SENJA BARU UNTUK SYANIA

SENJA BARU UNTUK SYANIA
45


__ADS_3

🌈🌈🌈🌈🌈


 


"Aku akan menerima semuanya Do, jikalau kamu memang mau membatalkan pernikahan ini, aku akan menerimanya ". Suara Kemala sangat pelan. "Aku letih Do, nyaris 3 tahun aku hidup dalam cintaku padamu. Tapi kamu ? Aku gak pernah tahu dimana cintamu, yang aku tahu hanyalah kamu memang tidak pernah berencana membuka hati untukku ". Ada gerakan mengelang saat Kemala mengungkapkan apa yang di rasakannya saat ini.


 


"Apa salah aku Do ? Apa aku pernah menyakitmu ?" Tanya Kemala lirih. "Aku berusaha keras membuatmu melihat keberadaanku, tapi kamu ? Kamu selalu menghindar. Jangankan untuk belajar mencintaiku, berusaha bersikap baik pun kepadaku kamu gak mau ".


 


"Kalau saat ini saja,  saat kita belum terikat dalam ikatan pernikahan kamu tidak pernah menganggap aku. Apa lagi nanti saat aku menjadi isterimu. Apa kamu bisa sedikit saja melihat kalau aku ini ada, aku ini nyata ? Apa otakmu itu bisa berpikir kalau aku ini manusia, mahluk hidup, bukan sepotong kayu yang bisa kamu cuekin seenakmu saja ?" Kemala menarik nafas dalam, lalu memilih diam, memberi kesempatan pada Edo untuk berbicara. Kemala melihat Edo hanya bertahan di meja kerjanya sambil sesekali mengacak-acak kesal rambutnya sendiri. Sepertinya Edo tidak mau menjawab semua pernyataan yang keluar dari relung hatinya terdalam.


 


"Apa semua ini berhubungan dengan masa lalumu ? Apa ini karena seorang wanita Do ? Karena kamu masih mencintai wanita di masa lalumu ?" Dan pertanyaan Kemala ini mendapat reaksi tidak senang dari Edo. Rahangnya mengeras, Edo marah.


 


"Kalau kamu memang masih mengharapkannya, kenapa kamu menerima perjodohan kita ?" Tanya Kemala putus asa.


 


"Cukup !" Edo berdiri dari kursi kerjanya, berjalan ke pojok ruang kerjanya membelakangi Kemala. Tanpa Kemala tahu, tangan kanan Edo terkepal kuat. "Jangan sebut dia lagi !"


Jangan pernah menyebut wanita sialan itu lagi.


 


"Baik, aku tidak akan menyebut dia lagi. Tapi bagaimana dengan hatimu ? Apa hatimu tidak pernah menyebut dia lagi ?" Tangan Kemala terangkat ke atas saat bertanya kesal pada Edo. Akhirnya hal yang ditakutkan Kemala terungkap sudah. Ternyata hati Edo sudah berpunya, bahkan sejak dulu lagi, Edo sudah membiarkan sosok wanita yang tidak pernah di kenal Kemala menjadi satu-satunya labuhan cinta seorang Yuedo.


 


"Cukup !" Sekarang suara Edo meninggi. "Aku bilang cukup. Kamu dengar ? Cukup ! Masa laluku bukan urusanmu, ingat itu !" Sebuah peringatan di layangkan Edo pada Kemala.


 


"Jadi dia penyebab aku tidak pernah bisa merasakan cinta darimu ? Dia sudah memiliki hatimu dari dulu sekali hingga detik ini. Semua karena kamu sangat mencintainyakan, iyakan ?" Desak Kemala penuh kesedihan.


 

__ADS_1


"Bisa tutup mulutmu itu ! Jangan bicara sesuatu yang kamu tidak tahu !" Ada nada ancaman di suara Edo barusan. "Aku tidak mencintainya ".


 


"Jangan pernah membicarakannya lagi ! Ingat itu baik-baik !" Edo masih saja berdiri membelakangi Kemala.


 


"Lantas, bagaimana dengan aku ? Aku mencintaimu Do, tolong lihat aku ! Aku sangat mencintaimu ". Edo mendengar ada getar sedih di suara Kemala.


 


"Kita tetap akan menikah, aku sudah janji pada keluargaku dan keluargamu ". Ucap Edo sungguh-sungguh.


 


"Dan bagaimana caramu memperlakukan aku nanti ? Apakah aku hanya akan jadi pajanganmu saja, hanya wanita penyandang status isteri tanpa pernah ingin kamu cintai ? Aku hanya sebatas wanita pemenuh janjimu saja untuk menyenangkan hati keluargamu, begitukah ? Tapi tentang perasaanku, tentang hatiku, tentang hidupku, kamu tidak akan pernah memperdulikannyakan ?" Kemala menutup wajahnya dengan kedua tangannya sendiri. Habis sudah kesabarannya. Edo memang tidak akan pernah mencintainya, Kemala sadar Edo masih hidup dalam cinta masa lalunya. Siapapun Wanita itu, Kemala sadar betapa Edo sangat mencintainya. Hingga tidak ada celah untuk dirinya di sudut terkecil dari hati seorang Edo setelah perjuangan panjangnya hampir 3 tahun.


 


"Aku akan memberikamu segalanya, apapun itu ". Jawab Edo tegas. "Aku janji, aku gak akan pernah menyia-yiakan kamu, kamu bebas menghamburkan hartaku !"


 


 


"Segalanya untukmu, kecuali cintaku ". Akhinya air mata Kemala jatuh sudah, bulir-bulir bening itu berjatuhan tanpa di perintah. Rasa sakit yang selama ini di sembunyikan rapat di hatinya akhirnya terkuak perlahan. Kemala menangis terus. Pupus sudah harapannya untuk sedikit saja mendapatkan cinta Edo, hanya sedikit. Itulah cita-cita tertinggi Kemala selama hampir 3 tahun ini. Tapi semua sudah lenyap entah kemana, Edo jelas-jelas menolak untuk mencintainya, tidak dulu tidak sekarang Edo tetap bertahan tidak akan pernah mencintainya.


 


"Pulanglah, siapakan dirimu !" Tanpa rasa belas kasihan terhadap Kemala, meskipun tahu bahwa wanita itu sedang menangis. Edo menyuruh kemala pulang dengan tenangnya. "Siapkan dirimu sebaik mungkin ! Kita akan bertemu 3 hari lagi di pernikahan kita. Aku tidak akan pernah berencana membatalkan semua ini, aku akan memenuhi janjiku pada keluarga besar kita ".


 


Kemala hanya bisa menangis, hatinya hancur berkeping-keping. Semua terasa sangat menyakitkan, luar biasa menyakitkan saat nafasnya terus berhembus dengan semua kenyataan pahit ini.


 


Baiklah Do, aku sudah memintamu melupakan tentang pernikahan kita. Tapi kamu malah memberiku kenyataan pahit ini. Asal kamu tahu Do, sekali kamu terikat denganku maka seumur hidupmu, aku akan membuat kamu tidak akan pernah lepas dariku. Tidak perduli dengan kenyataan kamu gak mencintaiku Do, yang penting aku bisa memilikimu seorang diri. Lihatlah nanti, aku akan melakukan segala cara untuk membuatmu tidak pernah bisa lepas dariku. Ya, aku akan melakukannya Do !


 

__ADS_1


"Pekerjaanku masih banyak ". Tengelam dalam isi kepalnya sendiri membuat Kemala tidak menyadari kalau Edo sudah kembali duduk di kursi kerjanya. "Pulanglah !"


 


"Baik ". Ucap Kemala sambil mengelap air mata yang masih membasahi pipinya. "Aku akan berdandan secantik mungkin untukmu di pernikahan kita nanti dan setelah itu aku akan menjadi satu-satunya wanita dalam hidupmu, Do, selamanya ". Sebentuk senyum manis di selipkan Kemala di akhir kalimatnya pada Edo. Semanis rencana yang di susunnya untuk bisa memonopoli Edo seumur hidupnya.


 


 


***************


 


"Jam berapa janjiannya isteriku ?" Tanya Paman sambil melirik jam tangan tua di pergelangan tangannya.


 


"Jam pasti gak dibilang sama Mamanya Aisakha, Pa. Tapi, mungkin sebentar lagi ". Jawab Bibi juga sambil ikut-ikutan memandang jam dinding besar di depan kursi rodanya.


 


"Penasaran Papa jadinya ". Ucap Paman sambil menganguk-anguk pelan. "Ada apa ya ?"


 


"Sabar....kita tunggu saja ". Bibi berusaha bersikap tenang, padahal sejak semalam. Persisnya sejak calon ibu mertua Nia itu menghubunginya, pikiran Bibi selalu di penuhi tanda tanya.


 


"Sejujurnya Papa agak khawatir, tebakkan Papa ini pasti ada hubungannya dengan Nia ". Paman akhirnya memilih duduk di sofa singel persis di sebelah kursi roda Bibi.


 


Sama sih suamiku, aku juga kepikiran ke sana. Tapi apa ?


"Ehhh..jangan mikir aneh-aneh deh ! Bagus kita tunggu saja suamiku ". Bibi memegang tangan Paman sambil tersenyum.


 


 

__ADS_1


__ADS_2