
Ceritakan Yang Sejujurnya
πππππ
γ
Baru saja berusaha menyakinkan diri bahwa semua ini nyata, ehh malah langsung di tinggal. Sepertinya aku kemaren hidup di negeri dongeng deh. Apa yang harus aku lakukan untuk bisa menyakinkan diri? Dan apa jaminan tiga hari ke depan semua akan baik-baik saja? Nia.
γ
"Percayalah padaku, hanya tiga hari saja. Malah aku berusaha sebisa mungkin tidak sampai tiga hari, apa kamu pikir aku bisa lebih lama? Sementara di sini ada wanita cantik yang sedang berusaha memberikan aku kepercayaannya
Mana mungkin aku membuang kesempatan untuk memiliki wanita itu, setelah tiga tahun aku mencarinya". Ucap Aisakha seakan tahu isi hati Nia saat ini.
γ
Nia hanya diam, tetapi wajahnya tiba-tiba memerah. Dia menjadi malu sendiri dengan penuturan Aisakha barusan. Andai saja Nia punya sedikit keberanian, ingin sekali rasanya dia memeluk Aisakha dan memintanya untuk tidak pergi. Membayangkan hal tersebut, wajah Nia kembali merona.
γ
"Kamu sangat cantik, aku benar-benar jatuh cinta padamu Syania". Ucap Aisakha sambil mengecup punggung tangan kanan Nia.
γ
__ADS_1
"Tu, tuan", ujar Nia semakin malu dengan perlakuan Aisakha padanya.
γ
"Nia, aku baru saja membiarkan dan mencoba menerima sikapmu tadi. Masa iya sekarang seperti ini lagi". Aisakha sedikit kesal mendapati Nia masih bertahan menggunakan bahasa formal padanya.
γ
"Maafkan saya tuan", Nia kembali di buat binggung.
γ
Baik, ngambek, baik lagi, sekarang kesal. Aku salah apa Tuhan?Β Nia.
γ
γ
Nia hanya menganggukan kepalanya, saat ini dia sedang berusaha mengartikan apa sebenarnya isi perasaannya. Saat Aisakha akan melepas tangan Nia, Nia nekad mempertahankannya. Mata indahnya berkaca-kaca, dia sadar ada rasa berat untuk berjauhan dari lelaki yang pernah membuat dia merasa sangat tenang, terlindungi dan disayangi di masa tiga tahun yang lalu.
γ
Perjumpaan sesaat tetapi sempat membuat dia merasa mengalami de javu, dan sekarang Nia menyadari. Walaupun setelah tiga tahun lamanya dan mereka bertemu lagi walaupu hanya sekali, tetapi tidak bisa di bohongi, hati kecil Nia menyimpan cinta pada Aisakha. Entah sejak kapan, tetapi dia telah memberi hatinya pada Aisakha. Tetapi pengalaman pahit di masa lalu tidak semudah itu berlalu dari hatinya. Nia masih ingat bagaimana rasanya terhina. Tampilan luar Nia sukses membuat orang, siapapun itu percaya bahwa dia baik-baik saja. Tetapi di dalam, jangan di tanya berapa banyak Nia berusaha membuat dirinya melupakan kenangan pahit dulu.
__ADS_1
γ
"Janji nggak akan lebih dari tiga hari, janji selama itu tetap mencintaiku, janji saat kembali ke sini perasaanmu gak akan berubah padaku, berjanjilah padaku, aku mohon". Permohonan Nia pada Aisakha.
γ
"Ikutlah bersamaku, ayo kita terbang ke Jakarta". Ucap Aisakha setelah mendengar penuturan Nia barusan. Kata-kata Nia membuat Aisakha merasa tidak sanggup berpisah dari Nia, Aisakha tidak pernah menyangka Nia akan mengajukan permintaan sedemikian rupa padanya. Hatinya tersentuh, ada rasa bahagia, haru, sekaligus takut. Takut membuat Nia bersedih.
γ
"Maafkan aku, aku belum bisa untuk ikut bersamamu. Biarlah aku menunggumu di sini, kembalilah padaku jangan sakiti aku". Kembali Nia bermohon pada Aisakha.
γ
"Ya Tuhan". Aisakha merasa frustasi sendiri. Tadinya mendapati Nia bersikap formal padanya, dia merasa kesal kemudian, itu bisa dijadikan alasan baginya untuk siap berpisah sesaat dari Nia. Tetapi sekarang, mendapati Nia bermohon padanya. Rasanya Aisakha ingin membagi dirinya menjadi dua. Satu berangkat dan menjalankan tugas sebagai pemilik Sunjaya Company dan satu lagi tetap di sini, bersama Nia, menjaga Nia. Melimpahkan Nia dengan cintanya agar Nia yakin untuk segera membalas cintanya.
γ
Aisakha menarik Nia dan membawa Nia ke dalam pelukanya, "percaya padaku sayang, aku akan segera kembali. Tiga hari kemudian aku pasti sudah berada di depanmu lagi tanpa kamu duga. Dan saat itu, aku minta padamu berilah kesempatan pada ku untuk memiliki kamu. Sambulatlah rasa cintaku sayang".
γ
Mata indah yang tadi berkaca-kaca, perlahan mulai membentuk gumpalan butir-butir kristal kecil. Hingga akhirnya satu pesatu jatuh dari sudut mata indah itu. Aisakha merasa ada butir hangat yang sedang membasahi kemeja biru yang dipakainya. Rasanya Aisakha sangat tidak kuasa meninggalkan Nia.
__ADS_1
γ
γ