
πππππ
γ
γ
"Pulanglah !" Suara Papa Rendra, Papanya Edo membujuk di telepon.
γ
"Tidak Pa, aku masih belum bisa mendapatkan hati Nia ". Tolak Edo tegas.
γ
"Sudah Do, jangan memaksakan diri ! Nia sudah menikah. Nia sudah milik suaminya ". Papa mencoba menesehati anak semata wayangnya. Papa sudah tahu kebenaran tentang perjuangan cinta Nia, betapa terkejut lelaki paruh baya ini. Sungguh di luar akal pikirannya kalau Nia bisa di persunting seorang Aisakha. Aisakha yang segala-galanya sangat jauh dari dari jangkauan keluarganya, sangat jauh dari apa bila di bandingkan dengan seorang Edo anak kandungnya.
γ
"Pa, aku merasa masih ada kesempatan. Nia belum bertemu denganku, kalau, kalau kami bertemu Nia pasti bisa merasakan besarnya cintaku padanya ". Edo mulai memelas.
γ
"Dan kamu sama saja melawan seorang Aisakha ". Papa terdengar tidak setuju. "Jangan pernah berpikir sejauh itu Do ! Papa tidak mengizinkanmu !"
γ
"Hanya itu cara untuk membuat Nia tahu kalau aku masih mencintainya Pa, aku mohon mengertilah perasaanku ini. Aku sangat menderita tanpa Nia. Pa, yaaa ". Edo semakin memelas iba.
γ
"Tidak Do, Aisakha bukan orang biasa ! Mendatangi Nia sama dengan menantangnya !" Ada tarikan nafas dalam di ujung telepon. "Papa sangat berharap kamu bisa bersama Nia, nak. Papa sedari dulu meminta kamu mengejar Nia kembali. Karena memang tidak ada yang sangat pantas menjadi isterimu selain Nia. Tapi, itu dulu Do. Saat Nia belum dinikahi siapapun, saat kamu masih punya kesempatan ! Sekarang tidak Do, urungkanlah niatmu !"
γ
__ADS_1
"Kenapa Papa sekejam itu padaku ? Aku hanya mau Nia, Nia seorang ". Edo sangat keras kepala.
γ
"Karena anak Papa hanya kamu. Papa tidak mau suatu hari nanti kamu pulang ke rumah ini di antar dalam peti mati ". Suara Papa sangat pelan. Ada rasa ketakutan mendalam.
γ
"Lupakanlah Nia, kembalilah ke rumah !" Papa masih bersabar membujuk Edo.
γ
"Sekali lagi Pa, aku mohon ! Sekali ini lagi. Aku harus bertemu 4 mata sama Nia. Aku harus bicara sama Nia, Pa ". Suara Edo bermohon di ujung telepon.
γ
Dan sang Papapun sekali lagi menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. "Baiklah, sekali ini saja Do. Setelah ini pulanglah apapun hasilnya ! Papa menunggumu ", akhirnya dengan berat hati sang Papa menyerah. Aneka kata mutiara sebagai usaha menasehati sang anak sudah di coba, berkeraspun sudah diusahakan. Tetapi, Edo tetap kekeh dengan kenyakinannya. Jadilah, meskipun sangat takut dan ragu, tetapi pilihan Edo tetap dituruti oleh sang Papa.
γ
γ
γ
γ
*******************
γ
Kemala sedang memeluk erat lututnya di atas ranjang besar, sudah berhari-hari ini tampilan dirinya semakin kurus dan kacau. Wajahnya terlalu tirus dengan cekungan di mata. Jelas Kemala sedang tidak baik-baik saja.
γ
__ADS_1
Semenjak di tinggal Edo begitu saja, Kemala hanya bisa meratapi diri. Sendiri menjadi penghuni kamar sang suami dan tidak di cintai. Beberapa kali Kemala masuk ke Butik kondangnya, berusaha berkerja seperti biasa. Tetapi entah kenapa, belakangan ini tubuhnya serasa tidak bersahabat lagi. Bukan sekali atau 2 kali Kemala mendapati dirinya merasa seperti sedang kurang sehat. Tubuhnya terlalu sering menjadi lelah tanpa sebab, kadang dia muntah di saat-saat yang tidak terduga, atau pernah juga Kemala menderita sakit kepala yang membuatnya hanya bisa mendekam lama di atas sofa ruang kerjanya.
γ
Sungguh hari yang melelahkan, hati dan fisiknya belakangan ini sangat lelah. Kadang Kemala sangat perasa, berharap sebuah belaian dan di manja. Kadang dirinya malah hanya bisa menangis pilu untuk masa depan yang sepertinya sudah runtuh di dalam dunianya.
γ
Kapan kamu akan kembali Do ?
Kapan kamu akan menganggap aku ada?
Kenapa kamu malah melupakan aku, isterimu dan pergi mengejar masa lalumu ?
Kenapa harus seperti ini ?
Apakah cintaku tidak sebaik dirinya ?
Aku sangat mencintaimu, aku sangat mencintaimu suamiku
Tetapi kamu malah memilih masa lalumu, bukan aku.
γ
Batin Kemala sangat menderita, dia ingin menjerit dan memaki wanita yang memiliki seluruh cinta suaminya. Sosok wanita yang sebenarnya tidak bisa disalahkan oleh Kemala begitu saja. Jelas semua ini terjadi karena ulah Mama mertuanya. Wanita yang merupakan Ibu kandung suaminya itu ternyata berhati kejam, hingga tega membuat 2 orang wanita, dirinya dan wanita di masa lalu Edo hidup tersakiti bukan di cintai. Sosok masa lalu Edo, dengan teganya telah di campakan oleh Mama mertuanya. Dan sekarang, dirinya sendiri dilupakan begitu saja oleh Edo, suaminya. Akibat ambis akan kekayaan, kedudukan dan status sosial dengan teganya menjanjikan Kemala pernikahan yang indah. Meminta Kemala menjadi menantu keluarga Wijaya, persis seperti impian Kemala. Hidup berbahagia dalam cinta sucinya pada Edo.
γ
Tetapi lihat sekarang realita yang ada. Di lupakan begitu saja oleh suami sah dan parahnya malah di tinggal untuk mengejar masa lalu sang suami, cinta sebenarnya di hati suami sendiri.
γ
Kemala mempererat pelukannya pada lututnya, mengubur dalam wajahnya di sana. Kemala berusaha membuatΒ suara isak tangisnya tidak terdengar oleh siapapun. Kemala hanya ingin berduka seorang diri.
__ADS_1
γ
γ