ada rasa bangga bagi author atas LIKE yang setiap hari selalu bertambah, COMEN yang selalu memberi semangat, pendapat dan pertanyaan-pertanyaan penasaran tentang novel author ini. Kemudian POIN dan COIN yang dengan tulus readers berikan.
γ
Semangat author luar biasa bertambah, rasanya haru biru mendapat berbagai support dari readers semua. Support readers ini adalah pembuktian bawah novel author layak bersaing di antara novel-novel lain. Apa pun jenis support readers pada author, semua luar biasa, terima kasih.
γ
Semoga readers selalu sehat dan jangan lupa berbahagiaπ
γ
γ
γ
γ
__ADS_1