
Siapa ???
🌈🌈🌈🌈🌈
 
Aisakha berusaha keras untuk tidak menarik Nia kedalam pelukannya. Jangan di tanya seberapa besar rasa rindu yang telah ditahannya selama tiga tahun ini. Ingin sekali rasanya dia melepas rindu yang terbalut dalam rasa cemas karena gadis cantik yang sekarang berdiri didepannya. Tetapi apa yang didapatnya saat ini, si gadis cantik yang dulu terlihat sangat terluka, duduk disebelahnya dalam pesawat, yang telah membuat dia sabar mencari dan mencari keberadaannya bertahun-tahun, tetapi saat telah ada dihadapannya hanya menatap biasa padanya. Hanya menyapa dengan kata tuan saja.
 
Tidak ada tatapan rindu sedemikian rupa atau pun senang seperti dirinya. Bahkan tidak ada tatapan kenal dari sorot mata coklat indah itu padanya, Aisakha tidak percaya, apa mungkin gadis penyebab kegalauan hatinya selama tiga tahun ini telah lupa padanya? Semudah itukah dia dilupakan? Aisakha bingung dalam pikiranya sendiri.
 
Dan Nia, dia tetap mempertahankan posisi berdirinya. Mata coklatnya masih memandangi lelaki tampan yang tadi menyapanya dengan nada tidak percaya sambil berusaha menenangkan detak jantungnya. Rasanya Nia bisa mendengar dengan jelas debaran keras jantungnya hanya dengan mendengar suara lelaki tampan yang sedang menatap lekat pada dirinya saat ini. Siapa dia? kenapa dia bersikap seakan mengenalku? Apa benar dia mengenalku? Kenapa aku tidak bisa mengingat, tetapi suaranya sangat akrab bagiku, aku suka suara itu. Astaga jangan bilang aku tiba-tiba menjadi wanita penyuka pria dengan suara berat nan seksi.
 
"Apa yang kamu lakukan di sini? Bagaimana mungkin kamu ada di sini? Kamu nyatakan? Benar-benar ada dihadapanku, bukan halusinasiku saja?" Pertanyaan demi pertanyaan Aisakha yang masih tidak menyangka seorang Nia yang bagai menghilang di telan bumi dalam pencariannya, ternyata sekarang ada didepannya tanpa dicarinya, bahkan yang lebih membuat Aisakha tidak percaya Nia adalah peneliti yang bekerja untuk perusahaannya. Astaga, berarti dalam tiga tahun ini kamu selalu ada di dekatku, sangat dekat denganku.
 
"Saya bekerja di laboratorium ini tuan". Jawab Nia santai, sekaligus merasa heran dengan pertanyaan lelaki tampan didepannya. Nia melongo, apa yang salah pada dirinya. Kenapa lelaki tampan itu bertanya hal-hal yang membuat dia bingung. Tetapi pikiran Nia tidak sejalan dengan hatinya, hati Nia bersorak senang setiap mendengar suara berat seksi si mata biru. Aneh, otakku tidak menemukan penyebab dia mengajukan pertanya konyol tadi, nah ini hati kok sangat menikmati suaranya. Jangan-jangan memang iya aku sekarang menjadi wanita penyuka pria dengan kategori punya suara berat yang seksi.
 
"Sudah berapa lama nona bekerja di sini?" Ujar Kristo dalam ketidakpercayaan. Kristo benar-benar shock saat tadi, mendapati Nia berbalik badan menghadap ke arah majikannya. Tiga tahun dia mengutus orang kepercayaannya untuk mencari Nia di berbagai manajemen artis, penyanyi, model bahkan dia tidak ragu memberi perintah pada orang-orang kepercayaannya untuk mencari Nia di perusahaan-perusahaan besar karena keyakinannya akan kemungkinan Nia adalah sekretaris atau bahkan pemilik perusahaan berkelas.
 
Tetapi apa, dia terhenyak dalam ketidakpercayaannya, yang di cari justru telah bekerja selama tiga tahun di perusahaan sang majikan sebagai peneliti, bagaimana mungkin nona, anda ternyata adalah seorang peneliti? Kristo mengusap kasar wajahnya.
 
Profesor Yandi, Wulan, Bowo, Resya dan Anita tengelam dalam pikiran mereka. Mereka bisa melihat dengan jelas dan telinga mereka masih berfungsi dengan baik, sehingga bisa mendengar jelas pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan sang Presdir dan sekretarisnya. Mereka berpikir sikap Nia yang tidak mengenal sang Presdir bahkan tidak menyambut kedatangannya tadi adalah penyebab pertanyaan yang diajukan tuan Aisakha. Sepertinya Nia bakal dapat masalah, pikir mereka dalam hati masing-masing.
 
__ADS_1
Merasa Nia dalam masalah, Profesor mencoba menyelamatkan Nia. Profesor tidak mau karir cemerlang Nia berakhir secepat ini. "Tuan, dia adalah Syania. Peneliti yang saya ceritakan kemaren, dialah orang yang sukses dengan inovasi-inovasi briliannya selama tiga tahun ini. Syania adalah peneliti yang tuan rekrut tiga tahun yang lalu. Dan tuan maafkan sikap Syania yang tidak mengenali anda, maafkan dia tuan". Profesor berusaha melindungi Nia dari kemungkinan buruk yang akan terjadi.
 
"Apa sudah tiga tahun dia di sini?" Aisakha kembali menyuarakan ketidakpercayaannya. "Bisa jelaskan arti semua ini Kristo?" Kesal, Aisakha menuntut jawaban pada Kristo.
 
Gawat, masalahnya jadi panjang. Wulan, Bowo, Resya dan Anita dapat melihat nada tidak suka dalam suara Presdir mereka saat bertanya pada sekretarisnya.
 
"Maafkan saya tuan, ini semua memang kesalahan saya. Saya tidak perpikir tentang kemungkinan nona bekerja di perusahaan anda, apa lagi sebagai peneliti tuan. Semua ini memang salah saya tuan, mohon maafkan saya tuan". Kristo sangat menyesal atas kegagalannya mencari Nia selama ini, andai saja dia mencoba membuat alternatif sedikit lebih banyak. Pasti dia sudah menemukan Nia dari tiga tahun yang lalu.
 
"Saya tidak menyangka Kristo, kamu telah membuat saya kecewa. Selama bertahun-tahun, bukankah kamu paling tahu seperti apa perasaan saya". Kembali suara kesal Aisakha yang secara terang-terangan diluapkannya pada Kristo.
 
Kristo sangat merasa bersalah, dia bisa mengerti kenapa sang majikan begitu kesal padanya. Iya semua memang salah saya. Nona, bagaimana mungkin kamu ternyata seorang peneliti. Lihat diri anda, anda begitu cantik bagai model profesional, tapi apa kenyataannya nona. "Tuan mohon maafkan saya".
 
 
 
Nia melongo, apa yang salah pada dirinya. Kenapa lelaki tampan itu bertanya hal-hal yang membuat dia bingung. Dan sekarang kenapa lelaki tampan itu memarahi orang disampingnya? Tetapi pikiran Nia tidak sejalan dengan hatinya, hati Nia bersorak senang setiap mendengar suara berat si mata biru. Aneh, otakku tidak menemukan penyebab dia mengajukan pertanyaan konyol, nah ini hati kok sangat menikmati suara seksinya. Tampan banget deh.
 
"Ada apa ini tuan, apa ada yang salah? Kenapa tuan tidak percaya saya adalah pekerja di sini. Dan juga tuan ini siapa?" Nia mulai merasa pusing dengan sikap lelaki tampan bermata biru didepannya. Rekrut, tiga tahun lalu? Jangan-jangan?Â
 
"APAAH coba kamu ulang pertanyaanmu barusan?" Kekesalan Aisakha menjadi bertambah saat ini, ternyata benar kamu gak ingat sama aku. Semudah itu kamu melupakan aku cantik? Semudah itu?
__ADS_1
 
Kristo di buat terperanjat dengan suara santai Nia yang bertanya pada tuannya. Gawat.
 
Kok aku di bentak ya? Memang salah aku apa? Nia
 
Tuhkan sang presdir marah, Nia, Nia. Wulan
 
"Profesor, anda dan yang lain segera lanjutkan pekerjaan", perintah Aisakha masih dalam suasana hati yang kesal. "Dan kamu, ikut aku". Perintah tegas Aisakha pada Nia.
 
Profesor sangat ingin menyelamatkan Nia, walaupun dia tidak mengerti dengan situasi saat ini, tetapi perasaannya mengatakan Nia dalam masalah besar. Hanya saja niatnya itu segera diurungkannya, takut nanti hanya akan membuat semua bertambah kacau. Profesor pun menganggukkan kepalanya dan segera menjauh dari Aisakha, dia dan para stafnya kembali ke rutinitas mereka, seperti di awal tadi sambil sesekali melirik ingin tahu nasib Nia selanjutnya.
 
"Ke-kenapa, kenapa tuan? A-a-ada apa ini? Tuan mau bawa saya kemana? Tu-tuan ini siapa?" Nia tergagap mendengar suara keras lelaki bermata biru yang memberi perintah padanya.
 
Enak aja nyuruh-nyuruh aku ikut sama dia, memang dia siapa? Mau bawa aku kemana coba? GAK MAU. lama-lama aku...
 
Belum selesai Nia berkutat dengan pikirannya, tahu-tahu jemari lentik tangan kanannya telah di genggam Aisakha. Aisakha membawa Nia melangkah keluar laboratorim. Awal, mendapati seorang lelaki tidak di kenal berani-berani mengenggam jemarinya, membuat Nia ingin memberontak. Melepaskan jari-jarinya dari tangan besar yang sangat pas mengenggam. Tetapi seketika Nia mengurungkan niatnya, ada rasa aneh dalam hatinya. Terasa kehangatan menjalar perlahan dan sukses memenuhi hatinya. Aku suka, astaga kenapa aku jadi begini? Siapakah dia?
 
Nia berjalan dalam diam, patuh mengikuti langkah Aisakha yang membimbingnya keluar dari laboratorium. Entah kemana dia akan di bawa. Semua mata memandang padanya tidak percaya dengan sikap sang Presdir yang membawa Nia pergi. Dan Kristo hanya mengikuti majikannya dari belakang. Tetap dengan rasa sesal atas kegagalannya dalam memehuni tugas dari majikan yang sangat dihormatinya itu.
 
__ADS_1