SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
Episode 144


__ADS_3

Bersama Sahabat


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


γ€€


Waktu berlalu sangat lambat bagi Kristo, dirinya mulai gerah melihat sang tuan yang sangat asyik memandangi Nia. Sementara yang di pandangi tidak menyadari sedikitpun, tidak merasa ada yang aneh pada lingkungan sekitarnya sedikitpun. Andai saja saat ini pekerjaan mendesak tidak banyak menanti keputusan sang tuan, mungkin Kristo dengan senang hati akan membiarkan 2 insan berlainan jenis itu saling menikmati suasana hati mereka saat ini. Namun karena sekarang bukan waktu yang tepat untuk hal tersebut, maka Kristo berusaha menyudahi adegan aneh sang tuan yang sedang kasmaran.


γ€€


"Nona". Kristo berusaha mengembalikan Nia ke dunia nyata supaya wanita cantik ini tahu kalau Aisakha telah berada di dekatnya.


γ€€


Nia berbalik, mencari sumber suara yang menganggunya.


γ€€


"Loh Mas, sejak kapan di situ ?" Tanya Nia tanpa dosa, jelas dia terkejut mendapatkan Aisakha telah berdiri di dekatnya.


γ€€


Sejak berjam-jam yang lalu nona. Ohhh, nona saya mohon kasihanilah saya. Pekerjaan menumpuk dan seharusnya 3 hari lagi tuan sudah harus kembali di kantor pusat,Β Kristo mengeleng tidak berdaya.


γ€€


"Baru saja". Aisakha tersenyum pada Nia.


γ€€


"Maaf, aku benar-benar gak tahu Mas datang". Nia menutup spidolnya dan mendekat ke arah Aisakha.


γ€€


"Sudah hampir jam makan siang, aku sengaja datang untuk menjemputmu". Aisakha masih tersenyum pada Nia.


γ€€


Nia teringat ajakan teman-temannya saat di ruangan agar siang ini mereka keluar makan siang bersama.Β Kalau aku bilang mau makan bareng mereka apa gak papah yah?Β Nia memandangi Wulan, Resya, Anita dan Bowo.


γ€€


"Kenapa ?" Aisakha heran mendapati Nia hanya diam saja.


γ€€


"Mas". Nia sedikit ragu, di sibuk memukul-mukul spidol yang di pegangnya ke tangan kiri. "Itu Mas, tadi teman-teman ajak aku makan bareng mereka. Kata mereka kangen sama aku".


γ€€


"Lantas ?" Aisakha mengangkat dagu Nia agar mata cokelat itu menatap kearahnya. "Kamu mau pergi bareng mereka?"


γ€€


"Kalau Mas izinkan". Jawab Nia pelan.


γ€€


"Kamu sendiri mau apa enggak ?"


γ€€


"Aku ragu". Jawab Nia jujur.


γ€€


"Ragu kenapa ?"


γ€€


"Nanti kalau aku pergi sama mereka, Mas makan siangnya sama siapa ?"


γ€€


"Hahaha". Aisakha tertawa pelan. "Kalau begitu bawa aku juga !"


γ€€


"Se-serius ?" Nia terlihat tidak percaya.

__ADS_1


γ€€


"Iya seriuslah. Aku ingin kenal sahabat-sahabatmu ". Aisakha merapikan rambut Nia kebelakang telinganya.


γ€€


Nia tersenyum senang, wajahnya berubah ceria. Hanya kalimat sederhana yang di ucapkan Aisakha barusan padanya sudah membuat Nia bahagia.Β Mas mau kenal sama sahabat-sahabatku. Senangnya.


γ€€


Tetapi rasa senang itu hanya milik Nia semata. Cobalah tanya pada Wulan, Resya, Anita dan Bowo. Mendadak mereka menjadi tidak bersemangat. Makan siang bersama Presdir yang tampannya menyamai dewa kalau menurut pendapat Wulan, merupakan sesuatu yang sangat membanggakan bagi pegawai rendahan seperti mereka. Tapi untuk situasi saat ini tentu mereka tahu benar apa alasan mereka mengajak Nia makan siang bersama tadi. Yang tidak lain ingin mengorek sepuasnya informasi tentang kisah cinta sahabat mereka itu dengan sang Presdir. Lantas, kalau orang yang mau mereka gosipkan itu ada di depan mereka, bagaimana caranya coba bisa bebas bertanya ini itu kepada Nia.


γ€€


"Nanti aku bilangin sama mereka ya Mas". Mata nia berbinar cerah menatap Aisakha.


γ€€


"Ya udah, kamu lanjut lagi sana. Mas juga mau balik ke ruangan, nanti kalau udah mau berangkat kabari Mas ya. Biar Mas jemput kamu ke sini". Aisakha membelai pipi kanan Nia dengan ibu jarinya.


γ€€


Wulan, Resya dan Anita spontan menutup mulut mereka dengan tangan sebagai wujud ekspresi tidak percaya dengan adegan yang mereka tonton barusan. "So sweet banget. Aku jadi iri deh". Anita berguman pelan.


γ€€


Dan Bowo, dia sempat tersenyum sesaat tadi saat melihat senyum cerah di wajah Nia. Tetapi cepat di singkirkannya senyumnya itu dan beralih ke sikap biasa-biasa saja begitu melihat bagaimana bebasnya jemari Aisakha menyentuh pipi Nia.


γ€€


Kemudian, setalah memastikan Aisakha telah hilang dari jangkauan matanya, Nia kembali menghadap ke arah papan tulis kesayangannya. Sepertinya Nia berniat menyelesaikan sisa pekerjaannya sebelum jam makan siang tiba.


γ€€


Wulan menyikut Resya, dua sahabat Nia ini mendadak ngemes dengan sikap Nia. Jelas mereka sedang di landa rasa penasaran yang sudah menumpuk di ubun-ubun masing-masing tentang kedatangan mendadak sang Presdir ke laboratorium, eh..Nia malah mengabaikan mereka dan memilih lanjut bekerja.


γ€€


"Kamu tuh ". Resya merebut spidol dari tangan Nia. "Ihhh, aku mendadak jadi ngemes lihat kamu Nia".


γ€€


"Resya...aku apaan coba. Siniin spidol aku, ini nanggung loh". Tunjuk Nia pada papan tulis yang berada di depannya.


γ€€


γ€€


"Kalian kenapa sih ?" Nia tidak mengerti perubahan sikap sahabat-sahabatnya itu.


γ€€


"Kamu itu yang kenapa ?" Wulan mulai kesal. "Tadi itu ngapain Presdir datang kesini ?" Wulan memulai introgasinya.


γ€€


"Oooo, mau ajak aku makan siang". Jawab Nia santai.


γ€€


"Enggak bisa gitug dong Nia, kamukan mau makan siang bareng kita. Kan kita mau cerita-cerita ". Resya terlihat tidak percaya dengan jawaban Nia barusan.


γ€€


"Iya nih Nia, kamu tuh". Anita memasang wajah cemberut.


γ€€


"Sudah-sudah, kalian ini". Bowo mencoba memisahkan Nia dari 3 sahabat wanitanya itu. "Kasih kesempatan Nia cerita dulu sampai selesai. Baru protes !"


γ€€


Senengnya punya sahabat sepeka Bowo. Makasih ya Wo. Nia.


γ€€


"Penjelasan apa coba Wo, orang Nia yang bilang kalau Presdir datang mau jemput dia kok"Β  Anita masih cemberut.


γ€€


"Jelek amat kamu Nit, entar lama loh lakunya kalau cemberut kayak gituh ". Nia berusaha menahan tawanya.

__ADS_1


γ€€


"Ngeledek lagi, aku pitak loh kamu ". Anita mendadak kesal.


γ€€


"Nit, kok sensi amat sih". Bowo terlihat tidak senang dengan gaya bicara Anita. Padahal Anita cuma bercanda loh, niatnya mau membalas ledekan Nia padanya barusan. Tapi Bowo sudah naik tensi aja.


γ€€


"Kamu tuh yang sensi Wo. Aneh deh..aku tuh cuma ngebalas candaan Nia ajah kok". Anita tidak terima dengan sikap Bowo. "Kamu aneh deh Wo, ada apa sama kamu ?"


γ€€


"Loh, kok jadi tanding gomong dengan nada tinggi sih ?" Nia malah di buat bingung dengan sikap Bowo dan Anita yang berakhir saling tuduh.


γ€€


"Udah ya...", Nia menatap Bowo dan Anita bergantian.


γ€€


"Wo..tadi itu cuma candaan Anita aja kok. Seperti biasa Wo ". Bowo hanya diam mendengar penjelasan Nia.


γ€€


"Jadi teman-teman, aku tetap makan siang bareng ma kalian kok. Presdir ngizinin tadi". Wulan, Resya dan Anita tertawa senang. "Malah kata Presdir, dia mau ikut juga bareng kita. Dia mau kenal sama kalian semua, sahabat-sahabat terbaik aku". Sekarang tawa senang Wulan, Resya dan Anita langsung menghilang, mendadak mereka menjadi lemas.


γ€€


"Serius Nia ?" Wulan memegang tangan Nia.


γ€€


"Hu-uh". Angguk Nia pelan.


γ€€


"Yahhhhhh kalau itu mana seruuuuuu". Anita protes.


γ€€


"Sama juga boong dong". Resya terduduk lemas.


γ€€


"Batal deh rencana mau wawancarai kisah cinta kamu sama Presdir ". Wulan melepas gengaman tangannya pada Nia.


γ€€


Nia hanya tertawa melihat perubahan suasana hati sahabat-sahabatnya itu yang sangat dramatis. Hingga akhirnya Nia memilih mengacuhkan Wulan, Resya dan Anita yang sudah terlihat kehabisan tenaga, duduk terdiam di kursi masing-masing, dan Nia melanjutkan kegiatannya berdiri di depan papan tulis kesayangannnya.


γ€€


Bagaimana dengan Bowo ?


γ€€


Bowo sudah kembali ke kursi awal dia bekerja, terlihat memandangi Nia yang telah kembali lagi ke dunia rumus dan angkanya. Kamu cantik dik, Bowo tersenyum memandang Nia.Β Aku sayang sama kamu.....


γ€€


γ€€


*************


γ€€


Hai..hallo kaka-kaka readers yang budiman.


Alhamdulilah, segala puji bagi Allah karena kita bisa menikmati ramadhan tahun ini. Ya, walaupun di tengah suasana berbeda. Tetapi Allah masih memanjangkan umur kita hingga penghujung ramadhan.


γ€€


Berhubung besok kita udah lebaran, jadi author mau ucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H bagi kaka-kaka readers semua dimanapun berada, mohon maaf lahir dan bathin ya kak untuk semua salah author. Semoga kita selalu sehat dan dalam lindungan Allah. Aamiin..


γ€€


Selamat membaca kaka dan jangan lupa berbahagiaπŸ™


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2