
Ancaman
🌈🌈🌈🌈🌈
 
Oooo, jadi kamu sedang dekat dengan seseorang? Siapa dia? Heh, jangan harap lelaki itu bisa memilikimu. Apapun caranya, kamu hanya akan menjadi milikku, wanitaku, hanya aku. Bagas terlihat sangat kesal, dengan tangan yang di kepal dia berlalu dari depan pintu laboratorium kembali ke gedung sebelah tempat ruang kerjanya berada.
 
Sepanjang jalan, Bagas sibuk menyusun rencana. Mulai dari rencana baik, dengan usaha meluluhkan hati Nia, dengan membuat Nia menyadari betapa tulus cintanya dan berharap Nia membalas cintanya sepenuh jiwa, sama seperti dirinya selam ini. Sampai pada rencana jahat, memaksa Nia agar tunduk pada dirinya, tidak perlu Nia menerimanya. Yang penting Bagas bisa memiliki Nia seutuhnya. Pun Bagas tidak akan bisa memiliki hati Nia, tidak masalah. Yang penting raga Nia hanya dialah sebagai penguasa tunggal, selamanya.
 
Semua telah dipikirkannya dengan sebaik mungkin. Belum ada cincin yang melingkar di jari manisnya, belum ada akad suci, berarti peluangku masih ada. Siapapun laki-laki itu, jangan harap bisa memilikimu. Walaupun kau tolak, aku tidak akan segan-segan untuk memaksa, sampai kau sendiri yang menyerah dan bersedia menerimaku. Aku tidak perlu kau cintai, biarkan aku yang melimpahkan kau cinta di hati ini, yang penting kau hanya jadi milikku. Janji Bagas dalam hati kecilnya.
__ADS_1
 
Di awal, Bagas sengaja kembali ke laboratorium setelah dia melihat kalau Profesor Yandi telah keluar dan kembali keruangannya. Maksud hati, Bagas ingin mengajak Nia makan siang, kalau di tolak? Dia akan mengajukan ajakan makan malam, intinya dia ingin kembali memulai starategi untuk mendekati Nia, begitulah niat awalnya. Tetapi siapa yang menyangka, belum lagi di mengetuk pintu laboratorium, Bagas malah mendengar dengan jelas kalau rekan seprofesi Nia tengah memaksa Nia menceritakan identitas lelaki yang tengah dekat dengan Nia saat ini.
 
Marah, rasanya kekesalan Bagas sampai pada titik tertinggi dalam level hidupnya. Jangan di tanya bagaimana usaha Bagas menahan diri agar tidak masuk ke dalam laboratorium untuk menyeret Nia. Untuk menjauhkan Nia dari lelaki jenis apapun di dunia ini. Mendadak Bagas merasa dialah lelaki paling sempurna untuk Nia. Paling pas yang telah ditakdirkan Tuhan untuk Nia.
 
 
Bagas berusaha mempengaruhi pola pikir atasannya, dengan alasan pasar sekarang sedang menyorot keberhasilan perusahan mereka. Maka, mereka harus terus memanfaatkan peluang tersebut, "jangan sampai kita kehilangan kepercayaan pasar Pak, mumpung mereka masih berdecak kagum dengan kesuksesan inovasi terdahulu. Kita keluarkan produk baru lagi, semua pasti percaya kualitas yang sekarang melebihi sebelumnya". Rayu Bagas pada Kepala Divisi Promosi.
 
__ADS_1
Dan benar saja, rayuan Bagas berjalan sempurna. Setelah berkoordinasi dengan penguasa tunggal pemilik perusahaan, Bagas pun mendapat kepercayaan untuk memimpin projek terbaru dari lembaga penelitian. Bagas mendapat tugas untuk mempelajari respon pasar untuk produk baru Sunjaya Company di bidang pertanian.
 
Usaha berbuah manis, Bagas merasa senang. Cita-cita untuk kembali mendekati Nia terbuka lebar, hingga akhirnya pernyataan Nia yang jelas-jelas terdengar oleh telinganya tadi sukses menghancurkan impian indahnya menjadi pemilik hati Nia, menjadi kekasih Nia.
 
Kita lihat saja, siapa yang berani memilikimu, berarti dia sudah siap untuk berurusan denganku. Ancam Bagas dengan sepenuh jiwa
 
 
 
__ADS_1